Utama

Penolakan Stockpile Batubara PT SAS Kian Massiv

6
×

Penolakan Stockpile Batubara PT SAS Kian Massiv

Sebarkan artikel ini

Aksi demonstrasi menolak keberadaan Stockpile Batubara PT SAS kain Massiv. Kali ini, aksi digagas oleh warga dari Desa Mendalo Darat, Mendalo Laut, Kabupaten Muaro Jambi, dan Aur Kenali.

Mereka menggelar aksi Minggu sore, 12 November 2023. Puluhan ibu-ibu dan warga setempat berkumpul di tepi Jalan Lintas Timur Sumatera, Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Mereka dengan tegas menyatakan penolakan pembangunan stockpile batubara yang berlokasi sangat dekat dengan pemukiman.

Perwakilan pendemo, Aldo, menyampaikan mereka telah mengirimkan surat penolakan kepada berbagai pejabat terkait, termasuk PJ Bupati Muaro Jambi, Wali Kota Jambi, Gubernur Jambi, dan DPRD Provinsi Jambi.

“Kami telah menyurati pemerintah terkait penolakan kami, namun sampai saat ini belum ada tanggapan. Jika tidak ada respons, kami akan terus menolak keberadaan stockpile batubara dan akan melakukan aksi-aksi lebih besar,” tegas Aldo.

Aksi ini menjadi representasi solidaritas warga Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, terutama masyarakat dari Aur Kenali, Mendalo Darat, dan Mendalo Laut dalam menentang rencana pembangunan stockpile.

“Kami telah memasang spanduk penolakan ini sebagai bentuk perlawanan warga Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi,” tambah Aldo.

Lebih lanjut, Aldo mengungkapkan keprihatinan masyarakat terhadap dampak negatif pembangunan stockpile batubara, khususnya terkait dengan masalah kesehatan akibat debu batubara, terutama bagi anak-anak.

“Pembangunan stockpile ini berada hanya beberapa meter dari pemukiman warga. Hal ini sangat merugikan kami, terutama dari segi kesehatan dan kenyamanan,” ungkap Aldo.

Saat ini, PT SAS yang akan membangun stockpile tersebut masih dalam proses persiapan dan belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Mendalo Darat dan Mendalo Laut.

“Kami berharap tidak ada stockpile batubara yang dibangun di sini,” tegas Aldo.

Para ibu yang vokal dalam aksi demonstrasi ini menekankan penolakan mereka terhadap pembangunan stockpile yang akan berdampak pada kesehatan, sosial, dan mobilitas masyarakat.

“Kami menolak stockpile batubara karena akan berdampak pada kesehatan dan menyebabkan kemacetan di lingkungan kami,” kata salah satu ibu sambil memegang poster penolakan.

Dengan bergabungnya masyarakat dalam aksi ini, jumlah spanduk penolakan terhadap pembangunan stockpile batubara semakin bertambah di lokasi tersebut.

Aksi ini menandai pentingnya suara masyarakat dalam hal pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada lingkungan dan kesejahteraan mereka.

Demonstrasi ini juga menunjukkan kekuatan solidaritas masyarakat dalam menghadapi isu-isu yang berpengaruh pada kehidupan sosial dan lingkungan.(*)

Utama

Jambi – Ketua Gapensi (Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia) Provinsi Jambi, Ritas Mairiyanto, mengungkap dugaan skandal yang mengguncang jantung pemerintahan daerah. Dalam siaran persnya, Ritas Mairiyanto menyoroti praktik maladministrasi dalam…

Politik

Jambi – Nama Syafril Nursal, tokoh asal Kerinci-Sungai Penuh, semakin menguat sebagai calon Gubernur Jambi. Mantan Kapolda Sulteng ini, yang baru-baru ini mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai Demokrat…