Daerah

Penambangan Emas Liar di Kabupaten Bungo: Pemuda Pancasila Menuntut Tindakan Tegas

6
×

Penambangan Emas Liar di Kabupaten Bungo: Pemuda Pancasila Menuntut Tindakan Tegas

Sebarkan artikel ini

BUNGO – Sebuah badai kontroversi kini mengguncang Kabupaten Bungo. Di balik hiruk pikuk keseharian masyarakat, rahasia terbuka yang lama disembunyikan kini terkuak: Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang semakin menjamur. Di tengah gemerlap emas, alam Bungo menderita, menangis diam-diam.

Berawal dari serbuan informasi di media sosial yang menyebutkan merebaknya PETI di beberapa titik strategis di Kabupaten Bungo, perdebatan masyarakat pun tak terelakkan. Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bergerak cepat, mengecam keras, dan siap bertindak. Namun, apa yang membuat PETI berani terang-terangan merajalela di bawah sinar matahari Bungo?

Pasalnya, sumber kehidupan masyarakat Bungo kini terancam. Sungai Batang Bungo, Batang Pelepat, dan Batang Tebo yang selama ini menjadi arteri kehidupan masyarakat, kini terpolusi. Penyebabnya? Mesin-mesin berat PETI yang tanpa ampun menggali dan membuang limbah.

Menanggapi situasi yang semakin memprihatinkan ini, Pemuda Pancasila sebagai salah satu Ormas terdepan di Bungo mengambil sikap. Rizky Ananda, Sekretaris MPC-Pemuda Pancasila Kabupaten Bungo, angkat bicara, “Ini bukan hanya masalah emas. Ini adalah tentang masa depan alam dan lingkungan Bungo. PETI tanpa izin ini harus dihentikan.”

Informasi yang mereka miliki menyebutkan bahwa PETI kini telah merambah beberapa kecamatan vital di Bungo. Dari Bathin ll Babeko hingga Bathin III Ulu, jejak kehancuran PETI tampak nyata.

Rizky Ananda juga menyoroti lemahnya peran serta Pemerintah Daerah dan aparat terkait dalam mengatasi masalah ini. “Ini saatnya pemerintah berbicara dan bertindak. Kami menantikan aksi nyata, bukan hanya retorika,” imbuh Rizky dengan nada tegas.

Momentum ini juga dimanfaatkan Pemuda Pancasila untuk mengajak Ormas dan LSM lainnya bersatu. Mereka bersiap untuk mengambil langkah konkret di lapangan jika pemerintah daerah dan aparat terus bungkam.

Rizky menambahkan dengan penuh semangat, “Kami tak akan diam. Kami siap beraksi, membela Bungo, melindungi alam kita. Apapun resikonya, demi Bungo yang kita cintai.”

Kini, bola berada di tangan Pemerintah Daerah Bungo dan aparat terkait. Apakah mereka akan mengambil tindakan tegas untuk menghentikan PETI, atau membiarkan masyarakat dan alam Bungo terus menderita? Kabupaten Bungo di ambang keputusan besar. Sebuah keputusan yang akan menentukan masa depan generasi mendatang.(*)