Politik

Iringi CE Bertemu Syahirsah, Ratu Teringat Kisah Koper di Jepang

1
×

Iringi CE Bertemu Syahirsah, Ratu Teringat Kisah Koper di Jepang

Sebarkan artikel ini

Menjamu Cek Endra dan Ratu Munawaroh, Syahirsah terkekeh-kekeh mengingat nostalgia bersama almarhum Zulkifli Nurdin. Membuhul kisah sebuah koper sewaktu di Nagoya, Jepang.

***

Suasana persamuhan pagi itu berlangsung hangat. Ahlul bait menjamu tetamunya sarapan pagi dan jajanan tradisional, kacang plus jagung rebus.

Sesekali suasana diselingi gelak tawa. Kali lain air muka mereka menyembur mimik wajah serius.

Syahirsah, rupanya bukan orang asing di mata keluarga besar Zulkifli Nurdin. Orang tuanya adalah sahabat karib Nurdin Hamzah, ayahanda Zulkifli Nurdin.

Ia mengagumi ZN, inisial Zulkifli Nurdin, sebagai Abang sekaligus sosok Gubernur yang pandai. Syahirsah kerap belajar langsung, bagaimana menjadi pemimpin.

Syahir–begitu ia akrab disapa–, baru beberapa bulan menjadi Bupati. Sementara ZN akan bersegera mengakhiri masa baktinya sebagai Gubernur.

Ia kaget ketika ZN tiba-tiba mengajaknya terbang ke Jepang. Bukan untuk darmawisata. Tapi, untuk belajar. Waktu itu, sejumlah Bupati diajak Gubernur ZN menyaksikan pengelolaan limbah karet.

Dari Jakarta, rombongan melipir ke Hongkong. Dari situ, barulah mereka terbang ke Nagoya, Jepang.

Kala itu, Ratu Munawaroh turut serta mendampingi sang suami, ZN.

Nah….

Mereka tersadar ada suatu yang janggal ketika baru saja menginjakkan kaki di bandara Nagoya.

” Ehhh..koper kami ketinggalan di Hongkong rupanya…,” Seloroh Ratu Munawaroh.

“Saya juga Bu…koper kita tertinggal semua waktu itu…”

Semuanya langsung tergelak tawa. Ratu terlihat tersipu, sambil menundukkan kepala ke bawah.

Ratu lalu bercerita tentang lawatan selama di Jepang itu. Mereka bertemu vice Presiden Mitsubishi dan menengok langsung cara pengolahan limbah karet.

“Yang tak mesti dibuang percuma. Lewat proses Labor, limbah itu dikelola lagi menjadi bahan-bahan spart part kendaraan,”jelasnya, panjang lebar.

“Kami juga diperlihatkan bagaimana dalam tempo sejam, Mitsubishi bisa memproduksi 125 kendaraan. Dan karet produksinya berasal dari Jambi. Ini pengalaman yang sangat luar biasa,”cerita Ratu disambut anggukan Syahirsah.

Ratu bergegas mengambil androidnya. Dan langsung memotret ulang foto bersama almarhum dan Syahirsah dalam sebuah album kenangan, semasa di Jepang itu. Foto itu langsung ia kirim via aplikasi WhatsApp ke telpon genggam Yuninta Asmara, istri Syahirsah.

“Ada foto yang saya sendiri memotretnya. Ada almarhum bersama pak Syahirsah, lalu saya kirim ke ibu Yuninta…”kata Ratu, mengingat masa indah bersama sang mendiang dan Syahirsah semasa di negara matahari terbit.

Ratu kembali mempertegas hubungannya dengan keluarga besar Syahirsah itu. “Kami sudah saling mengenal sejak dulu. Dari almarhum suami saya dan keluarga besar pak Syahirsah sudah akrab,”ujarnya.

“Kali pertama pak ZN jadi Gubernur, tokoh pertama yang ditemui adalah keluarga pak Syahirsah.Alhamdulillah persahabatan orang tua kami terus berlanjut,”imbuhnya.

Ratu kembali memohon doa restu. Ia berterimakasih atas jamuan Syahirsah, yang dirasanya penuh istimewa.

“Trimakasih banyak pak Syahirsah. Mohon doa restu agar cita-cita kami bersama pak Cek Endra untuk membangun Jambi Lebih baik benar-benar terwujud,”ujarnya.

Cek Endra juga mengapresiasi langkah Syahirsah. Yang siap all out dan pasangan badan memenangkannya di Batanghari.

“Ini jagoan saya….”seloroh Syahirsah.

Sebelum beringsut, mereka lantas berswafoto sembari mengangkat jari yang membentuk huruf C, simbol Cek Endra. Syahirsah mengiringi CE-Ratu dan rombongan hingga ke ambang pintu. Mereka saling melempar salam sebelum beranjak menuju kendaraan.(*)

 

Politik

Jambi – Nama Syafril Nursal, tokoh asal Kerinci-Sungai Penuh, semakin menguat sebagai calon Gubernur Jambi. Mantan Kapolda Sulteng ini, yang baru-baru ini mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai Demokrat…