Daerah

Dugaan Penyelewengan Anggaran Pembangunan Jalan Beton di Kelurahan Muara Sabak Ilir

11
×

Dugaan Penyelewengan Anggaran Pembangunan Jalan Beton di Kelurahan Muara Sabak Ilir

Sebarkan artikel ini

TANJAB TIMUR – Terungkap adanya dugaan penyelewengan anggaran untuk pembangunan jalan beton di Kelurahan Muara Sabak Ilir yang mencapai Rp 145 – 200 juta. Anggaran tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Camat Muara Sabak Timur dengan CV Rajawali Mitra Konsultan.

Oki, perwakilan dari pihak rekanan, menjelaskan pada Minggu (26/11/2023), “Total nilai semua kegiatan fisik adalah Rp 145 juta. Dari jumlah itu, kami sebagai rekanan hanya mengambil 3 persen dari biaya perencanaan.”

Oki menyatakan bahwa dirinya awalnya mendapatkan proyek tersebut, namun karena tidak memiliki CV, proyek itu dialihkan kepada rekanan lain sebagai konsultan perencanaan. Setelah RAB dan HPS dibuat, dana tersebut direncanakan untuk pembangunan jalan di Kelurahan Sabak Ilir.

Mengenai pencairan dana, Oki menyebutkan, “Pencairan diperkirakan pada bulan September 2023, karena perencanaan diajukan pada Juli 2023. Namun, kami tidak menerima uang tersebut.”

Lebih lanjut, Oki menjelaskan bahwa dalam proyek perencanaan, pencairan tidak melalui tahapan karena setelah rekanan menyerahkan data, kontrak pencairan akan dibuat. “Kami menyerahkan profil perusahaan dan hasil perencanaan, namun hingga saat ini kontrak belum ada, padahal fisiknya sudah dicairkan,” ucapnya.

Menurut informasi yang diperoleh, di Kelurahan Sabak Ilir terdapat tiga kegiatan dengan nilai kontrak berbeda-beda, berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 200 juta. Dari setiap kegiatan, pihak rekanan hanya menerima upah sebesar 3 persen.

Oki juga menyampaikan bahwa, berdasarkan konfirmasi dengan Camat, dana tersebut telah cair dan digunakan oleh Bendahara, Santi, untuk renovasi rumah pribadinya.

Hingga berita ini disampaikan, Bendahara Kecamatan Muara Sabak Timur yang diduga terlibat dalam kegiatan fiktif belum dapat dihubungi untuk konfirmasi lebih lanjut.

Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik, terutama dalam proyek pembangunan infrastruktur. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap detail dan memastikan bahwa dana yang dialokasikan digunakan sesuai dengan tujuan pembangunan yang sebenarnya.(*)