by

BNNP Jambi Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Lapas

Beny, warga Tembilahan itu menjanjikan uang Rp 10 juta kepada Heri Martin. Uang itu sebagai upah untuk mengantar 2 kilogram sabu ke Kota Kuala Tungkal, Tanjab Barat. Upah baru di bayar Rp 6 juta. Sisanya, tentu saja menunggu barang sampai ke tujuan.

Dari tangan Heri, sabu berpindah tangan ke Sulastri. Rupanya, Sulastri hendak memboyong obat candu itu ke Ari Ambo, putranya yang tengah menjalani hukuman di Lapas Tembilahan.

Sial.

Aksi mereka terendus intel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi. Tim bergerak cepat dan langsung melakukan pengintain. Awalnya tim BNNP menggarong Sulastri, di rumahnya di Jalan Kalimantan, Kelurahan Kuala Tungkal III, pada Senin pukul 17.00Wib.

Di tempat berbeda, BNNP menangkap tiga pelaku lain, yaitu Heri Martin (38) Hendri (38) dan Erwin (39). Bahkan, dari tangan ketiganya, BNNP turut mengamankan 1.414 pil ekstasi.

“Empat orang ini sindikat jaringan narkoba yang dikendalikan seorang narapidana di Lapas Tembilahan, Riau. dari tangan mereka kami mengamankan barang bukti 4,9 kilogram sabu dan 1.414 pil ekstasi yang masuk melalui jalur lintas Sumatera,”kata Kepala BNNP Jambi Dwi Irianto.

Akibat perbuatannya, empat tersangka itu dikenakan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

Heri Martin mengaku menyesal selepas ditangkap aparat. Menurutnya, ia hanya disuruh seseorang bernama Beny.

“Saya dijanjikan menerima diupah sebesar Rp10 juta, tetapi yang baru saya terima Rp4 juta dan sisanya belum dibayarkan,” kata Heri.

Kemudian Heri Martin mengantar barang tersebut ke Sulastri untuk diantar ke anaknya Ari Ambo yang saat ini masih menjalani hukuman di Lapas Tembilahan.(*)

News Feed