by

P2DK dan Ikhtiar Cek Endra Mengerek Ekonomi Kelas Bawah

Kerbau-kerbau itu kini telah beranak pinak. Sebagian hasilnya diputar untuk modal usaha, sebagian lain disimpan untuk tabungan sekolah. Ikhtiar Cek Endra mengerek ekonomi kelas bawah lewat bantuan modal P2DK.

————–

Hendra tak lagi disergap pusing tujuh keliling. Ternak kerbau yang berasal dari Program Percepatan Pembangunan Desa dan Keluarahan (P2DK) itu, kini telah membuahkan hasil. Tak saja menopang ekonomi keluarga, hasil ternak kerbau itu, bahkan kini menjadi tabungan sekolah anaknya.

Muhammad Khaidir, warga Desa Lubuk Sepuh Kecamatan Pelawan Sarolangun itu merasakan hal yang sama. Gara-gara program yang diluncurkan Cek Endra itu, ia kini bisa tersenyum lebar.

“Saya bisa menyekolahkan anak dari hasil ternak kerbau P2DK ini,”ujar ayah dua anak itu.

P2DK adalah program pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Sarolangun semasa kepemimpinan Bupati H Cek Endra. Lewat senjata P2DK itu, Cek Endra berupaya menggenjot ekonomi warga. Supaya ekonomi mereka kian baik. Agar hidupnya kian sejahtera.

Sejak diluncurkan enam tahun lalu, program itu telah menyasar 158 Desa dan Kelurahan se Sarolangun. Warga tiap desa mendapat bantuan modal segar senilai Rp 200 juta. Dana segar itu, boleh dipakai untuk modal usaha, apa saja. Seperti warga Desa Lubuk Sepuh itu–mereka menggunakan modal Rp 200 juta untuk bisnis ternak sapi–.

Mereka membiakkan 10 ekor kerbau dengan sistem giliran. Kerbau itu dikelola oleh 5 orang, 7 ekor dipelihara Hendra dan M Khaidir. Sementara dua ekor Kerbau dipeliahara Mahadi dan Nasir Syam. Sedangkan 1 Ekor dipelihara Raden Samar di Dusun Seberang.

Mulyadi, Kadis PMD Sarolangun menyebut penggunaan dana P2DK itu disesuaikan menurut kearifan lokal.

“Berpedoman pada Juknis yang telah ditetapkan,”katanya.

Hendra saat menunjukkan ternak kerbaunya

Diimbuhkan Sargawi, Kepala Desa Lubuk Sepuh itu, bahwa mayoritas warganya adalah petani dan peternak. Maka, disepakatilah penggunaan dana P2DK untuk peternakan kerbau. Manfaatnya bisa dirasakan langsung.

“Ternak disini paling potensial,”ujarnya.

Masyarakat penerima dana, kata Sargawi, tentu saja dipilih sesuai dengan tingkat ekonominya. “Mereka yang ekonominya susah, kita prioritaskan dulu,”ujarnya.

Hendra dan M Khaidir tak berhenti bersyukur. Ia berterimakasih pada Cek Endra, Bupati Sarolangun dua periode itu. Kalaulah tak ada P2DK, entah seperti apa nasib ekonomi keluarganya. Syukurlah, asap dapur kini bisa ngebul. Anak bisa sekolah dengan bahagia.

“Kami berterimakasih atas program ini. Semoga terus berlanjut. Karena masih banyak masyarakat yang membutuhkannya,”kata Sargawi.

Cek Endra berikhtiar, hendak menebar program yang sama ke seantero Jambi. Supaya  semua warga Jambi–dari ombak bedebur hingga telun berasap– bisa merasakan faedahnya, laiknya warga Sarolangun itu. Tentu saja, jika kelak ia dipercaya menjadi Gubernur.

“APBD kita memungkinkan untuk melakukan itu. Bisa kok. Insyaallah..Progam bantuan modal Rp 200 juta itu bisa dinikimati semua warga, jika saya menjadi Gubernur kelak,”kata Cek Endra.(*)

News Feed