by

Perangi Narkoba ala Cek Endra

Mereduksi pecandu narkoba. Bupati Sarolangun itu membangun panti rehab gratis. Satu-satunya di Indonesia.

————

Brigadir Jenderal Polisi Dwi Irianto terus memuji Cek Endra. Semasa aktif di korps Bhayangkara, baru kali ini sang jenderal bintang satu itu bertemu sosok Bupati yang, membuatnya mesti geleng-geleng.

Serius mengenyahkan Narkoba, baru Cek Endra lah kepala daerah yang membangun panti rehab, berbiaya gratis pula. “Ini bukti nyata Cek Endra dalam memerangi narkoba. Kami BNN sangat berterimakasih. Ini satu-satunya di Provinsi Jambi,”tutur Brigjen Dwi Irianto, disela-sela peresmian panti rehab di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chatib Quzwain Kabupaten Sarolangun, Senin, kemarin.

Gemuruh tepuk tangan pun bersahutan. Sembari melempar senyum, Kepala BNN Provinsi Jambi itu lagi-lagi berujar.

“Kita dihadapkan penyakit sosial kejahatan narkoba, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Satu satunya cara adalah kerjasama semua elemen. Sarolangun sudah memberikan contoh yang baik, semoga ini menjadi ibadah bagi pak bupati dan jajaran,”ujarnya.

Peredaran narkoba di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah itu kian mengkhawatirkan. Bahkan, narkoba telah menyelusup hingga ke kampung-kampung–menyasar anak-anak usia dini–. Panti rehab diperlukan untuk membantu mereduksi para pecandu itu. Guna memperkecil ruang gerak peredaran obat bius itu.

Nah,

Langkah Cek Endra yang menggratiskan biaya rehab, tentu patut diapresiasi. Bukankah biaya rehab itu mahal?

Maklum, banyak pecandu yang awalnya ingin berobat, ehhh….mendadak balik kanan karena biaya rehabnya memang, membuat pusing tujuh keliling.

“Jangankan di Jambi. Di Indonesia saja sulit kita temukan Bupati yang konsisten dan serius menangani narkoba. Apalagi panti rehabnya digratiskan. Ini sangat luar biasa,”imbuh Kombes Pol Sri Badriyati, Sestama BNN Pusat.

Ia lantas memuji Cek Endra–sebagai Bupati yang kudu dicontoh–. “Kita sangat mengapresiasi apa yang di lakukan bapak bupati Sarolangun. Ini adalah langkah nyata dan sangat strategis,”ujarnya.

Cek Endra berkali-kali melempar senyum. Tak Cuma bahagia mendapat pujian dari BNN. Tapi, ia lebih bahagia karena cita-cita itu terwujud sudah. Membangun panti rehab berbiaya gratis itu.

Mengenakan setelan ASN berkelir cream, Cek Endra meresmikan langsung pusat rehab itu–yang disaksikan pentolan BNN Jambi dan pusat–.

Dihadapan kepala BNP Jambi, Sekda Sarolangun, Dandim Sarko, Asisten I Gubernur Jambi, Anggota DPRD Sarolabgub, Dirut RSUD Sarolangun, Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sarolangun, para camat, para kabid, para kepala desa serta ratusan masyarakat, Cek Endra menyebut memerangi narkoba tak cukup dengan menunjukkan rasa prihatin. Tapi, kata dia, mesti diwujudkan dalam langkah nyata.

Membangun panti rehab gartis merupakan salah satu langkah nyata itu. Sehingga, para pecandu tak perlu khawatir lagi jika ingin berobat. Tak perlu takut lagi dengan masalah biaya.

“Ini langkah nyata kita. Supaya pecandu dan peredaran narkoba enyah dari daerah kita,”ujarnya.

Cek Endra lantas menyeru seluruh Kepala Desa–agar segera mengecek warganya yang kadung menjadi pencadu–. Ia meminta kades segera memboyong warganya itu ke panti rehab. Soal identitas, jangan khawatir.

“Karena pasien disini kita jaga kerahasiannya. Segera bawa berobat. Jangan malu dan takut mengakui,”kata Cek Endra, yang disambut gemuruh tepuk tangan.

Tak hanya di Sarolangun. Cek Endra bercita-cita membangun panti rehab gratis itu, hingga ke daerah-daerah lain. Tentu saja, ikhtiar itu bisa terwujud jika kelak ia dipercaya rakyat menjadi Gubernur.(*)

News Feed