by

Ziarah ke Makam KH Muhammad Salek, Cek Endra Kenang Sang Buya Pelopor Pendidikan

Gagasan pendirian pondok pesantren itu muncul untuk mengenang kiprah kebersahajaan KH Muhammad Salek. Tokoh yang mensyiarkan Islam di Sarolangun semasa 1900 Masehi.

————-

Untuk kesekian kalinya, Bupati Sarolangun itu lagi-lagi sowan ke Pondok Pesantren Muhammad Salek, Kamis 13 Februari 2020. Ia datang menjelang zuhur–seusai menyelesaikan tugas pemerintahan di pusat kota Sarolangun–.

Mengenakan batik bercorak terang, Cek Endra sempat berziarah ke pusara KH Muhammad Salek–sebelum zuhuran berjamaah bersama santri pondok–. Sementara, Cek Endra terlihat khusyuk memanjatkan doa dari samping pusara sang buya. Sejumlah koleganya, termasuk warga pondok ikut mengelili makam sembari berdoa.

Pusara sang buya berada di sebuah sudut Masjid dan dikeliling pagar besi setinggi satu meter. Berziarah ke pusara sang buya, Cek Endra mengenang sosok Muhammad Salek sebagai pelopor pendidikan dan agama.

“Almarhum Buya Salek adalah pejuang dan pelopor pendidikan dan keagamaan yang dikenal rakyat Sarolangun dan juga di Provinsi Jambi, ” kata Cek Endra.

Cek Endra ketika berziarah ke pusara KH M Salek

Ketua Umum Yayasan KH M Salek, H Lukman mengimbuhkan, almarhum KH Muhammad Salek telah berkiprah mensyiarkan islam dengan hidup bersahaja. Atas campur tangan Cek Endra, kata dia,  Pondok pesantren Buya Salek ini berdiri. Bahkan, semasa Cek Endra, Penegah telah disulap menjadi Kampung Alquran.

Maklum, Cek Endra memang konsen menggulirkan program Keagamaan di Sarolangun. Ia misalnya, telah melahirkan 2.400 dai/daiyah di tiap kampung. Bahkan, Cek Endra sukses merekrut 1000 guru ngaji dan mencetuskan gerakan mengaji di sekolah-sekolah.

Bukan itu saja, gerakan subuh keliling (Subling) dan shalat berjamaah, kini mulai digandrungi–mulai merembes hingga diikuti Kabupaten lainnya di Provinsi Jambi. Demi mensyiarkan agama, Cek Endra telah banyak mendatangkan Ustazd -ustazd kondang Nasional.

Dalam berbagai kesempatan, Cek Endra berkomitmen memfasilitasi Pondok pesantren dengan dana APBD. “Kita akan fasilitasi Pondok pesantren, Kita akan tanggung insentif pengelola Pondok pesantren, kita minta dukungan para angota Dewan,” ujarnya.

Seperti lazimnya, seusai zuhuran, Cek Endra bergegas mengeluarkan beberapa amplop putih berisi uang. Dalam beberapa jenak, amplop itu berpindah tangan kepada anak yatim yang berada di sekitaran pondok pesantren.

Mengakhiri lawatannya, warga pondok kompak mendoakan Cek Endra sukses berikhtiar menuju Jambi 1.

“Ayahanda Cek Endra adalah seorang figur yang didambakan rakyat, yang merakyat, peduli dan komitmen dalam pembangunan bidang keagamaan, semoga Ayahanda Cek Endra nanti menjadi Gubernur Jambi,” ujar warga pondok.(*)

News Feed