by

Paul : Fachrori Meneladani Politik Rasulullah

Sang petahana itu kesohor dengan sosok lurus (apa adanya), peduli, santun dan pandai bergurau. Berpolitik meneladani Rasulullah.

————

Bak seorang ustad. Fachrori memang kerap menyisipkan nasehat keagamaan ditiap kali berpidato. Entah itu di acara-acara resmi pemerintahan ataupun acara lainnya di masyarakat. Mantan hakim itu misalnya, acapkali menukil empat sifat Nabi Muhammad–shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah–, ketika memotivasi bawahannya.

“Sebagai ASN, bekerjalah dengan jujur (Shiddiq), dapat dipercaya (amanah) dan cerdas (Fathonah). Sampaikanlah pesan yang baik (tabligh) kepada sesama,”ajak Fachrori saat memimpin rapat bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah, belum lama ini.

Dalam kesehariannya, menurut Miftahul Ikhlas–Ketua Tim Keluarga Fachrori Umar–, Fachrori memang banyak meneladani Rasulullah. Ia mempraktikkan kebiasaan Rasul ketika berinteraksi dengan masyarakat, termasuk dalam berpolitik.

“Selain sering memberi nasehat, beliau juga kerap bergurau. Beliau tidak kaku,”kata Miftahul Ikhlas.

Nah,

Sejak memutuskan berbelok ke politik, lanjut Paul–sapaan akrabnya–, Fachrori kian banter meneladani Rasulullah. Dimana politik rasul itu, bukan saja menjaga dan berbuat baik kepada umat Islam. Tapi, juga berbuat baik dan menjaga kepentingan masyarakat secara luas.

“Pak Fachrori hadir bukan untuk satu golongan. Tapi berbuat untuk kepentingan seluruh rakyat Jambi,”ujar Paul.

Maklum, Fachrori kini punya julukan baru. Tokoh asal Bungo itu dikenal dengan sebutan bapak keberagaman.

Menuju laga berikut, Politisi partai NasDem itu hendak melanjutkan visi mensejahterakan rakyat. Ia ingin rakyat Jambi makmur dan hidup dalam keberkahan.

“Semoga niat baik dan ikhtiar kita dimudahkan serta diijabah Allah SWT,”ujar Paul.(*)

 

 

News Feed