by

Pergantian Kepsek dan Penonjoban Pejabat Dipolitisir, Mau Pojokkan Gubernur?

Gubernur Fachrori mulai diserang, dari berbagai lini. Roling jabatan Kepala Sekolah dan Penonjoban sejumlah pejabat Pemprov belum lama ini ditengarai sengaja di drive–untuk memojokkan Gubernur–. Demikian analisis Pengamat Kebijakan Publik Dr Dedek Kusnadi, kepada wartawan, siang ini.

Dosen Pasca Sarjana UIN STS Jambi itu menilai, memasuki tahun politik, rival Fachrori pastilah mencari celah. Kisruh internal Pemprov misalnya, akan dijadikan senjata untuk menyerang.

“Mantan pejabat yang dinonjobkan, saya kira wajar saja melakukan perlawanan. Secara psikologis mereka pasti tidak terima. Nah, kondisi itu akan dimanfaatkan oleh pihak lain, agar terus dibuat gaduh. Supaya pemerintahan Fachrori terganggu,”ujarnya.

Imbasnya, lanjut Dedek, Fachrori kian tersudut. Bila gaduh itu terus dipolitisir, kata Dedek, tak menutup kemungkinan nama baik Gubernur makin tercoreng.

“Bagi rival politiknya, memang itu yang diinginkan. Bagaimana menciptakan situasi negatif bagi Gubernur. Karena dia petahana. Jadi, Fachrori diserang lewat sisi kinerja. Publik hendak digiring seolah Fachrori tak mampu menyelesaikan kegaduhan,”kata Dedek.

Akademisi asal Sarolangun itu, bahkan menyayangkan langkah sejumlah pihak yang mulai menyeret pergantian Kepsek dan penonjoban itu ke ranah politik.

“Saya kira itu tak etis. Kasus itu jangan lah ditunggangi. Karena terkesan tidak profesional,”ujar Dedek.

Dedek mengingatkan, para pejabat juga jangan mau diseret ke ranah politik. Sebab, kata Dedek,

“Karir anda masih panjang. tunjukkan saja loyalitas anda. Kalau begini cara anda bersikap, siapapun pemimpinnya¬† kedepan, ia akan menilai bahwa anda punya jejak buruk terhadap pemimpin. Anda pasti tak akan dipilih. Karir anda akan tertutup,”katanya.(*)

News Feed