by

Gara-gara Alih Fungsi Lahan, Bahan Baku Sawah Jambi Menyusut

Pemerintah merilis pembaruan data luas baku sawah menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) dan citra satelit. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat, luas bahan baku sawah pada 2019 sebesar 7,46 juta hektare atau naik 300 ribu hektare dibandingkan 2018 seluas 7,1 juta hektare.

Tapi, dibalik bertambahnya bahan baku sawah itu, di Provinsi Jambi justru sebaliknya. Dari catatan ATR, Jambi termasuk diantara sederet daerah yang mengalami penyusutan bahan baku Sawah.

Selain Jambi, penyusutan luas lahan baku sawah juga terjadi di sejumlah wilayah, seperti Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Aceh, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Riau. Penurunan luas lahan baku terjadi lantaran ada alih fungsi lahan.

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan, sawah merupakan areal tanah pertanian yang secara periodik atau terus menerus ditanami padi atau diselangi tanaman tebu, tembakau, atau tanaman lainnya. Ini artinya, definisi lahan sawah tersebut juga berlaku bagi lahan yang tidak terus ditanami padi sepanjang tahun.

Pendataan luas lahan baku sawah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN No.686/SK-PG.03.03/XII/2019 Tanggal 17 Desember 2019 tentang Penetapan Luas Lahan Baku Sawah Nasional Tahun 2019. Dalam keputusan tersebut, total luas baku sawah 2019 mencapai 7.463.948 hektare. Informasi luas lahan baku sawah digunakan sebagai dasar penghitungan luas panen padi.

Meski ada yang menyusut, lanjut Sofyan, secara keseluruhan bahan baku sawah di Indonesia mengalami kenaikan. Menurutnya, kenaikan tersebut dikarenakan ada lahan sawah yang sebelumnya tak terlacak oleh citra satelit.

“Pada 2018, citra satelit waktu itu sedang musim hujan sehingga yang terlihat air. Tapi kalau musim kering ditanami padi,” kata Sofyan. Adapun penghitungan luas lahan baku sawah tersebut juga dilakukan atas masukan dari sejumlah daerah yang mengatakan lahan sawahnya belum terdata secara akurat.

Adapun penambahan luas lahan baku sawah menurutnya terjadi di beberapa daerah, seperti di Jawa Timur, Lampung, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, dan Bangka Belitung.

Secara rinci, lahan baku sawah terluas berada di Jawa Timur, yaitu 1,21 juta hektar, diikuti Jawa Tengah seluas 1,04 juta hektar dan Jawa Barat seluas 928,2 ribu hektar. Setelah Jawa, lahan baku sawah terluas berada di Sulawesi Selatan seluas 654,8 ribu hektare, Sumatera Selatan 470,6 ribu hektare, Lampung 361,6 ribu hektare, Sumatera Utara 308,6 ribu hektare, dan Kalimantan Selatan 291,1 ribu hektare.(*)

 

News Feed