by

Cek Endra Subuh Keliling, Ada yang Was-was

Program Subuh Keliling Cek Endra itu kian diminati warga. Tapi, sebaliknya ada yang was-was. Anak buah Fasha gerah.

—————-

Persamuhan itu berlangsung hingga Senin dinihari, 3 Februari 2020. Sejumlah Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo hadir.

Suasana rapat di kantor lurah Mayang Mangurai itu sempat tegang. Para Ketua RT itu terkaget-kaget ketika Mustari Affandi, Camat Alam Barajo itu tetiba menerbitkan intruksi: melarang kandidat Gubernur berpidato di acara subuh keliling.

Subuh keliling adalah program Cek Endra, Bupati Sarolangun. Saban hari, ia selalu sholat subuh, bergerak dari masjid satu ke masjid lain. Tak hanya di Jambi, saat dinas ke daerah luar pun, Cek Endra tetap subuhan di Masjid.

Dikutip dari Jambi Day, Camat Alam Barajo ketika diwawancara Popy Bustami, wartawan Jambi Day, membenarkan ihwal pertemuan itu. Bahkan, ia mengakui meminta RT melarang kandidat berpidato di acara Subling.

“Benar adanya saya mengumpulkan RT di Kantor Lurah Mayang Mangurai. Kapasitas saya bicara sebagai camat, bicara dengan ketua RT di lingkup saya,”kata Mustari Affandi kepada Jambi Day.

“Lagian, kapasitas mereka untuk menyampaikan kata sambutan itu sebagai apa, ” imbuhnya.

Tapi, mantan Camat Pasar itu berdalih, tak menyebut nama cagub tertentu dalam persamuhan itu.

“Tidak menyebutkan nama kandidat satupun. Tidak pernah melarang kegiatan ibadah. Saya hanya minta jangan menggunakan rumah ibadah untuk meminta dukungan masyarakat. Itu yang tidak boleh, ” ujarnya.

Adri, Direktur CE Center menyayangkan sikap Camat Alam Barajo. Pengacara ternama yang akrab dengan sebutan Panglima Anjali itu, bahkan menuding Mustari terlalu berlebihan.

“Kok orang ibadah dilarang-larang. Ini tidak elok. Janganlah menggunakan kekuasaan untuk menakuti rakyat. Apalagi ini ibadah, jangan dipolitisir lah, jangan lebai,”kata Adri.

Adri lantas mengingatkan anak buah Fasha itu, agar tahu posisi. Ia minta menahan diri dan tak panik menyikapi demokrasi.

“Kita juga tidak pernah melarang kandidat manapun untuk melakukan kegiatan sosialisasi di setiap daerah. Jadi jangan ciptakan Kota Jambi ter kotak-kotak. Ciptakan persatuan dan kesatuan, masih jauh waktunya lagi. Yang hadir di mesjid, belum tentu setuju juga di bilik suara. Jangan panik lah, nyantai saja, ” katanya sembari tertawa lepas.(*)

News Feed