by

Ribuan Tuo Tengganai di Belakang Cek Endra

Dari Sungai Bahar, Cek Endra kembali menggempur kampung halamannya. Mengumpulkan ribuan tokoh masyarakat dan tuo tengganai Sarolangun.

——————

Selepas disambut lautan manusia di Sungai Bahar, Muaro Jambi, Cek Endra bergegas pulang ke Sarolangun. Esoknya, Jumat 31 Januari 2020 (tadi malam), ribuan orang–alim ulama, ninek mamak, tuo tengganai–, sudah menanti Cek Endra.

Satu per satu mereka merapat ke kediaman pribadi Cek Endra itu, persis di depan lapangan Sepak Bola Sriwijaya, Sarolangun. Kian malam kian ramai. Memboyong istri turut serta, rumah Cek Endra itu tumpek blek, bahkan meluber hingga ke badan jalan.

Sementara ibu-ibu menyesaki ruang bagian tengah hingga teras rumah. Para bapak-bapak justru menyesaki ruangan hingga ke bawah tenda. Ramai-ramai datang ke rumah Bupati Sarolangun dua periode itu, mereka menyatakan sikap mendukung langkah Cek Endra menjadi Gubernur Jambi.

“Dari lubuk hati yang paling dalam. Sebagai putra terbaik Sarolangun, kami pendukung penuh haji Cek Endra menjadi Gubernur Jambi,”

Selain putra daerah, dukungan kepada tokoh yang kini akrab dengan sebutan CE itu, karena beberapa asbab. Toha misalnya, menyebut CE adalah sosok yang peduli rakyat kecil. Di tangan CE, ekonomi warga Sarolangun kian baik. Masa depan pun kian cerah.

Tidak hanya infrastruktur, semasa memimpin Sarolangun, CE konsen membangun ekonomi warga. Lewat program P2DK itu. Dengan bantuan uang cash 200 juta per desa. Uang dikelola langsung oleh warga. Coba tengok, semasa CE, kini banyak warga sudah punya usaha. Beberapa diantaranya, sukses menggunakan uang itu untuk modal usaha. Misalnya, kini banyak warga yang sukses berternak sapi, ternak ayam, bahkan punya kolam ikan.

Semuanya mendapat manfaat.

Di bidang keagamaan, lanjut Toha, CE satu-satunya Bupati yang paling serius. Maklum, hanya semasa CE pondok pesantren itu, Alhamdulillah…hidup dalam kesejahteraan. Menggulirkan bantuan lahan 5 hektar tiap ponpes, CE juga konsen membantu pembangunan dan peningkatan kesejahteraan guru di pondok.

Belum lagi lewat gerakan mengajinya. CE sukses membangun mental dan karakter anak-anak Sarolangun lewat program mengaji sebelum belajar, di tiap sekolah. Bayangkan, bukan hanya siswa yang terpapar dampak positifnya.

“Para guru juga, rupanya mulai banyak ikut belajar ngaji,”kata Cek Endra.

Mempelopori subuh keliling, saban hari Cek Endra memboyong anak buahnya, datang dari satu masjid ke masjid lain. Satu harapannya; agar warga ikut semangat memakmurkan masjid. Karena, menurut Cek Endra, negeri akan makmur kalaulah rakyatnya taat dan rajin ke masjid.

“Itu sudah janji Allah,”katanya.

Nah,

Menyapa ribuan tokoh dan tuo tengganai itu, Cek Endra memohon doa restu. Menjadi Gubernur, satu saja cita-citanya. Ingin menduplikasi program ekonomi dan keagamaan yang sudah ia gulirkan di Sarolangun, agar bisa meluas. Dan turut dirasakan warga hingga ke daerah lain.

“Tanpa restu ninik mamak, tuo tengganai, perjuangan ini tidak akan barokah. Pada malam dan bulan yang elok ini, sayo menyampaikan hajat dan niat baik sayo. Mohon restu dan doakan sayo untuk maju pada Pemilihan Gubernur mendatang,”kata Cek Endra disambut riuh tepuk tangan.

Persamuhan ditutup dengan ramah tamah. Sebelum beringsut, para tokoh itu menyalami Cek Endra dan mendoakan kebaikan serta kelancaran perjuangannya.(*)

Berikut Foto-fotonya :

Ribuan tokoh dan tuo tengganai saat menyesaki kediaman Cek Endra
emak-emak turut hadir di pertemuan dan silaturahmi bersama Cek Endra
Suasana pertemuan di kediaman pribadi Cek Endra
Emak-emak antusias menyambut Cek Endra

News Feed