by

Sapa Warga Pemayung, Cek Endra : Saya Nyalon Gubernur, Bukan Wakil

Dari Bungo, gerilya politik Cek Endra berlanjut ke Kabupaten Batanghari. Mempertegas melaju Pilgub untuk nomor satu, bukan dua.
————–

Menerobos mendung, Cek Endra meluncur dari kediamannya di komplek DPRD Telanaipura menuju Desa Lubuk Ruso, Pemayung, Batanghari. Menjelang asar, Cek Endra dan rombongan tiba di kediaman Nazmi, salah satu tokoh masyarakat Lubuk Ruso.

Sementara warga yang menyesaki kediaman Nazmi itu berbondong-bondong menyambut kedatangan Cek Endra.
Bupati Sarolangun dua periode itu justru membalas dengan menyalami satu per satu warga yang menghampirinya.
Dari arah kerumunan, seorang warga tetiba memekik.

“Hidup Cek Endraaaa…..,”
Yel-yel Cek Endra menang mendadak bersahutan.

“Mudah-mudahan bapak terpilih menjadi Gubernur Jambi,”celetuk Nazmi, mengawali sambutannya. Adik kandung Kepala Desa (Kades) Lubuk Ruso itu tak main-main. Mendukung Cek Endra, ia siap mempertaruhkan jiwa raganya. Nazmi memastikan suara lima desa di Pemayung, akan berkiblat ke Cek Endra.

“Insyaallah pak. Kami warga Pemayung bersiap masuk barisan Cek Endra,”ujar Nazmi berapi-api.

Ambasri, Wakil Ketua Lembaga Adat Pemayung itu pun sama. Kendati usianya mulai sepuh, Ambasri bersiap keliling ke 144 Desa di Batanghari, untuk mengkampanyekan Cek Endra. Ia tanpa pamrih dan tak berharap apa-apa kecuali teman masa remajanya itu gemilang menuju tahta gubernur.

Ambasri, bahkan telah memulai gerakan itu–selain mengajak sanak keluarganya, ia juga telah mensosialisasikan Cek Endra dikalangan warga Kampung Pulau–. Mengajak warga mendukung Cek Endra, Ambasri menyeru lewat peribahasa.

“Mari…tibo di bahu kito pikul, tibo di tangan kito jinjing. Kami siap menangkan Cek Endra”warga yang tumpek blek itu bergegas menyambut seruan Ambasri.
“Kami siapppppp,”pekik mereka.

Mengenakan kemeja bercorak biru, tokoh inisial CE itu menyapa tokoh pemayung yang hadir–dari kades, mantan kades hingga tokoh adat setempat–. Ia lantas mengenalkan sederet tokoh yang diboyongnya dari Jambi.

CE misalnya, mengenalkan eks Sekda Sarolangun Basari, eks Kadis Perdagangan Provinsi Jambi Muzakki, dan politisi Musharsyah. CE juga mengenalkan Adri SH MH, advokat kondang yang kini dipercaya menjabat Direktur CE Center.

Dihadapan warga, CE bernostalgia semasa remaja di Lubuk Ruso. “Dulu, jaman sungai. Sayo sering lewat lubuk ruso. Pakai motor,”ujar CE sembari melempar senyum.

Lahir di Mandiangin, CE memang tak asing dengan Lubuk Ruso. Maklum, sebelum beringsut ke Kota Jambi, ia kerap mampir dan main bersama Ambasri–tokoh adat itu–. Makanya, CE mahfum apa yang kini dirasakan warga. Akses jalan yang, maaf, jeleknya sudah kelewatan itu, mesti segera dicarikan solusi. Kelak, bila dipercaya menjadi Gubernur, CE memastikan semua jalan berstatus provinsi, akan dibuat mulus lus.

“Yang menjadi kewenangan kabupaten, gubernur sebagai ketua kelas bisa menjewer para bupati. Supaya segera memperbaiki jalan di daerahnya,”kata CE.

Selain bercerita ihwal masa remajanya di Lubuk Ruso, CE juga bercerita tentang kiprahnya, hingga menjadi seorang Bupati. “Sayo sekolah di Jambi dan lanjut kuliah di Jogja. Lalu kerjo di Jakarta,”katanya.

Pernah dipercaya memangku jabatan tertinggi di sebuah perusahaan pembiayaan, CE melalangbuana ke berbagai negara. Dari Inggris, Taiwan, Thailand hingga Singapura. Maklum, CE kini satu-satunya kandidat gubernur yang punya pengalaman bekerja di Luar Negeri. Tentunya, kemampuan cakap bahasa inggrisnya, ohhh….tak perlu diragukan lagi.

Nah,

Pertemuannya dengan Hasan Basri Agus (HBA), tahun 2006 silam, menjadi titik awal CE berbelok ke politik. Kala itu, HBA menggaetnya menjadi wakil Bupati di Pilkada Sarolangun. ehhhh…Dewi fortuna pun berpihak padanya. HBA-CE sukses memenangi Pilkada Sarolangun.

CE kembali mujur. Dialah satu-satunya Kepala Daerah di Jambi–bahkan di Indonesia–, yang punya SK 3 kali menjadi Bupati.

Ya….

Berawal pada tahun 2010, ketika HBA melenggang ke kursi gubernur. CE otomatis naik menjadi Bupati Defenitif, mengisi kekosongan paruh waktu. Selepas itu, CE lagi-lagi memenagi Pilkada hingga dua kali.

“Jadi, saya satu-satunya yang punya tiga SK Bupati,”selorohnya.

Pada Pilgub kali ini, CE berikhtiar hendak menjadi gubernur. Karena itu, ia mohon doa dan restu serta dukungan warga, agar niatnya dimudahkan. “Visi misi sudah dibuat. Pengalaman komplit. Baik birokrasi maupun swasta. Insyaallah, jika menjadi gubernur, saya ingin bantu menyelesaikan problem warga, yang selama ini kurang diperhatikan. Terutama menyangkut jalan,”katanya.

Warga tak boleh lagi mengeluh. Jalan tak boleh ada lagi yang jelek. Lebih penting lagi, kata CE, niatnya menjadi Gubernur untuk menyetarakan Jambi dengan provinsi lain.

“Supayo Jambi tak dipandang remeh lagi. Sayo ingin mengangkat derajat Jambi di level nasional,”katanya disambut gemuruh tepuk tangan.

CE sedih. Selama ini, Jambi, maaf, kurang dilirik. Ingin sekali ia memberontak. Tapi, apa daya. Ia hanya sekelas Bupati, Bukan Gubernur. Karena itu, menjadi Gubernur, CE ingin mengangkat derajat Jambi, supaya lebih dikenal lagi. Agar Jambi lebih hebat lagi. Lebih maju lagi.

“Saya mewakafkan diri untuk masyarakat. Saya mohon bantuan, restu yang tulus dan ikhlas. Sampaikan salam saya dengan keluarga yang tak sempat hadir. Mari kita berjuang. Wujudkan mimpi Jambi lebih baik,”katanya.

Saatnya bangga jadi warga Jambi. CE pun mengingatkan, jangan sampai warga salah pilih pemimpin. Bak mendorong mobil mogok. Dia menang Anda tinggal.

Persamuhan lantas ditutup dengan tanya jawab. Warga antusias menyatakan dukungan dan siap pasang badan bersama Cek Endra. Selain masalah jalan, warga mengeluhkan tentang irigasi persawahan dan jauhnya pusat kesehatan masyarakat.

CE pun mengakhiri sambutan dengan kembali mempertegas.

“Saya maju untuk Gubernur bukan wakil,”katanya.(*)

News Feed