by

Politik Santun ala Dua Kandidat Gubernur

Dengan suara lirih dan terbata-bata, Hj Hapni Hasnah–Ibu kandung Bupati Sarolangun– itu, membisikkan sesuatu ke telinga Gubernur Jambi Fachrori Umar.

——————

Kabar sakitnya ibunda Cek Endra mendadak viral di jejaring sosial media. Netizen ramai-ramai mengirimkan doa. Berharap kesembuhan. Fachrori Umar baru saja tiba di kantor Gubernur ketika Miftahul ikhlas menyampaikan kabar itu. Paul–begitu Ketua Tim Keluarga Fachrori Umar ini akrab disapa–, menengokkan tangkapan layar akun Facebook Ferry Blak, ihwal dirawatnya ibunda Cek Endra di Rumah Sakit Tentara.

“Sejak kapan dirawatnya?”tanya Fachrori ke Paul.

Tanpa berfikir panjang, Fachrori bergegas memerintahkan sang ajudan untuk membuat jadwal lawatan. “Tolong…tamu-tamu yang mau ketemu dan bisa digeser jadwalnya, di geser aja,”kata Fachrori.

Hari itu, Fachrori hanya menerima tetamu penting dan mendesak. Sementara, jadwal rapat dan beberapa pertemuan lainnya ia geser di waktu lain. Seusai zuhur, dengan mengendarai sedan camry plat BH 1 itu, Fachrori meluncur ke rumah sakit tentara, di kawasan Pasar Kota Jambi. Menerobos terik panas, iring-iringan Fachrori sempat disergap macet panjang di Lampu Merah Kawasan Museum Broni.

Seorang pengawal terpaksa turun dan bergegas mendorong sebuah mobil terios berkelir hitam yang mogok di tengah jalan. Dengan susah payah, ia mendorong mobil itu hingga ke tepi. Iringan mobil gubernur pun akhirnya bisa melintas.

“Tadi sempat dihadang macet,”kata Paul.

Sementara, seusai makan siang, Cek Endra sebenarnya hendak pulang ke rumah untuk istirahat. Tapi, tetiba ia menerima kabar Gubernur Jambi akan datang membesuk ibundanya.

“Saya balik lagi ke DKT. Infonya pak gubernur mau ke sini,”kata Cek Endra.

Terbaring lemah di ruang ICCU, dengan infus dan sejumlah peralatan oksigen tambahan, Cek Endra menyebut sang ibundanya sakit lantaran sepuh. “Umurnya sudah 92 tahun,”kata Cek Endra kepada Fachrori.

Turut menyambut lawatan Fachrori, Cik Marleni–adik kandung Cek Endra– itu tetiba membisikkan sesuatu ke telinga sang Ibunda. “Ini pak Gubernur mak,”ujarnya pelan.

Fachrori lantas memimpin doa, sembari mengangkat kedua tangan, memohon kesembuhan Ibu Cek Endra. Sementara Cek Endra, istrinya Rosita Endra, Cik Marleni, Cik Paul dan beberapa tim dari kedua kandidat Gubernur itu turut mengamini.

Sebelum beringsut, Fachrori sempat menggamit tangan kanan Hj Hapni Hasnah dan mengecupnya. Dengan suara lirih dan terbata-bata, Hj Hapni Hasnah berujar…

“Maaf lahir bathin…,”ucapnya.

Air matanya mendadak jatuh. Seisi ruangan tetiba terdiam. Semuanya disergap haru.

Fachrori berusaha membesarkan hati Cek Endra sekeluarga. “Sudah segar. Ingatannya pun masih kuat. Insyaallah lekas sembuh,”kata Fachrori.

Cek Endra beserta istri dan keluarga sempat mengiri Fachrori hingga menuju kendaraannya. Keduanya berjalan diantara lorong rumah sakit, didampingi tim kedua kandidat. Dari barisan Cek Endra misalnya, terlihat ada Politisi Golkar Raja Indra dan Saut Yansen. Sedangkan dari barisan Fachrori, selain Cik Paul, terlihat nongol Jefri Bintara Pardede, Junaidi Salim, Matgedebot.

Di pintu lorong menuju ruang ICCU–persis di samping laboratorium–, Cek Endra dan Fachrori mendadak berhenti. Cek Endra yang sebelumnya berdiri tegak di samping kanan Fachrori, tetiba merubah posisi. Ia berusaha bergeser hingga berdiri di samping kiri Fachrori.

Sembari melempar senyum mengembang, dua kandidat Gubernur itu tetiba berangkulan dan mendadak mengangkat tangan salam komando. Tim pemenangan dua kandidat dan wartawan yang hadir menyaksikan momen itu bergegas mengabadikan foto itu. Beberapa jenak kemudian, foto mesra dua kandidat Gubernur itu pun viral di media sosial.

“Mudah-mudahan lekas sehat. kita doakan yang terbaik. Tadi sudah bisa senyum,”ujar Fachrori diwawancara wartawan.

Cek Endra tak henti-hentinya berterimakasih. Ditengah kesibukannya, Gubernur sempat membesuk ibundanya sekaligus mendoakan.

“Terimakasih pak Gubernur. Semoga doa beliau dan silaturahmi ini menjadi kebaikan bagi keluarga kami,”kata Cek Endra.

Raja Indra dan Paul menyambut haru pertemuan dua tokoh ini. Kendati sama-sama berikhtiar merebut tahta gubernur, Fachrori dan Cek Endra tetap harmonis. Tetap mesra dan berangkulan, tak seperti seorang rival yang saling sikut karena tengah bertempur.

“Ini kesantunan yang patut dicontoh. Meski sama-sama akan menjadi Gubernur, tapi silaturahmi tetap terjaga,”kata Raja Indra, tim Cek Endra.

“Inilah demokrasi yang sebenarnya. Kedua tokoh ini telah mengajarkan kepada kita, kompetisi boleh, silaturahmi tetap terjaga. Ini contoh yang baik,”Paul menimpali.

Sementara, Pengamat Kebijakan Publik Dr Dedek Kusnadi–yang turut hadir menjenguk ibunda Cek Endra–itu, berpendapat politik santun, seperti yang ditunjukkan Fachrori dan Cek Endra, sudah jarang terjadi. Karena itu, Dosen UIN STS Jambi itu angkat topi dengan sikap keduanya.

“Mereka ini tokoh yang luar biasa. Bisa harmonis, meski tengah berkompetisi. Fenomena yang jarang kita temui,”ujarnya.

Ia berharap, semua kandidat gubernur mencontoh sikap CE dan FU itu. Pesta demokrasi, kata dia, semestinya dijalani dengan riang gembira. “Bukan dengan muka masam dan masygul,”selorohnya.(*)

[AWIN]

Ini foto-fotonya :

Cek Endra mengatarkan Fachrori hingga ke mobilnya

Cek Endra menyambut kedatangan Fachrori Umar
Fachrori didampingi Cek Endra ketika menjenguk Ibundanya di ICCU RS DKT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

News Feed