by

Kembali Sisir Batanghari, Cek Endra Galang Warga Mersam

Dari tepian Sungai Batanghari, Cek Endra bergerilya menggalang massa. Mendapat restu warga Desa Kembang Tanjung, Mersam, Batanghari.

——————

Jalan setapak sepanjang 100 meter itu dijejali ribuan orang. Sementara di sebelah kirinya berjejer rumah panggung–rerata berbahan kayu–itu. Sebelah kanannya, justru mengalir tenang Sungai Terpanjang di Sumatera.

Pintu masuk lokasi itu terhalang secarik kain–yang didesain membentuk kepala perahu–. Warga yang menyesaki sepanjang jalan itu, dideskripsikan seolah-olah tengah berlayar menaiki perahu. Disinilah, kandidat Gubernur Cek Endra bergerilya menyapa warga.

Mengenakan batik bercorak kembang, Cek Endra datang ditemani koleganya, Arzanil alias Canel–Ketua CE Family Batanghari–. Berjalan kaki menyusuri jalan setapak, Cek Endra menyalami satu persatu warga yang meramaikan giat Maulid Nabi itu.

Dari atas panggung, Cek Endra mengawali sambutan dengan mengenalkan latar belakangnya. “Sayo asli Mandiangin. Orang dusun dekat sinilah,”kata Cek Endra sembari melempar senyum.

ribuan warga itu tumpek blek menyambut kedatangan Cek Endra

Dihadapan ribuan warga, tokoh berinisial CE itu tampil mempesona. Bicaranya tajam dan berbobot. Warga pun terkesima, tunduk takzim mendengar. Disergap waktu nan sempit itu, CE bergegas memohon restu. Ia, dengan amat hati-hati menyampaikan hajatnya ke warga–kepengen didukung dan berharap restu dari warga Mersam—. Tanpa restu warga, kata CE, kemenangan ibarat jauh panggang dari api.

“Kalau selamo ini nengok sayo hanya lewat baleho atau kalender. Hari ini, kita bisa berjumpa langsung. Sayo ingin silaturahim dan mohon restu mau maju Pilkada Gubernur,”tutur Cek Endra.

Ikhtiar menuju Jambi 1, lanjutnya, bukan untuk petantang-petenteng. Atau semata, maaf, demi menumpuk harta kekayaan, misalnya. Oh…Tidak.

Bagi CE, urusan duniawi sudah beres. Sebab, secara ekonomi, CE sudah jauh dari kata cukup. Menjadi Gubernur, satu saja cita-citanya :  Ingin menengok Jambi Maju.

Lihat saja, semasa menjadi Bupati–lagi-lagi CE mengirim contoh–, warga Sarolangun, utamanya mereka yang tinggal di kampung-kampung itu, bahagianya bukan main. Gara-gara bantuan modal Rp 200 juta per desa itu, mereka bisa mengelola dana tersebut untuk berbagai keperluan, termasuk modal usaha.

“Ada yang pakai untuk modal ternak sapi, ternak kerbau, kambing dan sebagainya. Ada pula yang dipakai untuk modal kerja. Macam-macam,”kata Cek Endra.

Maklum, dua periode memimpin Sarolangun, nama CE harum. Bergerilya dari desa ke desa, CE fokus mengerek ekonomi warga desa–Lewat program bantuan modal Rp 200 juta itu–.

Alhamdulillah…ekonomi warga kian bersinar. Dapur bisa ngebul lagi.

Sementara, kata CE, bukankah ekonomi Jambi sangat tergantung dari ekonomi rakyat?.

Ia percaya, kalaulah ekonomi rakyat hancur, babak belur pula negeri Jambi. Makanya, jika kelak dipercaya rakyat menjadi Gubernur, CE emoh muluk-muluk. Ia ogah umbar janji–yang justru kerap tak mampu di penuhi–.

“Sayo hanya ingin meneruskan program ekonomi rakyat itu ke seluruh daerah, termasuk di Batanghari ini. Kalau Sarolangun sanggup anggarkan Rp 200 juta per desa, insyallah, anggaran Provinsi bisa lebih dari itu,”ujarnya.

Dengan pengalamannya membangun ekonomi Desa itu, CE haqqulyakin bisa memperluas program ini ke seantero Jambi.

“Insyallah…program ini akan jadi unggulan,”katanya.

Disamping mengerek ekonomi warga dan membangun infrastruktur itu–yang menjadi tanggungjawab Provinsi–, ikhtiar CE menjadi Gubernur guna memperbaiki moral anak muda–yang kini kian mengkhawatirkan–. Masa depan pemuda, naudzubillah, sudah diambang ancaman narkoba.

CE pun geleng-geleng. Ia kaget ketika tahu Jambi masuk 5 besar peredaran obat bius itu.

Ehmmm………..

Karena itu, kata dia, memperkuat agama menjadi solusi utama membentengi anak muda. Kejahatan teknologi dan narkoba, lanjut CE, hanya bisa dilawan dengan mempertebal iman dan takwa anak muda kepada sang maha pencipta.

“Seperti di Sarolangun. Saya gulirkan program unggulan keagamaan, disamping ekonomi dan infrastruktur. Tujuannya apa? Supaya akhlak dan moral anak muda menjadi baik,”ujarnya.

Selain membumikan gerakan mengaji, wujud program keagamaan itu, misalnya, seperti gerakan memakmurkan masjid dan subuh keliling.

“Dengan menjadi gubernur, saya ingin menolong agama Allah. Ingin memperbaiki akhlak anak-anak kita,”ujarnya.

Bupati dua periode itu lantas memekik.

“Siap mendukungggg………..,”

Ribuan warga itu bergegas menyambar. “Siyapppppppppp……..,”

Mengakhiri persamuhan, CE beringsut setelah menyerahkan bantuan kepada panitia.

Thamrin, tokoh setempat itu bersiap memimpin pertempuran untuk Cek Endra. Selain pasang badan, Thamrin akan memobilisasi suara Mersam ke tokoh dengan slogan Jambi Maju itu.(*)

[AWIN]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

News Feed