by

Subuhan di Masjid Samping KONI, Cek Endra Serukan Jamaah Tiru Turki

Menyeru warga memakmurkan Masjid, Cek Endra ajak jamaah ramaikan subuh laiknya Jumatan.

————-

Langit masih berselimut gelap ketika Cek Endra bergerak dari kediamannya, di komplek DPRD, Kawasan Telanaipura, Rabu pagi, 8 Januari 2020. Sholat subuh di Masjid Istiqomah, Kebun Kelapo, Pasar Jambi–Persis di samping Stadion KONI Jambi–, kehadiran Cek Endra disambut gegap gempita.

Jamaah yang duduk di halaman teras masjid itu mendadak berdiri–mereka bergegas menyambut Bupati Sarolangun dua periode itu–. Turun dari kendaraan pribadinya, tokoh berinisial CE menggamit tangan satu-per satu jamaah yang menyesaki rumah Allah itu.

“Pak Bupati….”sapa jamaah.

Seusai subuhan, pengurus Masjid meminta kesediaan CE untuk menyapa warga. Mengenakan setelan serba putih, CE emoh giat subuh keliling itu dimaknai politik.

Sebab, kata dia, menegakkan sholat subuh bagi kaum muslimin adalah kewajiban. Bahkan, lanjut CE, Nabi Muhammad tak pernah absen subuhan di masjid.

“Ibadah itu tak ada muatan politik. Ini kewajiban. Saya mengajak kita semua, ayo makmurkan masjid,”kata Cek Endra.

Ia berharap, jamaah antusias memakmurkan masjid, utamanya di waktu subuh. Bila perlu, ujar CE, jamaah subuh penuh sesak laiknya Jumatan.

“Kalau ini terjadi, Insyallah keberkahan dan pertolongan Allah segera datang,”ujarnya.

CE lantas menukil kisah Erdogan, yang sukses membangun Turki. Kuncinya satu, kata CE, Erdogan konsisten membangun moral dan mengajak warga memakmurkan masjid.

“Turki menjadi negara makmur karena warganya rajin sholat di masjid,”tutur CE disambut gemuruh takbir jamaah yang bersahutan.

Sementara, ustad Amin, menyebut Cek Endra sosok pemimpin idaman umat. Di masa kini, kata Ustad Amin, tak banyak pemimpin yang konsisten menyeru warganya kembali ke Masjid.

“Kita doakan, smoga Allah SWT memberkahi pak Bupati dan mencapaikan cita-citanya. Kita butuh sosok pemimpin seperti ini. Yang mengajak warganya rajin sholat,”ujarnya.

Subuh keliling itu telah di mulai sejak beberapa tahun silam. Semasa menjadi Bupati Sarolangun, CE menggulirkan program subling ini, bergerak dari satu masjid ke masjid lain.

Syahdan, ketika dinas ke luar daerah. CE tetap menjaga subuh di masjid. Di Sarolangun, CE bahkan menggerakkan semua anak buahnya, untuk memakmurkan masjid. Bagi yang enggan, CE menyiapkan sanksi.

Puluhan wajah anak yatim itu berseri-seri. Berbaris membentuk dua shaf–seperti orang Sholat–, satu per satu mereka menggamit dan mencium tangan Cek Endra. Sebuah amplop putih berisi sejumlah uang, meluncur ke tangan anak yatim piatu itu.

“Ini bantuan saya untuk anak-anak saya. Smoga bermanfaat ya. Baik-baik sekolahnya,”sapa CE yang menyerahkan langsung santunan itu, seusai ustad Amin berceramah.

Di teras masjid, puluhan sopir angkot sudah menanti. Mereka berdiri berjejer, ingin menyambut CE yang hendak beringsut.

Para sopir angkot pun, pagi itu ikut bahagia. CE mendadak, membagikan rizkinya kepada mereka.

“Alhamdullilah…selain ikut ibadah, kami dapat rejeki pagi-pagi. Dak perlu lagi mikir setoran hari ini,”ujar Herwandi, koordinator sopir angkot.

Mulai pagi itu, Herwandi Cs akan bergabung bersama pejuang subuh, untuk setia memakmurkan masjid.(*)

 

News Feed