by

Putra Koto Renah Kerinci itu Berkibar di Polda Sulteng

Mengikut Jejak Inspektur Jenderal Polisi Syafril Nursal, Putra Koto Renah Kerinci itu resmi menyandang pangkat Komisaris Besar Polisi.

—————–

Sedari kecil, Novia Jaya memang sudah kepincut dengan orang-orang berseragam polisi. Tapi, ia tak pernah menyangka bakal betul-betul menjadi polisi.

Maklum, lahir di kaki Gunung Kerinci–tepatnya di Koto Renah–, bagi Novia Jaya, bisa sekolah hingga perguruan tinggi saja sudah cukup. Mimpi berseragam polisi kian terkubur ketika Novia Jaya, justru asyik-masyuk berjibaku dengan dunia kuliah. Hari-harinya habis diantara buku dan kampus.

Seperti lazimnya, tantangan seorang sarjana itu berawal ketika ba’da kuliah. Berebut pekerjaan dengan gelar S1, bukan perkara mudah. Novia Jaya pun sempat mengalami kondisi serupa. Menenteng ijazah S1 sejak 1993, Novia Jaya kudu memeras otak.

Semua peluang dicoba.

Sampai suatu ketika–dua tahun pasca tamat S1–, peluang itu datang. Mulanya, Novia Jaya cuma iseng ikut tes Polisi lewat jalur sekolah perwira. Beruntung. Dewi fortuna berpihak padanya.

“Saya lolos sebagai calon perwira prajurit karir pada 1995,”katanya.

Dari sinilah, karir Novi Jaya di kepolisian dimulai.

Menjadi perwira Bhayangkara, Novi Jaya mengawali karir sebagai perwira pertama di Polda Sumbar. Delapan tahun di Polda Sumbar, ia mengemban berbagai posisi penting. Peraih tanda jasa Satya Lencana Kesetiaan tiga kali berturut-turut itu misalnya, pernah ditugasi sebagai Kasubbag Bin Ops Bagian Serse Titpiter Dit Serse Polda Sumbar.

Empat tahun berselang (1999), Novia Jaya berpindah tugas ke Kota Pariaman. Di Polres Pariaman, Novia Jaya memangku jabatan Kasat Serse. Dari sana, ia bergeser Polresta Padang–juga jabatan Kasat Serse–, hingga kembali ke Polda Sumbar sebagai Kasubbag Doklit bagian analisis Dit Reskrim, tahun 2003.

Dari ranah minang, karir Novia Jaya terus menanjak. Pindah ke Polda Jawa Barat tahun 2004, Novia Jaya dipercaya menjadi Kanit 1 Sat Binluh Dit Narkoba. Lima tahun di Polda Sumbar, Novia Jaya beberapa kali pindah tugas, misalnya pernah dipercaya menjadi Kabag Ops Polresta Banjar, lalu Kanit II Sat Ops I Dit Reskrim hingga menjadi Gadik Instruktur Sekolah Polisi Negara Cisarua.

Di tahun 2009 itu, Novia Jaya berkesempatan menjalani pendidikan Sespim Polri. Lulus sespim, ia beringsut ke Polda Sulawesi Tengah. Di Polda Sulteng, Novia Jaya berkarir hingga kini, tahun 2020 ini.

Semasa di Sulteng, polisi dengan spesialis serse itu mengemban berbagai jabatan tugas. Selain pernah dipercaya menjadi Kasubdit III Ditreskrimsus, Novia Jaya juga pernah menjadi orang nomor satu di Polres Parigi Moutong.

Dua tahun menjabat Kapolres, tepat 23 September 2015, Novia Jaya dipercaya komandannya menahkodai Sekolah Polisi Negara Labuan Panimba–hingga sekarang–.

Sepekan yang lalu, Polisi dengan NRP 69110410 itu resmi menyandang pangkat baru, komisaris besar Polisi. Mengikuti jejak seniornya–Syafril Nursal–, yang sudah duluan menyandang pangkat bintang dua. Sebagai Kepala SPN, Novia Jaya naik pangkat dari AKBP menjadi Kombes Pol–polisi dengan tiga melati di pundak–.

“Semua kesuksesan ini, tak lepas dari doa orang tua dan keluarga,”katanya.(*)

[AWIN]

News Feed