by

Etnis Jawa Pamenang Bersatu Dukung Cek Endra

Gelombang dukungan untuk Bupati Sarolangun itu kian membesar. Dari basis Al Haris, warga etnis Jawa Pamenang berbondong-bondong merapat ke barisan kandidat Gubernur Cek Endra.

—————–

Buya kondang asal Merangin, Kyai Abdul Satar Saleh lagi-lagi kepergok mengumbar mesra bersama Cek Endra. Seusai nongol di pengukuhan CE Family, Ahad, kemarin. Kali ini, Pimpinan Pondok Pesantren Syekh Maulana Qori Titian Teras itu terlihat akrab mendampingi Cek Endra ketika menyapa warga etnis Jawa, di Desa Pinang Merah, Kecamatan Pamenang Barat, Merangin.

Mengenakan pakaian khasnya–koko putih dan bawahan sarung–, dai yang kerap disapa Buya Satar ini kerap mengangkat jari telunjuk dan jempol yang membentuk simbol C, kala di potret. Simbol C menunjuk nama Cek Endra.

“Insyallah saya ikut bergerak untuk beliau,”ujar Buya Satar.

Gerilya politik Cek Endra kian menukik hingga ke pelosok desa. Daya pikat Bupati Sarolangun dua periode itu pun, ehmmmm, sungguh mempesona. Ia selalu di sambut antusias.

Ketika menyapa warga Jawa di Pamenang misalnya, Cek Endra disambut riuh gegap gempita. Ribuan orang berduyun-duyun ke luar rumah, merapat ke lokasi persamuhan. Tua, muda, pria, wanita, semua menyatu menjadi satu.

Halaman kediaman seorang tokoh masyarakat itu penuh sesak. Mereka tumpah ruah hingga ke badan jalan. Komunitas reog dan kuda lumping ikut berjibaku menyatu ke barisan Cek Endra.

Kendati sang Bupati Merangin, yang konon, juga ngebet pengen turun di ajang Pilgub, warga Jawa Pamenang itu sedikitpun tak goyah. Mereka, tetap sehati bersama Cek Endra.

“Kami maunya Cek Endra wae….,”ujar Purwanto, salah satu tokoh jawa Pinang Merah.

Program subuh keliling, pembangunan ekonomi rakyat lewat P2DK, menjadi alasan utama kenapa mereka menjatuhkan dukungan ke Cek Endra. Hanya Cek Endra, kata Purwanto, satu-satunya kandidat gubernur yang serius membangun moral dan akhlak warga, sekaligus konsen di bidang pembangunan ekonomi rakyat.

“Yang lain gak kelihatan programnya,”kata Purwanto.

Sri Wahyuni mengimbuhkan, Cek Endra sosok umaro yang perlu disokong. Alasannya, dialah Kepala Daerah yang konsen membangun peradaban, baik di bidang agama maupun pendidikan.

“Belum ada sejarahnya ponpes di kasih tanah oleh bupati, baru di zaman Cek Endra lah terwujud. Kami, berharap program seperti itu merembet ke daerah lain, ketika pak CE jadi gubernur,”katanya.

Cek Endra, yang datang mengenakan kemeja motif biru itu, terus mengumbar senyum dan terlihat bahagia menyapa warga. Ditemani sang istri, ia menyambut haru dukungan warga dan bersiap mewujudkan harapan mereka.

Seusai persamuhan, warga ramai-ramai berswafoto bersama Cek Endra dan istri.(*)

[AWIN]

 

 

 

 

 

 

 

News Feed