by

Rapat Banggar Memanas, Kadis PU Dilempar Botol

Botol plastik berisi air mineral tetiba melayang ke arah Yultasmi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muarojambi. Rapat Badan Anggaran DPRD Muarojambi memanas.

——————–

Malam mulai menyergap ketika gaduh pecah di gedung DPRD Muarojambi, Selasa 26 November 2019, kemarin. Baru saja Yultasmi diminta pimpinan dewan menyampaikan kata akhir, sebuah botol plastik ukuran sedang berisi air mineral mendadak melayang ke arahnya. Tragedi itu terjadi persis ketika jarum jam menunjuk pukul sembilan malam. Beruntung, botol air tak sempat menjamah tubuh Yultasmi.

Sorot mata Yultasmi langsung menyapu seisi ruangan, guna mendeteksi dari mana asal lemparan itu. Rupanya, botol air meluncur dari tangan IG, salah satu anggota DPRD dari partai berbasis Islam. IG dengan penuh amarah berteriak lantang sembari menunjuk jari tangannya ke arah muka Yultasmi.

“Kau minta maaf dengan kami semua di ruangan ini,”pekik IG.

“Diundang sejak hari Minggu kemarin, baru ini biso datang,” imbuh IG.

Sontak, seisi ruangan mendadak tercengang. Yult sempat terpaku beberapa detik sebelum bereaksi. Yult berusaha menyusun energi untuk melakukan perlawanan. Emosinya mendidih karena merasa harga diri dan kehormatannya terinjak-injak.

Belum sempat beringsut dari posisinya, sejumlah pimpinan dewan dan fraksi tetiba melempar kode ke arah Yultasmi. Mereka meminta Yult tak melawan. Yult mengurungkan niat membalas dan memilih diam saja. Ia berusaha menahan diri termasuk meredam emosi staf PU yang mulai ikut menggelegak.

“Saya tidak tahu apa masalahnya. Padahal, sewaktu rapat, tidak ada soal. Semua berjalan lancar. Kok, diluar rapat malah saya diperlakukan begitu,”kata Yultasmi.

Sedari awal, rapat banggar berjalan adem, penuh kekeluargaan. Tak ada raut wajah tegang, bahkan antara dewan dan pejabat PU, maaf, kerap terbahak-bahak. Yultasmi memboyong 25 staf dan pejabat lengkapnya di rapat tentang belanja dinas PU tahun anggaran 2020 itu.

Rapat dimulai seusai zuhur dan baru beres menjelang tengah malam, persis sekitar pukul 21.00. Semasa rapat, dewan memelototi anggaran infrastruktur jalan yang nilainya mencapai Rp 169 Miliar. Sebagai komandan PU, Yultasmi menyampaikan argumentasinya dengan baik. Semua dewan, bahkan bisa menerima dengan lapang dada. Tak ada gaduh yang berarti ketika rapat itu berlangsung.

Menjelang Maghrib, rapat di pending. Yult beserta anak buahnya beringsut ke Kantor Dinas PU, yang berjarak hanya beberapa meter saja dari gedung DPRD. Baru saja ia merebah badan ke kursi, beberapa staf PU melihat IG–oknum dewan yang melempar botol ke arah Yultasmi–, datang bertamu. Tapi, ia tak sempat bertemu Yult. Karena, Yult tengah terbaring istirahat menyiapkan tenaga untuk rapat sesi berikut. Selepas Isya, Yult pun sudah mesti buru-buru beranjak ke gedung DPRD.

Gara-gara inilah, konon, yang memantik amarah IG. Tapi, di forum rapat, IG tak pernah banyak bersuara.

Ketua DPRD Muaro Jambi Yuli Setia Bakti dalam forum rapat langsung menyampaikan permohonan maaf atas perilaku IG. Seusai persamuhan, Ketua Dewan kembali mengontak Yult. Ia lagi-lagi menyampaikan permohonan maaf atas perilaku tak elok anggotanya.

“Sebagai staf, kami tak terima pimpinan dibuat seperti itu. Emang kejahatan apa yang dilakukan kadis kami. Sehingga dipermalukan begitu,”ujar salah satu Staf Dinas PU Muarojambi.

Menurut staf PU ini, beruntung Kadis PU tenang dan tidak terpancing. Kalau tidak, kami tak tahu bakal seperti apa kejadiannya.

“Kami diminta tenang. Jangan membalas,”katanya.

Menurutnya, peristiwa begini kerap berulang tiap tahunnya. Utamanya disetiap pembahasan anggaran, bukan saja di dinas PU, tapi juga di dinas-dinas lain. Mereka mengaku kerap menerima intervensi seperti itu.

“Kami berharap dewan mengajarkan akhlak baik. Karena mereka adalah pejabat yang terhormat. Banyak staf, terutama kaum wanita yang syok melihat situasi begini,”imbuh, staf PU lainnya. (*)

[AWIN]

 

News Feed