by

Tarian Politik Fachrori dan Cek Endra

Potret kemesraan Fachrori Umar dan Cek Endra mulai merembes hingga ke barisan inti tim pemenangan. Orang kepercayaan dua kepala daerah itu kian mengukuhkan kemesraan setelah kepergok menggelar pertemuan rahasia.

—————-

Senja mulai menyapa ketika persamuhan itu berlangsung. Miftahul Ikhlas, tim keluarga petahana Fachrori Umar kepergok menggelar rapat rahasia bersama Adri, Direktur HCE Center, di Pakboss Cafe, kawasan Bandara, Senin 25 November 2019, kemarin. Pertemuan itu sengaja ditutup dan jauh dari radar media.

Jambi Link mengendus pertemuan dua tim ini setelah salah satu dari mereka sempat memposting beberapa foto ke media sosial jejaring pertemanan Facebook. Sewaktu dicek, eh … rupanya, rapat itu memang benar adanya.

“Maaf. Hanya silaturahmi biasa, ”kilah Hamdi Daeng, salah satu tim pemenangan Fachrori yang hadir pada pertemuan sore itu.

Daeng ogah buka-bukaan dan memilih menutup rapat mulutnya ihwal agenda rapat itu. Apakah berkait kelindan dengan pemilihan Gubernur?

Maklum, sampai sejauh ini, spekulasi duet Fachrori dan CE sudah terlanjur menyala-nyala. Aktivis berbadan bongsor itu buru-buru berdalih, kalaulah persamuhan ini hanya sebatas reuni saja.

“Tidak bahas soal Pilgub kok,” katanya bernada serius.

Mengenakan kaos oblong berwarna gelap dipadu bawahan jeans, Adri, komandan HCE Center itu mendadak nongol di cafe Pakboss, selepas asar. Pengacara senior itu ditemani koleganya, Iwan Vila dan Taufan Junaidi. Sementara, Paul – begitu Mifathul Ikhlas akrab disapa–, memboyong Junaidi, Daeng Hamdi, Jefri Bintara Pardede dan beberapa kolega lainnya.

Mereka duduk saling berhadapan dengan posisi meja di tengah. Adri duduk bersebelahan dengan Paul. Sesekali mereka tampak terpingkal-pingkal dengan kepulan asap rokok yang terus membumbung. Di beberapa kali kesempatan, mimik wajah mereka terlihat berkerut, seperti tengah memikirkan sesuatu.

Di kesempatan lain, bibir Adri dan Paul, maaf, terlihat komat-kamit maju mundur, seperti tengah berbincang serius.

“Sebagai tim, kita boleh berkompetisi. Tapi, jangan sampai memutus silaturahmi, ”ucap Paul diwawancara Jambi Link, di Rumah Dinas Gubernur, tadi malam.

Suasana mesra dua tim ini sempat viral di media sosial. Ada yang mengapresiasi, ada pula yang berspekulasi.

Duet dua pesohor itu akan berlanjut ke Pilgub?

Paul buru-buru membantah. Menurutnya, sengaja ia memboyong Adri berdiskusi untuk meminta masukan ihwal pembangunan Jambi, kedepan. Kepada publik, lanjut Paul, ia hendak mengirim sebuah pesan; politik itu kudu adem.

“Tak perlu tegang. Kita ingin kasih contoh ke tim lain. Kita sama-sama orang Jambi. Sama-sama orang melayu. Ayo kita jaga daerah ini dengan kedamaian, bukan dengan keangkuhan dan kepongahan. Ayo jaga silaturahmi, ”katanya.

Adri tak menampik, rapat ini adalah rembesan dari kemesraan Cek Endra-Fachrori, di Sarolangun, kemarin. Kendati tengah berkompetisi,kata Adri, antara CE dan Fachrori tetap menjaga keharmonisan.

“Kepada tim, bang HCE selalu berpesan agar tetap menjaga kerukunan dan kedamaian. Pertemuan hari ini merupakan cara kami menjaga keharmonisan dengan kandidat lain, ”ujar Adri.

Adri lagi-lagi berkilah, tak ada pembicaraan ihwal duet dua tokoh ternama itu. Pilgub, kata Adri, diibaratkannya dengan sebuah pribahasa “Belando masih jauh”.

“Belum sempat bicara koalisi. Yang jelas, saat ini, baik pak Fachrori maupun pak Cek Endra tengah bersosialisasi sebagai kandidat gubernur. Politik itu dinamis kok. Tidak ada harga mati, ”katanya melempar kode.

Diklaim telah didukung sejumlah parpol, Fachrori diperkirakan melaju mudah ke laga Pilgub mendatang. Sementara Cek Endra diperkirakan akan bertempur menggunakan kendaraan Golkar. Dari komposisi partai yang memiliki kursi di DPRD, Pilgub mendatang diprediksi paling banyak hanya 3 pasang kandidat. Tarian politik CE dan FU masih terlalu seksi dinanti. (*)

[ AWIN ]

 

News Feed