by

Palagan Politik Cucu Pendiri Jambi

Pentolan Lembaga Adat Sarolangun Bangko (Sarko) itu tercatat sebagai tokoh yang berjasa besar dibalik terbentuknya Provinsi Jambi. Dialah kakek kandung Bupati Sarolangun, Cek Endra.

—————

Geliat politik Ahmad Basyariah menyala-nyala sedari muda. Dia misalnya, baru menginjak umur belasan tahun ketika aktif di Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD)–sebuah organisasi yang getol menyokong terbentuknya Provinsi Jambi–.

Dulu, tak mudah menjadi bagian dari BKRD. Dikenal sebagai organisasi bergengsi, dengan tugas dan kerja yang sangat berat, mereka yang masuk barisan ini mesti di seleksi secara berlapis. Selain kudu punya kapasitas kepemimpinan dan lantang suaranya, mereka yang dipercaya masuk di badan kongres ini adalah sekelompok aktivis berpengaruh.

Basyariah–begitu ia biasa disapa–, sukses menerobos barikade ketat BKRD lewat pintu Kongres Pemuda Jambi. Basyariah, kala itu merupakan pentolan di Kongres Pemuda Jambi. Dia tokoh vokal, utamanya dalam perjuangan membentuk Provinsi Jambi. Lewat BKRD itulah, Ahmad getol bersuara. Ia hilir mudik dan memeras keringat demi satu cita-cita–melepas Jambi dari Provinsi Sumatera Tengah–. Sebuah perjuangan yang konon sempat dianggap angin lalu.

Basyariah misalnya, mesti bolak-balik melobi tokoh adat Kerinci–yang kala itu masih bergabung dengan Sumbar–. Lewat kepiawaiannya berdiplomasi, Basyariah cemerlang meyakinkan mereka untuk bergabung bersama bendera Provinsi Jambi.

Kerja keras Basyariah akhirnya berbuah manis.

Sebagai pentolan Lembaga Adat Sarko–ketika Sarolangun dan Bangko masih menyatu–, Basyariah dipercaya sebagai tokoh yang ikut meneken piagam berdirinya Provinsi Jambi. Atas jasanya itu, Gubernur Abdurrahman Sayoety bahkan sempat menyerahkan penghargaan untuk Basyariah, pada tahun 1999 silam.

Nah,

Debut Basyariah di politik tak berakhir hanya sampai disitu. Seusai sukses membentuk Provinsi Jambi, Basyariah mulai intens meniti karir di pemerintahan. Tiga tahun menjelang pecah Gerakan 30 S PKI, karir Basyariah di pemerintahan kian cemerlang. Ia misalnya, ditunjuk negara sebagai camat Batang Asai, pada tahun 1962. Dialah, kala itu, tokoh yang menjadi Camat Pertama di Sarolangun.

Semasa bertugas, Basyariah kerap memboyong cucu kesayangannya–bernama Cek Endra–. Saban hari, Cek Endra melihat langsung bagaimana sang kakek berdiplomasi dan mengurusi rakyatnya. Mata dan telinganya merekam jelas gerak-gerik serta petuah-petuah yang dimadah sang kakek.

“Saya belajar langsung dari kakek. Belajar tentang kebijaksanaan dan kepemimpinan,”kata Cek Endra.

Cek Endra kecil, tumbuh dan berkembang di bawah asuhan tokoh besar–yang tak lain kakeknya sendiri–. Kelak, darah kepemimpinan sang kakek mengalir deras ke sanubari Cek Endra. Dialah, cucu sulung yang akhirnya sukses melanjutkan jalan perjuangan Basyariah.

Pria berinisial CE itu cemerlang menjadi Bupati Sarolangun, bahkan sampai dua periode. Kini, putra pertama pasangan H Cek Mak dan Hj Hafni Rosna–yang lahir 17 Maret 1958– itu, bersiap mengabdi untuk Provinsi Jambi. Berikhtiar menuju Jambi 1.(*)

[AWIN ]

News Feed