by

Gerindra Bersama Cek Endra

Di markas Partai Komando, Cek Endra menyebut bakal membangun Politeknik Negeri. Selain melanjutkan kembali pembangunan pelabuhan Ujung Jabung. Bupati Sarolangun itu bersiap mengenyahkan kemiskinan dan radikalisme. Berikhtiar untuk Jambi Maju. Memastikan warga Jambi menjadi tuan di rumah sendiri.

—————–

Sutan Adil Hendra, bos partai Gerindra Jambi itu semestinya tengah kunjungan kerja ke Bali. Tapi, politisi yang akrab disapa SAH itu memilih buru-buru pulang ke Jambi, demi menyambut lawatan koleganya, Cek Endra.

“Saya lebih memilih bertemu cagub yang ingin membawa perubahan bagi daerah ini,”tutur SAH, mengawali sambutannya.

Bupati Sarolangun itu bukan sosok asing dimata SAH. Keduanya sudah bersahabat sejak lama. Secara terbuka, SAH kelihatan amat mendukung langkah Cek Endra merebut tahta gubernur. Ia berulangkali memuji Cek Endra, teman baiknya itu.

Tanpa malu-malu, SAH bahkan nyelonong melempar sinyal berpasangan bersama Cek Endra. SAH, mengibaratkan duet keduanya umpama burung garuda yang hinggap di dahan beringin.

“Ini ada titik terang. Yang wajib sudah terpenuhi,”ujarnya sembari melempar senyum.

Konotasi “yang wajib sudah terpenuhi” itu maksudnya, duet Cek Endra-SAH merupakan respresentasi dukungan dua partai raksasa, Golkar dan Gerindra. Mengantongi 7 kursi di DPRD Provinsi Jambi, cukup menjadi kendaraan untuk berlaga di Pilgub mendatang. Tinggal menyisir beberapa partai kecil, kata SAH, sebagai tambahan dukungan.

“Saya tak ragu lagi siapa itu CE. Bagaimana sepak terjangnya, saya kenal. Kalaulah ada pohon beringin, boleh lah burung Garuda hinggap di dahannya,”kata SAH disambut riuh tepuk tangan seisi ruangan.

Partai komando, menurut SAH, bersiap pasang badan dan berdarah-darah dibelakang kandidat yang diusung. Sesuai arahan komandan partai, lanjut SAH, Prabowo Subianto yang kini menjabat Menteri Pertahanan juga bakal turun gunung.

 

II

Beranjangsana ke markas partai komando kawasan Telanaipura, Cek Endra memboyong Adri SH MH, advokat senior yang berjulukan Panglima Anjali itu. Turut mendampingi putra sulungnya, Eko Syailendra beserta sejumlah mantan pejabat era Gubernur HBA, seperti M Zaki–Mantan Kadis Perindag–, Basari Mantan Sekda Sarolangun dan Mantan Kepala BPS Merangin.

Dihadapan jajaran pengurus partai komando, Cek Endra memaparkan visi dan misi menuju Gubernur Jambi. Ia mengawali paparannya dengan menjabarkan ihwal potensi Sumber Daya Alam di Provinsi Jambi. Cek Endra mengaku miris ketika menengok kekayaan SDA Jambi justru banyak dinikmati orang lain. Sementara warga Jambi berpuas diri menjadi penonton.

Masalahnya apa?

“Karena SDM kita, mohon maaf, mayoritas masih rendah. Akibatnya, produktifitas ikut rendah. Maka, misi saya kedepan bagaimana menggenjot peningkatan SDM warga Jambi. Ini yang akan menjadi fokus. Dengan meningkatnya kualitas manusia, tentu produktifitas akan ikut bertambah,”jelas Cek Endra.

Info Grafis

Bila dipercaya menjadi gubernur, lanjut pria berinisial CE itu, akan konsen menggenjot sekolah menengah–yang kini dibawah kendali Pemprov Jambi–. CE emoh kualitas SMA justru menurun ditangan Provinsi. Karena itu, terobosan yang akan digalakkannya antaralain memperkuat dinas pendidikan.

“Termasuk akan membangun politeknik yang siap melahirkan anak muda siap kerja,”ujarnya.

Nah,

Kedepan, menurut CE, jangan ada lagi anak Jambi yang hanya menjadi buruh kasar di perusahaan-perusahaan. Kok Cuma menjadi kuli angkut, penutup terpal di tambang batubara atau sebatas sopir.

“Kita ingin Jambi menjadi tuan di rumah sendiri. Caranya, dengan meningkatkan kualitas sumber daya lewat pendidikan,”katanya.

CE haqqulyakin bahwa pendidikan berkait kelindan dengan pembangunan ekonomi. Semakin baik pendidikannya semakin baik pula ekonomi warganya. Karena itu, pengalamannya selama 13 tahun menahkodai Sarolangun akan menjadi bekal dalam memimpin Provinsi Jambi, kelak.

Untuk meningkatkan ekonomi warga misalnya, CE akan menduplikasi program ekonomi kerakyatan yang telah sejak lama bergulir di Sarolangun. Salah satu bentuk produknya adalah program bantuan 200 juta perdesa, diluar dana ADD. Tujuannya, agar rakyat Jambi yang 80 persen berada di desa-desa itu meningkat ekonominya. Menyala api di dapurnya.

Menurut CE, program ini selaras dengan visi bos Gerindra, Prabowo Subianto.

“Sumber radikalisme adalah kemiskinan. Kita yakin ketika kesejahteraan rakyat terjamin, radikalisme akan enyah dengan sendirinya,”katanya.

CE pun bercerita betapa pentingnya keberadaan pelabuhan internasional di Ujung Jabung. Bagaimana potensi SDA yang melimpah ruah itu, kudu ditopang dengan pelabuhan yang memadai. Karena keberadaan pelabuhan pastilah bakal mengerek investasi dan ekonomi rakyat.

“Tanpa itu, Jambi sulit berkembang,”katanya.

Ihwal infrastruktur jalan, CE lagi-lagi menawarkan konsep ekstrim. Ia misalnya, menjamin jalan-jalan provinsi akan mulus dalam tiga tahun menjabat.

Caranya?

“Diselesaikan lewat skema multiyears. Kita buat serentak di 11 kabupaten/kota, multiyears selama tiga tahun. Ini penting, karena urat nadi Jambi adalah infrastruktur,”tegasnya.

Menutup sambutannya, CE bakal memakmurkan masjid-masjid dengan sholat berjamaah. Program ini telah digulirkan di Sarolangun. Bila dipercaya menjadi gubernur, CE akan menduplikasi program gerakan sholat berjamaah di Masjid ini di seantero Jambi.

“Akan kita wajibkan semua ASN sholat jamaah di masjid. Ini program akhirat dan dakwah paling efektif,”katanya.

Persamuhan ditutup dengan penyerahan berkas pendaftaran dari CE dan diterima langsung Sutan Adil Hendra. Mereka lantas mengangkat tangan dan salam komando. Yel-yel Gerindra menang dan CE Gubernur langsung membahana.(*)

[AWIN]

 

News Feed