by

Prihatin Terhadap Rumah Adat, Kemendikbud RI Dorong Kota Sungai Penuh Lestarikan Rumah Adat.

Suasana Saat Penyambutan dari Perwakilan Kemendikbud RI Oleh Pemkot Sungaipenuh di Acara Pelestarian Rumah Adat Larik

SUNGAIPENUH – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, melalui Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi akan melakukan kegiatan peningkatan kompetensi pelestari arsitektur tradisional rumah adat di Sungaipenuh dari tanggal 9 – 14 November 2019.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Dra. Christriyati Ariani, M.Hum saat hadir ke Kota Sungai Penuh.

Menurutnya, saat ini bangunan-bangunan tradisional, khususnya rumah-rumah adat yang kita miliki semakin menurun jumlahnya terus menerus, dan tidak sedikit pula yang tidak terurus atau tidak terawat dengan baik dan akan mengalami proses kepunahan.

Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti cuaca, iklim, bencana alam, kemiskinan, serta semakin sulit dan minimnya ketersediaan material untuk mendapatkan bahan dasar yang digunakan. Di satu sisi perubahan nilai-nilai budaya pun telah terjadi dalam masyarakat, sehingga berpengaruh akan kelangsungan arsitektur-arsitektur tradisional tersebut.

Maka pada tahun 2019 ini, akan dilaksanakan pada arsitektur Rumah Adat Larik, yaitu Rumah Adat Kerinci, Jambi. Kegiatan tersebut, akan dilaksanakan pada tanggal 9 – 14 November di Kota Sungai Penuh.

“Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah generasi muda, para pelestari rumah adat, pelajar, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan, dengan memberikan bekal pengetahuan dan keahlian melalui tahapan-tahapan yang ada dari narasumber yang kompeten,” ujarnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa dahulunya pembuatan rumah larik dilakukan oleh para leluhur, nenek moyang, tentu dilakukan dengan sistim gotong royong, melibatkan seluruh warga masyarakat. Sehingga, kebersamaan tercermin dalam kesatuan dalam rumah adat.

“Kami hadir ke Sungai Penuh sudah kedua kalinya, bertepatan dengan kenduri sko. Sungai penuh ini, masih mudah ditemui adanya rumah larik. Dari situlah kami mempunyai pikiran, sungguh sangat sayang rumah larik tidak dilestraikan. Kami juga memahami, para pelestari dan pembuat rumah lirik, tokoh adat bisa diminta petunjuk,” tambahnya.

Dirinya juga menyambung bahwa mereka berharap agar pelestarian tardisional rumah larik tetap lestari, anak muda bisa mengetahui tahapan pembuatan rumah larik agar tidak hilang. Ini dilakukan dengan tujuan, warisan pengetahuan yang berkaitan dengan bangunan tradisional agar tetap terus dilestarikan.

“Kami berharap, Pemkot Sungai Penuh, untuk berinisiatif untuk membangun kembali rumah adat larik, yang saat ini sudah mulai ditinggalkan masyarakat,” tandasnya.(rzi)

News Feed