by

Prihatin Terhadap Rumah Adat, Kemendikbud Kunjungi Kota Sungaipenuh, Wawako : Kami Melestarikan Rumah Adat /larik.

Sungaipenuh – Pemkot Sungaipenuh Sambut Kedatangan Perwakilan Kemendikbud RI yaitu Direktorat kepercayaan terhadap Tuhan YME dan tradisi dalam kegiatan Peningkatan kompetensi pelestari arsitektur tradisional rumah adat di sungai penuh, yang mengambil tempat di ruang pola kantor Walikota Sungaipenuh. Minggu (10/11/2019).

Turut hadir dalam acara tersebut, Wawako Zulhelmi, OPD terkait, Siswa-Siswi SMK se- Kota Sungai Penuh, dan para tamu undangan lainnya.Dalam sambutannya Wawako Zulhelmi menyampaikan bahwa, pemkot sangat mendukung kegiatan dari kementerian, hal itu dikarenakan saat ini bangunan-bangunan tradisional, khususnya rumah-rumah adat yang kita miliki semakin menurun jumlahnya.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang positif ini, apalagi banyak rumah adat yang  tidak terurus atau tidak terawat dengan baik dan akan mengalami proses kepunahan.” Sampai Wawako.

Wako melanjutkan, Selain tidak terurusnya rumah adat yang ada, bahan untuk pembuatan pun saat sekarang mulai langka akibat banyaknya penebangan ilegal.” Pemkot Sungai penuh juga akan mendorong warga, untuk kembali melestarikan atau menanam kembali kayu-kayu untuk pembuatan rumah adat ini.” Ujarnya

Ditempat yang sama Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Dra. Christriyati Ariani, M.Hum menyampaikan bahwa penyebab dari langkanya rumah adat tersebut Karena banyak faktor, seperti cuaca, iklim, bencana alam, kemiskinan, serta semakin sulit dan minimnya ketersediaan material untuk mendapatkan bahan dasar yang digunakan. Di satu sisi perubahan nilai-nilai budaya pun telah terjadi dalam masyarakat, sehingga berpengaruh akan kelangsungan arsitektur-arsitektur tradisional tersebut.

Maka pada tahun 2019 ini, akan dilaksanakan pada arsitektur Rumah Adat Larik, yaitu Rumah Adat Kerinci, Jambi. Kegiatan tersebut, akan dilaksanakan pada tanggal 9 – 14 November di Kota Sungai Penuh.

“Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah generasi muda, para pelestari rumah adat, pelajar, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan, dengan memberikan bekal pengetahuan dan keahlian melalui tahapan-tahapan yang ada dari narasumber yang kompeten,” ujarnya.

Dirinya juga menyambung bahwa mereka berharap agar pelestarian tardisional rumah larik tetap lestari, anak muda bisa mengetahui tahapan pembuatan rumah larik agar tidak hilang. Ini dilakukan dengan tujuan, warisan pengetahuan yang berkaitan dengan bangunan tradisional agar tetap terus dilestarikan.

“Kami berharap, Pemkot Sungai Penuh, untuk berinisiatif untuk membangun kembali rumah adat larik, yang saat ini sudah mulai ditinggalkan masyarakat,” tandasnya.(rzi)

News Feed