by

Dia Anak Kandung Mercy

Mengenakan kemeja putih dipadu bawahan hitam, Asafari Jaya Bakri memboyong sang belahan jiwa–Emi zola– dan putra-putrinya–Ezzaty, Fikar Azami–. Sederet tokoh dari lintas etnis, lintas daerah dan lintas generasi turut serta. Adik kandung Fasha–Fernando Harianto alias Ami– pun ikut mendampingi. Bak dari semesta super hero, pria berinisial AJB itu datang ke markas mercy dan lalu menaklukkan.

—————–

Foto bersama AJB dan pungawa Partai Demokrat

Nasir, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Jambi itu bergegas menggamit tangan AJB begitu ia turun dari kendaraannya di gerbang pintu masuk markas Mercy, Rabu, kemarin. Yel-yel  “Demokrat Si4P” pecah membahana.

Berbeda dari kandidat lain. Kedatangan AJB disambut gegap-gempita.

Sore itu, massa menyesaki halaman kantor mercy di kawasan Thehok. AJB disambut Ketua DPD Partai Demokrat Burhanudian Mahir alias Cik Bur dalam formasi lengkap. Sederet pentolan partai hadir, termasuk ketua DPC Demokrat se Provinsi Jambi. Bahkan, Fauzi Ansori Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jambi dan anggotanya turut serta.

“Dari 7 kandidat yang datang mengembalikan berkas, inilah yang paling meriah. Mewakili seluruh daerah. Mencerminkan ke Jambian-nya. Itu luar biasa,”tutur Cik Bur yang disambut riuh tepuk tangan.

AJB memang memboyong sederet tokoh dari lintas etnis, lintas daerah dan lintas generasi. Merekalah punggawa pemenangan yang bergerak di akar rumput.

Dihadapan AJB dan timnya, Cik Bur berulang kali menegaskan bahwa Walikota Sungai Penuh itu bukan orang lain di Partai Mercy. Lebih tiga kali Cik Bur mempertegas hal itu. Mantan Bupati Muaro Jambi dua periode ini bahkan mengibaratkan AJB bagaikan anak kandung di sebuah keluarga.

“Kalo ibaratkan anak, enam orang kemarin itu anak tiri. Yang datang sekarang inilah anak kandung. Rasa-rasanya pasti ada perbedaan kasih sayang, antara anak tiri dan anak kandung,”ujar Cik Bur.

Hampir tiga puluh menit berpidato, Cik Bur tak pernah berhenti memuji AJB. Ia terus melempar sinyal jika mercy akan bersama-sama AJB.

“Orang sering bilang, sejelek-jeleknyo anak kito, tetap anak kito itulah yang elok. Ia selalu ditimang, dicium. Dalam memutuskan dukungan, Demokrat memang punya mekanisme. Tapi, kader murni pasti jadi pertimbangan,”kata Cik Bur.

Dari tujuh kandidat yang mengembalikan berkas ke Demokrat, AJB memang satu-satunya kader murni. Dua anaknya pun tokoh yang turut membesarkan Mercy. Ezzaty misalnya, sukses menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi dari Demokrat dengan suara terbanyak. Begitupula Fikar Azami, Ketua DPC Demokrat Kota sungai Penuh itu adalah mantan Ketua DPRD dan akan dipromosikan menjadi Walikota dari Demokrat. Semasa AJB, nama Demokrat harum di Kota Sungai Penuh.

Emi Zola pose bersama tim Sriakndi dan Ezzaty, putri bungsu AJB

Cik Bur pun terkaget-kaget ketika adik kandung Fasha turut mendampingi AJB. Pria yang akrab disapa Ami itu mengenakan setelan putih-hitam, bahkan duduk bersebelahan sewaktu AJB menyerahkan berkas.

“Saya hari ini heran. Di sebelah AJB kok saya perhatikan ada orang mirip adiknya Fasha. Betul, rupanya memang adik Fasha. Ada apa gerangan ini?”ujar Cik Bur sembari mengumbar senyum.

Kalo saya ditanya, apakah ini sebuah pendekatan? Dan bagaimana pendapat Cik Bur?”

“Saya jawab sah-sah saja. Dia duduk di sini pasti atas se izin Fasha,”kata Cik Bur.

Sependapat dengan AJB, Cik Bur menyebut hanya kader Demokratlah yang akan membesarkan partai, bukan orang lain. Ia mengklaim kontestasi tahun ini, Demokrat akan hati-hati mengusung kandidat dan pasti memprioritaskan kader.

“Pak AJB ini dua kali rektor IAIN–kini UIN–, dua kali menjadi Wali Kota. Popularitasnya saya prediksi di atas 80 persen. Dia sudah populer. Tinggal disinkronkan dengan elektabilitas,”ujar Cik Bur.

II

Tanpa menggunakan teks, AJB berpidato dengan berapi-api. Mengawali sambutan, AJB memperkenalkan satu-persatu tim yang diboyongnya. Mereka berasal dari lintas etnis , lintas daerah, bahkan lintas generasi.

“Ami Fasha ini adalah inspiring man kami. Beliau orang yang banyak menginspirasi kami dalam bersosialisasi,”kata AJB.

Ami Fasha pun terlihat mengatupkan kedua tangan ke dada sembari melempar senyum.

“Hadir juga Ketua DPRD Kota Sungai Penuh sekaligus kader Demokrat dan anggota Fraksi Demokrat,”ujar AJB.

Sederet mantan Presiden BEM UIN Jambi diperkenalkan AJB sebagai tim pemenangannya. Anak-anak muda inilah yang mengcreate dan membantu pemenangan AJB di lapangan.

“Ruli, mantan Presiden BEM UIN  tahun 2014 ini adalah Ketua Tim Pemenangan tingkat Provinsi. Ada Khoiron, mantan presiden BEM tahun 2012, anak asli Merangin. Ada juga Ade Mantan Presiden BEM tahun 2009 dan Robiansyah Sekretaris BEM tahun 2015. Ini anak-anak saya yang membantu dari jalur alumni,”kata mantan Rektor UIN STS Jambi itu.

AJB lantas mengenalkan satu-persatu tim dari lintas daerah dan lintas etnis. “Ada pak siregar, pak Tugiman. Mereka bergerak di akar rumput,”ujarnya.

“Dari Merangin ada pak Bambang Harnadi. Di Bungo ada pak Hartono. Dari Tebo ada pak Sofyan Ahmadi alias mamad. Beliau ini pak ketua, adalah pentolan tokoh aliran sungai batanghari di Tebo,”kata AJB.

Tim dari Tanjab Timur, Batanghari, Sarolangun, Muaro Jambi, Tanjab Barat dan Kerinci itu juga diperkenalkan satu-persatu.

“Kelompok dari multi etnis ini merupakan kekuatan yang perlu disatukan untuk memajukan Jambi kedepan,”kata AJB.

Dihadapan kader dan segenap pengurus Demokrat, AJB memastikan ia mendaftar sebagai calon Wakil Gubernur.

“Kami mengajukan diri sebagai calon Wakil Kepala Daerah,”ujar AJB disambut sorak sorai.

Apa yang mendorong AJB berlaga di Pilgub?

Baca artikel selanjutnya berjudul “AJB dan Politik Ekor Jas Mercy”.

III

Pengamat Kebijakan Publik Dr Dedek Kusnadi menilai, AJB menjadi satu-satunya kandidat yang terlihat paling dominan. Dengan memboyong tim dari lintas etnis, lintas daerah dan lintas generasi itu, membuktikan bahwa AJB merupakan sosok yang didukung oleh beragam kelompok.

“Ia berhasil menembus sekat sosiologis. Hanya beliaulah yang terlihat keberagamannya. Kandidat lain saya lihat masih menonjolkan kedaerahan masing-masing. Sementara pak AJB tidak,”katanya.

Menurut dosen pasca sarjana UIN STS Jambi itu, AJB menunjukkan jati dirinya sebagai bapak Bhineka. Tokoh yang bisa diterima berbagai kelompok dan daerah. Tidak hanya didukung etnis Kerinci, rupanya, ia juga didukung oleh etnis melayu dan kelompok etnis lain.

“Beliau ini mantan rektor. Punya mahasiswa yang berasal dari semua sudut kampung, dengan latar belakang beragam. Mungkin ini yang menjadi magnet bagi pak AJB. Apalagi, beliau sekarang di dukung oleh alumni UIN. Sebagai satu korps. Dan beliau memang memanfaatkan jejaring alumni untuk bergerak,”kata tokoh muda asal Sarolangun ini.

Menantu pemilik Rumah Sakit Kambang ini haqul yakin AJB akan diusung Demokrat dan menjadi pilihan realistis untuk didukung berlaga pada Pilgub mendatang.

“Bergabungnya sederet mantan Presiden BEM UIN ke barisan AJB akan menjadi daya tarik tersendiri. Ini tidak main-main,”kata Dedek.(*)

[AWIN]

News Feed