by

Bakri Menuju Jambi Satu

Mendaftar ke Demokrat, langkah Bakri menuju Jambi 1 bukan ajang coba-coba. Bersiap mengembalikan tahta gubernur buat Partai Amanat Nasional (PAN).

———————-

Rapat pengurus harian Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Jambi pada Jumat 11 Oktober 2019, kemarin, mendadak hening. Dalam forum itu, Bakri menegaskan kesiapannya berlaga di Pemilihan Gubernur tahun 2020 mendatang.

Langkah politik itu diambil menyusul intruksi Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan yang memintanya mengembalikan tahta Jambi 1 buat PAN.

“Maka disampaikan info tersebut kepada pengurus harian DPW PAN,”ujar salah satu pengurus PAN yang mengikuti jalannya rapat.

Menyambut seruan itu, seluruh kader dan pengurus PAN diminta bersiap. Bakri, akan bersegera turun ke desa-desa melakukan sosialisasi. Selain itu, Bakri juga akan mendaftar ke partai lain untuk memenuhi kuota dukungan 11 kursi DPRD.

Senin, kemarin, Bakri benar-benar nongol di kantor Demokrat. Ia bahkan disambut hangat Cik Bur–panggilan akrab Burhanudian Mahir, Ketua DPD Demokrat Provinsi Jambi itu–. Cik Bur langsung menggamit dan memeluk Bakri begitu tiba di halaman partai Mercy, sekitar pukul dua siang. Keduanya langsung pose salam komando. Ini kali pertama Cik Bur menyambut langsung kandidat yang mendaftar.

Bakri menyampaikan keinginannya berkoalisi bersama Demokrat di Pilgub mendatang.

“Saya siap mengikuti aturan di Demokrat,”ujarnya.

Untuk menggalang dukungan, Bakri juga membuka peluang koalisi dengan partai lain.

“Beliau akan melamar partai lain untuk rekan koalisi,”ujar Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi, Khusaini.

Isyarat turun di ajang pilgub sempat terlontar seusai Bakri menghadiri paripurna penetapan pimpinan defenitif DPRD Provinsi Jambi, pada 7 Oktober 2019 lalu. Kepada wartawan, Bakri menyatakan kesediannya di usung PAN merebut kursi nomor satu di Jambi.

Ia, bahkan, menyebut gerakan 4 Bupati asal PAN di Bungo dan Kerinci itu bagian dari konsolidasi kekuatan. Bakri mengklaim 4 Bupati PAN itu–Mashuri, Masnah, Romi dan Adi Rozal–,  tengah merayu Al Haris masuk koalisi PAN.

“Iya. Mereka diutus untuk merayu supaya gabung PAN,”kata Bakri di gedung DPRD Provinsi Jambi.

Sukses mempertahankan kursi DPR RI selama tiga periode, Bakri dinilai punya modal kuat. Tak hanya modal kapital, Bakri diklaim memiliki modal sosial yang layak diperhitungkan. Ia misalnya, punya jaringan sampai ke desa-desa.

Sebagai pemegang tongkat komando partai matahari terbit, Bakri bakal didukung sejumlah kader PAN yang kini menjabat Bupati. Semisal Romi Harianto Bupati Tanjab Timur, Adi Rozal Bupati Kerinci, Mashuri Bupati Bungo, Masnah-BBS pasangan Bupati-Wakil Bupati Muaro Jambi. Di Tanjung Jabung Barat, Bakri punya ustad Anwar Sadat, kader PAN yang juga tengah disiapkan menjadi calon Bupati di sana.

Kemunculan Bakri di Demokrat membuktikan keseriusannya berlaga di Pilgub. Bakri menepis spekulasi berkaitan dengan revisi Undang-undang Pilkada nomor 10 tahun 2016. Salah satu poin revisi itu menyangkut status anggota DPR RI yang hanya cuti jika maju di Pilkada.

Sejak Pilkada bergulir, PAN langganan mendudukkan kadernya sebagai gubernur. Di mulai era Zulkifli Nurdin hingga Zumi Zola. kader PAN hanya absen ketika Gubernur dijabat HBA. nah, munculnya Bakri, peta Pilgub Jambi diyakini bakal berubah.

Akankah  ketua-ketua partai mengikuti jejak Bakri? Menyusul revisi UU Pilkada sudah di pelupuk mata? (*)

[AWIN]

 

News Feed