by

Berebut Dukungan Banteng

Petahana Fachrori Umar diperkirakan melaju ke Pilgub 2020 menggunakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Terhubung lewat Budi Gunawan.

—————-

Beranjangsana ke Tanjung Jabung Barat, Fachrori Umar disambut hangat Safrial. Dua kepala daerah itu mengumbar mesra. Safrial setia mendampingi Fachrori ketika melawat ke sejumlah tempat fasilitas kesehatan di Tungkal.

Disela-sela lawatan itu, potret salam komando Fachori-Safrial yang di posting Paul Miftah–orang dekat Fachrori–, di akun Facebooknya mendadak ramai dibincangkan. Pegiat sosial media menyebut kemesraan itu sinyal koalisi Pilgub.

“Jadi barang ni kando,”tulis Said Pariq, mantan Ketua KNPI Provinsi Jambi itu di laman Paul Miftah.

“Masih jalankan komunikasi,” Paul Miftah menanggapi.

Akun Aboet Oce menulis “Bersambung sanad kayaknyo”

Melaju ke Pilgub periode berikut, Fachrori diperkirakan bakal menunggangi banteng. Sinyal merapatnya PDIP ke Fachrori pun kian terbuka. Diantara sederet pesohor yang mendaftar ke PDIP misalnya, hanya Fachrori yang disambut pentolan partai.

Mengenakan batik corak merah, Fachrori disambut Sekretaris DPD PDIP Provinsi Jambi Zaidan Ismal ketika ia mengembalikan formulir pendaftaran, belum lama ini.

“Kebetulan pak Zaidan lagi ada rapat partai di kantor,”kilah Afrioga Felmi, wakil sekretaris DPD PDIP.

Partai, menurut Yoga–begitu mantan Ketua PMII itu disapa–,memiliki mekanisme tersendiri ketika menentukan arah dukungan. Mengusung kader murni biasanya menjadi harga mati. Kader murni yang diusung bisa untuk posisi nomor satu atau nomor dua.

“Yang jelas PDIP pasti berkoalisi. Karena PDIP tak cukup untuk mengusung kandidat sendiri. Soal nomor satu atau dua, yang jelas kader murni pasti prioritas,”ujarnya.

Edi dan Megawati merupakan dua tokoh kunci penentu dukungan banteng. Restu keduanya mutlak di dapat.

Pengamat kebijakan publik, Dr Dedek Kusnadi berpendapat, Fachrori punya koneksi kuat ke Megawati–Ketua Umum PDIP . Ia terhubung lewat Budi Gunawan–mantan ajudan Megawati–.

Koneksi Fachrori ke jejaring BG–inisial Budi Gunawan–, terbuka lewat Muhammad Syafii, jenderal bintang dua di Markas Besar Kepolisian.

M Syafii–kini menjabat Kepala Densus 88 Anti Teror Mabes Polri–, adalah adik kandung Rohimah, istri Fachrori Umar. Ia adalah anak buah kesayangan Budi Gunawan ketika di korps Bhayangkara.

Pria kelahiran Bungo itu termasuk diantara jenderal kesayangan Kapolri Tito Karnavian. Syafii-Tito bahkan pernah satu grup di Tim Kobra ketika menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra (mantan) Presiden Soeharto. Bersama Tito, ia juga ikut dalam penangkapan gembong teroris Imam Samudera dan dr Azhari.

Menurut Dedek, jejaring Syafii memudahkan langkah Fachrori mendapat tiket PDIP.

“Saya melihat peta relasi ini memungkinkan Fachrori lebih mudah terkoneksi ke Megawati. Saya agak yakin, PDIP akan bersama Fachrori,”kata Dedek.

Sebagai kandidat gubernur, tentu saja Fachrori wajib menggandeng kader PDIP sebagai wakil.

Pertanyaannya, siapa kader PDIP pendamping Fachrori?

Abdullah Sani dan Safrial adalah dua kader PDIP yang mulai ramai dibincangkan. Selain itu, beberapa kader lain juga terlacak ikut mendaftar ke PDIP, seperti Zaidan Ismail dan Wartono Trian Kusumo–anggota DPRD Provinsi Jambi dapil Bungo-Tebo–.

“Realitisnya, Fachrori memang harus mengambil kader PDIP. Bisa Safrial bisa Sani,”ujarnya.(*)

[AWIN]

 

 

News Feed