by

PT BEP Tuding Sumber Api dari PT Pesona Belantara

Sejumlah korporasi yang lahannya berkobar saling tuding sumber api. Aparat diminta bertindak.

———

Sebuah plang berkelir kuning dengan tanda polisi itu berdiri tegak di lahan sawit yang rantingnya hangus terbakar milik PT Bara Eka Prima (BEP). Plang bertuliskan “Lahan Ini Sedang Dalam Proses Penyelidikan” itu dipasang Subdit Tipidter Dit Reskrimsus Polda Jambi dan Reskrim Polres Muaro Jambi, sepekan lalu. Polisi masih mengumpulkan bukti kasus kebakaran yang terjadi di lahan PT BEP itu.

Akhir pekan lalu, Sabtu 21 September 2019, sebuah video amatir kebakaran lahan di PT BEP mendadak viral. Lewat rekaman video, Kepala BPBD Muaro Jambi, M Zakir yang disebelahnya berdiri Kasdim 0415/Batanghari Mayor Inf Beni melaporkan kalau tim gabungan kesulitan memadamkan api di areal PT Bara Eka Prima.

Menurut M Zakir, mereka tak menemukan sumber air. Kanal-kanal mengering. Tim, kata dia, tak berdaya dan tak mampu berbuat banyak sehingga lahan sawit itu terus membara dan memproduksi asap tebal.

“Sumber air tak ada. Kami tak bisa berbuat banyak,”kata Zakir dalam video yang sudah viral itu.

Jackson Yap Sue , Direktur Keuanngan PT Bara Eka Prima mengklaim, sumber api yang berkobar di lahan perusahaannya berasal dari rembetan di lahan PT Pesona Belantara Persada (PBP).

Menurutnya, lahan PT PBP sudah terbakar berminggu-minggu. Akibatnya, dua perusahaan yang terletak berdampingan–PT Bara Eka Prima dan PT Ricky Kurniawan Kertapersada alias RKK–, turut terkena imbas.

“Sudah terjadi berminggu-minggu. Mulai dari KM 24 dan terakhir masuk ke PT RKK dan PT BEP. Lahan yang terbakar di PT Pesona sangat luas. Sampai ribuan hektar,”kata Jakcson lewat pesan aplikasi Whatsapp.

Jackson lantas mengirim bukti video yang diklaim, ketika api dari PT Pesona merangsek masuk ke PT RKK dan terus menjalar ke PT BEP. Dari rekaman video yang di shoot lewat drone itu terlihat asap tebal membumbung tinggi. Api terlihat bergerak dan melahap habis lahan di sampingnya. Api bahkan berhasil melewati sebuah kanal yang terlihat masih terisi air.

Menurut pengusaha keturunan itu, ketika api masuk ke lahan PT BEP, mereka bukannya berdiam diri. Tapi langsung bergerak cepat. Demi memproteksi api merembet masuk ke lahan PT BEP, kata Jackson, pihaknya bahkan membantu menurunkan 5 unit alat berat ke PT Pesona.

“Untuk membantu membuat booking,”ujarnya.

Booking adalah suatu cara menggali lubang sebagai sekat dan proteksi agar api tak merembet kemana-mana. Gara-gara itu, menurut Jackson, PT BEP kehilangan satu unit alat berat.

“Alat berat kita terbakar,”katanya.

Jackson mengklaim, PT BEP memiliki peralatan pemadaman yang memadai. Begitupula soal personil pemadaman, ia menyebut PT BEP punya sumber daya yang lengkap.

“Alat-alat pemadaman PT BEP sudah lebih dari cukup. Karena sebelum kejadian di PT BEP, kami selalu mengirim regu dan membantu perusahaan lain yang terbakar,”tuturnya.

Soal temuan satgas itu, Jackson mengatakan sejumlah kanal kecil memang dalam kondisi kering. Tapi, kanal-kanal besar tetap masih berisi air.

Sementara, Ihwal jumlah lahan PT BEP yang dilahap si jago merah, Jakson mengaku tak memiliki data.

“Blom tau. Karena kita masih fokus pemadaman,”kilahnya.

II

HASIL investigasi Komunitas Konservasi Indonesia WARSI, membuktikan lahan PT Pesona Belantara Persada (PBP) berulang-ulang kali terbakar. Dimulai sejak 2015 silam.

“Kebakaran berulang ini menunjukkan bahwa ada ketidakmampuan pemegang izin di kawasan gambut dalam menjaga kawasan kelolanya agar aman dari bahaya kebakaran,”kata Rudi Syaf, Direktur Warsi.

PT Pesona Belantara Persada mengantongi Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam (IUPHHK-HA). Perusahaan ini memperoleh izin untuk pemanfaatan hutan produksi yang kegiatannya meliputi penebangan, pengangkutan, penanaman, pemeliharaan, pengamanan, pengolahan, dan pemasaran hasil hutan kayu.

Setahun lalu, nama PT Pesona Belantara Persada ramai disorot.

Bermula dari investigasi Wahana Advokasi dan Pelestarian Hutan Sumatera (Walestra) Jambi yang menguak ihwal potensi tunggakan setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari aktivitas penebangan dan produksi kayu oleh PT Pesona Belantara Persada (PBP).

Tidak tanggung-tanggung, Pesona Belantara, seperti temuan Walestra itu, memiliki jumlah tunggakan setoran PNBP mencapai Rp53,15 miliar dalam tiga tahun sejak 2016-2018.

Program Manajer Walestra Jambi Jefri Nurrahman menjelaskan ada dua jenis PNBP yang dipungut dari pemanfaatan hasil hutan kayu yakni Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) dan Dana Reboisasi (DR). Untuk PNBP jenis PSDH, Jefry mengungkapkan Pesona belantara memiliki tunggakan sebesar Rp53,13 miliar. Pesona Belantara juga belum membayar PNBP jenis DR sebesar Rp19,85 juta.

Berdasarkan informasi dari laman www.sipbnbp.phpl.menlhk.go.id, Jefri memaparkan Pesona Belantara tidak membayar PNBP sektor kehutanan baik PSDH dan DR dalam tiga tahun terakhir.

Sepekan ini, terbakarnya lahan PT BEP dan PT Pesona Belantara Persada membetot perhatian pimpinan daerah Jambi. Sesuai menggelar rapat Karhutla di kantor gubernur, Gubernur Fachrori  bergegas menuju lokasi PT BEP dan Pesona Belantara Persada, Kamis pekan lalu.

Fachrori didampingi Bupati Muaro Jambi Masnah Busro bahkan melihat langsung tim Satgas Karhutla berjibaku mengenyahkan api.bahkan, keduanya terlihat ikut memadamkan api.

“Kita akan mengumpulkan perusahaan-perusahaan untuk saling bertemu mencari solusi, dan agar kejadian ini tidak terjadi lagi,” kata Fachrori.(*)

 

[AWIN.GATRA.COM]

 

 

 

News Feed