by

Kuning-Merah Baju Cek Endra

Cek Endra membidik koalisi Golkar-PDIP pada laga Pemilihan Gubernur mendatang. Bersiap meminang kader banteng sebagai wakil.

——————–

Mengendarai mini jeep berplat BH 17 CE, Cek Endra beranjak dari kediamannya di komplek DPRD kawasan Telanaipura, pada pukul 09.00 pagi. Ia dikawal puluhan tim dan sejumlah pentolan Golkar Jambi ketika mendatangi markas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Jambi di kawasan haji kamil, Jambi Selatan, Senin 23 September 2019.

“Ini bukti bahwa Haji Cek Endra tak main-main berlaga di Pilgub,”tutur Syahrasaddin.

Tiba di markas partai banteng, Cek Endra bergegas menuju lantai dua. Di ruang ketua partai, ia disambut tim penjaringan calon gubernur. Cek Endra yang tampil bersahaja mengenakan kemeja putih, menyodorkan langsung formulir pendaftaran.

Bupati Sarolangun itu menyatakan siap mengikuti tahapan tes yang dihelat PDIP. Bahkan, kepada wartawan, Cek Endra menegaskan bakal menggandeng kader murni PDIP sebagai wakil.

“Itu yang kita harapkan,”kata Cek Endra.

Sejumlah kader murni partai memang terlacak ikut mendaftar. Selain Safrial dan Abdullah Sani, beberapa kadet lain seperti Sekretaris DPD PDIP Zaidan Ismail dan Wartono Trian Kusumo–anggota DPRD Provinsi Jambi dapil Bungo-Tebo–, juga ikut mengambil formulir. Dan sudah pula mengembalikannya.

Terlepas siapa kadet yang diutus, Cek Endra mengaku siap tempur bersama PDIP. Apalagi, ia merasa punya jejak historis bersama partai banteng. Tiga kali pilkada di Sarolangun, Cek Endra tak pernah absen bersama partai banteng.

Di periode terakhir, bahkan pria yang akrab disapa CE itu menggandeng kader partai–Hilalatil Badri–, sebagai wakil bupati. Bersama PDIP, CE selalu menang.

“Semoga hubungan yang sudah terjalin lama ini berlanjut terus hingga pilgub mendatang,”ujarnya.

Afrioga Felmi, wakil sekretaris DPD PDIP menegaskan, memajukan kader murni merupakan harga mati. Menurutnya, itu perintah Ketua Umum Megawati Soekarno Putri. Sinyal itu telah disampaikan Megawati dalam kongres partai di Bali, belum lama ini.

“Soal nomor satu atau dua, itu nanti tergantung dinamika. Yang jelas, PDIP harga mati memajukan kader,”katanya.

Dua kader partai yang santer disandingkan dengan CE antaralain Safrial dan Abdullah Sani. Bahkan, di berbagai kesempatan, Safrial secara tegas mengaku siap berpasangan dengan CE.

“Yang penting ada sinyal lampu hijau dari partai,”ujarnya, belum lama ini.

Pun Abdullah Sani. Ia bahkan membentang karpet merah ketika CE melawat ke kediamannya. Sani–begitu ia disapa–, melempar sinyal mendukung CE.

Selain restu Edi Purwanto, kunci tiket PDIP ada ditangan Megawati Soekarno Putri. Dua tokoh kunci ini menjadi penentu.

Menjelang zuhur, Cek Endra dan tim beringsut dari markas PDIP. Sebelum bubar, ia tampak berswafoto bersama tim dan pentolan Golkar, seperti Ketua DPD II Golkar Tanjab Barat Faisal Alwi, Ketua Golkar Sungai Penuh Tabri Muis dan Golkar Bungo Mahsus. Sejumlah anggota DPRD Provinsi dari Fraksi Golkar tampak mendampingi, seperti Ivan Wirata, M Juber dan Mai Maznah.

Menurut Adri, Koordinator Tim Advokasi CE, koalisi beringin-banteng tinggal sejengkal lagi terbentuk. Adri mengklaim, kehadiran pentolan Golkar merupakan wujud dukungan beringin kepada CE.

“Insyaallah Golkar bersama kita. Dan tentu kita berharap nantinya Golkar berkoalisi bersama PDIP untuk mengusung HCE,”kata advokat berjulukan Panglima Anjali itu.(*)

[AWIN]

 

 

 

 

 

News Feed