by

Ketika Korporasi Tak Jera Membakar Lahan

Kasus asap melanda Jambi pada 2015. Saat itu, Dinas Kehutanan merilis 46 perusahaan terbukti membakar lahan. Tapi, hanya 4 perusahaan yang berstatus tersangka dan 1 perusahaan dicabut izinnya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sisanya di vonis bebas di Pengadilan Tanjab Timur dan Muaro Jambi. Beberapa kasus terpaksa dihentikan karena tidak cukup bukti.

PT Ricky Kurniawan Kertapersada alias RKK satu diantara perusahaan yang berstatus tersangka pada 2015 itu.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi menetapkan PT RKK sebagai tersangka kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada September 2015 silam.

Status PT RKK ditingkatkan menjadi tersangka karena ada indikasi kuat melakukan pelanggaran Undang-Undang Kehutanan. Penyidik Polda menguak PT RKK tidak memiliki alat-alat untuk pemadaman. Padahal, itu merupakan persyaratan minimal dalam penanggulangan Karhutla.

Kasus ini terus bergulir hingga ke Mahkamah Agung. Lewat putusan nomor 1154 K/PID.SUS.LH/2017 tertanggal 7 Maret 2018, Mahkamah Agung menjatuhkan pidana penjara kepada Munadhi selaku Head of Operation PT RKK selama satu tahun enam bulan dan denda sebesar Rp 2 Miliar.

Nyatanya, sanksi belum menimbulkan efek jera. Titik api masih saja berpendar di perusahaan yang sama, hingga tahun 2019 ini. Bahkan terus meluas ke perusahaan-perusahaan lain.

“Wajar korporasi tidak pernah jera membakar lahan miliknya,”kata Dwi, aktivis Walhi Jambi.

MEMIMPIN massa berdemonstrasi ke gedung DPRD Provinsi Jambi, Ardy Irawan, Presiden BEM Unja itu meminta pemerintah bersikap tegas ihwal Karhutla yang telah membawa petaka bagi Jambi.

“Pelaku korporasi mestinya juga di usut,”ujar Ardy Irawan.

Selain sanksi pidana, Ardy berpendapat, perusahaan yang wilayahnya terbakar juga semestinya disanksi administratif. Misalnya dengan membekukan izin atau menghentikan proses produksi selama pemeriksaan.

“Karena berdasarkan peraturan yang ada, perusahaan harus ikut bertanggungjawab dalam hal kebakaran hutan di wilayah perusahaan itu berada,”ujarnya.(*)

 

[ARDY IRAWAN, AWIN]

News Feed