by

Kondisi Udara Tidak Sehat, Ikatan Bujang Gadis Turun ke Jalan Bagikan Masker kepada Masyarakat

KOTA JAMBI – Kondisi udara di Kota Jambi sangat memprihatinkan beberapa pekan belakangan. Tercatat dari Indeks Standard Pencemar Udara (ISPU) di Kota Jambi pada Senin (16/9) pukul 15.00 WIB dengan skor 129 dalam kategori ‘tidak sehat’.

Buruknya kualitas udara di Provinsi Jambi membuat Ikatan Bujang Gadis Provinsi Jambi tergerak. Dalam aksi sosialnya dengan tagline “We Share, We Care” turut membagikan satu juta masker kepada masyarakat di Simpang IV Jelutung, Kota Jambi.

“Kami khawatir dengan kondisi udara yang tidak sehat. Apalagi Kabut asap semacam ini menjadi bencana tahunan bagi masyarakat Jambi. Tahun ini lebih parah lagi, kabut lebih pekat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Atas dasar kondisi inilah kami sebagai sebuah ikatan yang menanungi pemuda/I Jambi merasa harus turut aktif melakukan aksi sosial membagikan masker untuk masyarakat Jambi,” ujar Nurkholis, Ketua Ikatan Bujang Gadis Provinsi Jambi saat diwawancarai Jambilink.com.

Senada dengan Nurkholis, Sekretaris Jenderal Ikatan Bujang Gadis Provinsi Jambi, Pratiwi menjelaskan beberapa cara mengurangi dampak dari kabut asap bagi kesehatan.

“Kami menyarankan kepada masyarakat, agar memakai masker saat beraktifitas di ruang terbuka. Perbanyaklah meminum air putih. Khusus untuk anak usia sekolah, kurangi kegiatan bermain di luar rumah,” jelasnya.

Lebih lanjut Nurkholis menyinggung peran pihak terkait untuk lebih peduli. Menurutnya, beberapa stakeholder yang seharusnya sigap menanggulangi permasalahan ini malah terkesan abai.

“Kami ingin peran serta pihak–pihak terkait. Terutama keterlibatan langsung stakeholder yang lahan konsesinya terbakar. Pemerintah daerah dalam upaya menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) harus didukung,” terangnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan serta masyarakat. Permasalahan Karhutla bukan cuma tanggungjawab Pemerintah Daerah (Pemda). Melainkan tanggungjawab kita bersama. Bencana kabut asap setiap tahunnya menyebabkan banyak korban jiwa yang signifikan,” pungkas Nurkholis. (ara)

News Feed