by

Kabut Asap Menebal, Fasha Kembali Liburkan Sekolah

Kualitas udara di Kota Jambi lagi-lagi memburuk. Walikota Jambi kembali meliburkan sekolah untuk kali kedua.

—————

Sebuah pesan berantai menyebar lewat grup Whatsapp, Ahad 8 September 2019, tadi malam. Isinya, maklumat Walikota Sy Fasha ihwal kebijakan libur sekolah karena kualitas udara dalam kategori bahaya.

Abu Bakar, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Jambi mengatakan kualitas udara di Kota Jambi berbahaya akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Itu berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi.

Menurutnya, konsentrasi partikulat PM 2,5 yang diukur pada tanggal 8 September pukul 21.30 WIB berada di atas baku mutu. Nilainya di angka 513. Artinya berbahaya.

“Sehingga pemerintah mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah,” kata Abu Bakar, lewat rilis tertulis.

Pemerintah meliburkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah guna melindungi siswa dari dampak kabut asap.

Berikut rinciannya.

  • Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diliburkan selama tiga hari mulai dari tanggal 9-11 September 2019.
  • Sekolah Dasar kelas satu sampai kelas empat diliburkan selama dua hari dari tanggal 9-10 September 2019.
  • Kelas lima dan enam dikurangi jam belajarnya, yakni masuk pukul 09.00 WIB dan pulang pukul 13.00 WIB pada hari Senin dan Selasa.
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri, swasta dan tsanawiyah, dikurangi jam belajarnya, yakni masuk pukul 8.30 WIB dan pulang pukul 13.00 WIB.
  • Bagi kepala sekolah, guru dan staf tata usaha tetap masuk seperti biasa, serta selama libur guru tetap memberikan tugas kepada siswanya agar siswa tetap belajar di rumahnya masing-masing.

Dari maklumat Wali Kota Jambi Nomor : 180/179 /HKU/2019, tentang antisipasi dampak kabut asap, Pemerintah Kota Jambi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kalaulah harus melakukan aktivitas di luar ruangan, warga diharap menggunakan masker.

Maklumat ini disampaikan kepada seluruh korwil di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Jambi, madrasah di lingkungan Kemenag Kota Jambi, serta seluruh kepala sekolah SD, SMP dan MTS di lingkup pemerintah kota itu.

“Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kota ini akan disesuaikan seperlunya dengan memperhatikan kondisi cuaca sebagaimana amanat dalam maklumat dimaksud,” kata Abu Bakar.(*)

 

[AWIN]

News Feed