by

Eks Kapolda Jambi Penentu Calon Menteri

Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan–Mantan Kapolda Jambi,– dikabarkan menjadi bagian tim yang menentukan calon menteri dari PDI Perjuangan. Keputusan tetap ditangan Megawati.

——————

Pria yang akrab disapa BG itu disebut-sebut mendapat peran penting untuk menjaring calon menteri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Kedekatan bos intel negara dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri menjadikan posisi mantan Kapolda Jambi ini krusial dalam menentukan calon menteri dari partai berlambang banteng itu.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Hamka Haq, mengatakan peran BG diantaranya  adalah menelusuri rekam jejak calon menteri. PDIP memanfaatkan informasi dari BIN demi menyesuaikan kandidat menteri dengan syarat yang diminta oleh Presiden Joko Widodo.

“Bisa saja BG membantu. Artinya dimintai bantuan. Keputusan ada di tangan ketua umum,”kata dia, kemarin dilansir dari koran Tempo edisi Selasa 13 Agustus 2019.

Hamka menambahkan, pengusulan dan penunjukan menteri dari PDIP merupakan hak prerogratif ketua umum partai dan Presiden. Penjaringan calon menteri, kata dia, akan mempertimbangkan pemahaman ideologi partai serta pemahaman terhadap visi dan misi Presiden Jokowi.

Calon menteri juga harus bisa bekerja sama dengan jajaran partai untuk pemenangan pemilihan kepala daerah dan Pemilihan Umum 2024.

“Kalau KPK itu menelusuri rekam jejak kasus korupsi, BIN akan menelusuri unsur ideologinya,”kata Hamka.

Sejumlah sumber Tempo di lingkaran PDIP menuturkan Puan Maharani dan Prananda Prabowo bersaing dalam mengusulkan nama calon menteri. Sedangkan BG berfungsi memberikan pertimbangan.

“Meski begitu, Megawati menjadi penentu akhir. Beliau adalah pemegang mandat dan pemilik veto di partai,”kata seorang sumber.

Kiprah Budi Gunawan dalam urusan politik menguat pasca pilpres 2019 lalu. Ia hadir dalam beberapa pertemuan elit. Kehadirannya itu pun membuka kembali kedekatannya dengan Ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri. BG dekat dengan bu Mega ketika ia menjadi ajudan pribadi Wakil Presiden pada 1999-2001.

Kemudian pada tahun 2001-20014, BG tetap menjadi ajudan Megawati ketika Mega naik menggantikan Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI. Ini untuk pertama kalinya dalam sejarah pemerintahan di Indonesia perwira polisi menjabat ajudan pribadi Presiden. Biasanya, ajudan pribadi presiden berasal dari kalangan militer.

BG dikembalikan ke institusi kepolisian setelah Megawati kalah oleh pesaingnya, Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pilpres 2004. Selama pemerintahan SBY, BG mengecap beberapa jabatan, seperti Kepala Kepolisian Daerah Jambi dan Bali. BG juga pernah tercatat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri serta Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri.

Namanya membetot publik ketika BG mendampingi Presiden Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta. BG juga hadir di rumah Megawati jalan Teukur Umar, Jakarta Pusat ketika menjamu Prabowo pada 24 Juli 2019 lalu. Ia juga muncul di acara pembukaan Kongres V PDIP di Grand Inna Bali Beach.

Seorang pengurus PDIP mengatakan BG juga disiapkan sebagai salah seorang calon Menteri dari PDIP.

“Rencananya, BG bakal menjabat Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan,”kata sumber itu.

Sejumlah petinggi partai politik menganggap BG berperan penting dalam menjalankan agenda rekonsiliasi selepas penyelenggaraan Pemilu 2019. Mereka berpendapat bos intel itu berhasil mendekati berbagai kelompok yang sebelumnya berseteru untuk menjaga stabilitas politik.(*)

 

Editor : Awin

News Feed