by

Fachrori Bersiap Ganti Kepala Dinas

Sepulang melawat dari Amerika Serikat, Gubernur Fachrori langsung mewacanakan bakal mengganti sejumlah pejabat eselon II–biasa disebut Kepala Dinas. Ada pejabat yang terancam non job.

—————–

Gubernur Fachrori tak sempat merasakan jetlag ketika ia bergegas menghadiri rapat koordinasi Karhutla 2019 di Istana Negara, Jakarta, beberapa jam setelah mendarat di tanah air. Agenda lain pun padat menanti.

Sehari berselang, Fachrori muncul di Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan agenda mendengarkan pendapat akhir fraksi, pada Rabu 7 Agustus 2019, pagi tadi.

Usai paripurna, mantan hakim pengadilan agama yang murah senyum itu tetiba mewacanakan bakal mengganti para anak buahnya.

Ya.

Bukan saja pejabat eselon III dan IV, Fachrori berujar bakal mengganti beberapa kepala dinas. Waktunya pun di bulan Agustus ini.

“Tanggalnya belum pasti, tapi Agustus ini memang,” tegas Fachrori usai paripurna dewan tadi pagi.

Belakangan ini, kasak-kusuk pejabat Fachrori mulai tercium.

Fauzi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) misalnya, sempat tersiar kabar hendak undur diri. Isu Fauzi mundur mengalir deras sejak beberapa pekan lalu.

Pejabat berkumis tebal itu dikabarkan tak sejalan dengan Gubernur Fachrori. Indikasi itu kian santer ketika salah satu media online brito.id membongkar praktik bancakan proyek yang terjadi di dinas PU Provinsi Jambi.

Artikel berjudul “Diduga Sandera Kasus Istri Pejabat Jambi, Orang Dekat Zola Ini Atur Proyek di PUPR” itu, dimuat Brito.id pada 11 Mei 2019, pukul delapan pagi.

Pasca itu, hubungan Fauzi dan Gubernur dikabarkan retak. Tapi, isu Fauzi purna tugas tak kunjung terbukti. Toh, sampai kini Fauzi masih terus bekerja sebagai kepala dinas PU.

Nah, dua hari lalu, giliran M Dianto diisukan mundur dari Sekretaris Daerah (Sekda). Berbeda dari Fauzi, isu Dianto mundur mendadak heboh dan ramai diberitakan berbagai media.

Dilansir dari infojambi.com, konon, alasan mundurnya Dianto karena ketidakharmonisan dan alasan kesehatan.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah buru-buru menepis isu itu.

Sejumlah orang dekat Gubernur Fachrori, malah mengaku sudah mendengar rencana mundurnya Dianto.

“Kabarnya beliau ingin menjadi widyaiswara di pusat,”ujar A, orang dekat Fachrori.

Widyaiswara adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat sebagai pejabat fungsional dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) pemerintah.

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah alias OPD belakangan juga kerap dihantam demo. Salah satu misalnya dinas pendidikan.

Sejumlah massa bahkan berulang kali aksi mendesak gubernur segera mencopot Agus Herianto sebagai kepala dinas pendidikan. Agus dituding tersandung kasus ketuk palu bersama Zumi Zola.

Tapi, Fachrori ogah membocorkan siapa saja kepala dinas yang bakal diganti. Meski begitu, nama-namanya tentu sudah dalam cengkaman. Semasa menjadi Plt maupun telah resmi menjadi gubernur, Fachrori tiap jenak memelototi kinerja kepala dinas. Suami Rahimah ini pun mengaku telah mencatat sejumlah pejabat berkinerja jelek.

“Mata melihat kok. Lihat si A, bagaimana si B. Dari awal sudah kita evaluasi,”ujarnya.

Fachrori tentu bukan sebatas memutar posisi anak buahnya, tapi mereka yang dianggap berkinerja buruk, siap-siap saja terpental dan dicopot. Lalu, bagaimana nasib Fauzi dan M Dianto?(*)

 

[ ARDY IRAWAN, AWIN]

News Feed