by

Basaria Tak Lolos Psikotes Calon Pemimpin KPK

Nilai psikotes Basaria jauh di bawah perolehan nilai 40 pesaingnya yang dinyatakan lolos.

——————-

Basaria Panjaitan gagal di tahap psikotes dalam seleksi calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2019-2023. Basaria adalah wakil Ketua KPK yang kembali mengikuti seleksi pemimpin KPK periode berikutnya bersama dua Wakil Ketua KPK lainnya, yaitu Laode Muhammad Syarif dan Alexander Marwata. Berbeda dengan Basaria, Laode dan Alexander dinyatakan lolos tes kejiwaan.

Hamdi Moeloek, panitia seleksi capim KPK mengatakan pansel tidak meloloskan Basaria karena banyak pesaingnya yang jauh lebih baik performanya.

“Pesaingnya tidak seperti lima tahun lalu. Performanya jauh di bawah 40 orang yang lolos,”kata Hamdi dilansir dari koran Tempo edisi Selasa 6 Agustus 2019.

Prinsip seleksi ini, kata Hamdi, adalah mencari kandidat yang paling bagus berdasarkan psikotes. Meski begitu, ia menolak anggapan bahwa calon yang tidak lolos psikotes bermasalah dengan kejiwaaan. Menurut Hamdi, bagi panitia seleksi, Basaria dan nama lain yang tak lolos memiliki nilai lebih rendah dibanding 40 nama yang lolos.

Kemarin, pansel mengumumkan 40 nama yang lolos psikotes, sedangkan sisanya, 64 orang, dinyatakan gagal. Selain Basaria, ada lima pegawai KPK yang dinyatakan gagal psikotes, yaitu Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan; Direktur Gratifikasi Syarif Hidayat; Wakil Ketua Wadah KPK Harun Al Rasyid; Koordinator Wilayah VI Korsupgah Asep Rahmat Suwandhana serta Ketua Tim Korsupgah Wilayah Jateng Muhammad Najib Wahito.

Adapun unsur KPK yang lols psikotes, antaralain, Laode, alexander, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi KPK Sujarnako; Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Giri Suprapdiono serta Kepala Biro Sumber Daya Manusia KPK Chandra Sulistio Reksoprodjo.

Mantan Ketua KPK, Abraham Samad meminta panitia seleksi lebih obyektif meloloskan capim KPK. Pegiat antikorupsi ini berharap pansel tidak meloloskan kandidat yang memiliki integritas kurang bagus dalam pemberantasan korupsi.

“Semoga pansel tidak meloloskan penisunan aparat negara yang hanya mencari kerja,”katanya.(*)

 

Editor : Awin

News Feed