by

Gubernur Fachrori ke Amerika, Sikap Dewan Terbelah

Internal dewan terbelah menyikapi lawatan Gubernur Fachrori ke Amerika Serikat. Ada yang pro ada yang kontra.

—————————–

Gubernur Fachrori dan Ilham Harmawan F dari Kwartir Cabang Merangin dan Ginda Maula Dionanta dari Kwartir Cabang Batanghari

Ditengah panasnya drama pengisian jabatan wakil gubernur, Gubernur Fachrori melawat ke Amerika Serikat. Menurut Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Jambi, Johansyah, Gubernur Fachrori ke Amerika untuk memenuhi undangan Jambore Pramuka tingkat Dunia atau biasa disebut Jambore Dunia ke-24 Tahun 2019 di The Summit Betchel Reserve, West Virginia, Amerika Serikat.

Fachrori terbang pada 28 Juli 2019 malam dan diperkirakan baru tiba di tanah air pada 5 Agustus 2019.

Anggota DPRD Provinsi Jambi, Mauli, mengaku tak setuju langkah gubernur ke Amerika. Alasannya, masih banyak agenda penting dan krusial yang mengharuskan kehadiran fisik gubernur.

“Contoh kita saat ini sedang pembahasan APBD Perubahan dan KUA PPAS APBD 2020,”katanya, kemarin.

Menurut Ketua Fraksi PPP itu, kunjungan gubernur ke Amerika belum terlalu prioritas. Apalagi, kata dia, gubernur sampai saat ini masih belum punya wakil.

“Yang mestinya bisa membantu beliau kalau pergi-pergi seperti ini,”ujarnya.

Senada, Anggota DPRD Provinsi Jambi Rahmat Eka Putra tak melihat urgensi kunjungan gubernur ke Amerika. Semestinya, kata dia, gubernur konsen pada kegiatan untuk pencapaian visi misi Jambi Tuntas.

“Sebaiknya gubernur harus bisa melihat mana kegiatan yang sifatnya prioritas. Dengan menghindari acara-acara ceremonial,”ujarnya.

Rahmat berharap gubernur sebaiknya fokus mengkonsolidasi Satuan Kerja Perangkat Daerah demi pencapaian misi Jambi Tuntas itu.

“Apalagi sekarang kita lagi pembahasan KUA PPAS APBD 2020. Sehingga perlu koordinasi antara SKPD dan Gubernur,”katanya.

Lain pula sikap Nasri Umar, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jambi ini menilai tak masalah Gubernur Fachrori ke Amerika.

“Kepala Dinas kan ada sekda yang mengontrolnya. Menurut saya tidak masalah,”ujar Ketua Komisi IV itu.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ar Syahbdar pun menyambut baik lawatan gubernur ke Amerika. Dengan catatan, kata dia, selagi itu berfaedah untuk Jambi. Toh, lanjut politisi Gerindra itu, kunjungan Gubernur Fachrori ke Amerika pastilah atas persetujuan Menteri Dalam Negeri.

“Jelas pasti koordinasi dengan kementerian. Bagi saya tak masalah, asal bermanfaat,”katanya.

Kendati Fachrori belum memiliki wakil, Syahbdar juga tak mempermasalahkan. Yang penting, kata dia, sekda maupun bawahannya bisa bekerja maksimal.

“Semacam sistem kerja tim work, jadi tidak mengganggu agenda pemprov,”ujarnya.

Semisal mengenai pembahasan anggaran perubahan dan KUA PPAS APBD 2020. Menurut Syahbandar, yang bekerja membahas ini adalah Fraksi DPRD dan para SKPD terkait. Dan semua ini, kata dia, di komandoi langsung oleh sekda selaku ketua tim anggaran daerah.

“Kami sebagai mitra, selagi bermanfaat untuk rakyat, ya silahkan saja,”katanya.

Bahtiar, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri membenarkan lawatan Gubernur Jambi ke Amerika atas persetujuan mendagri.

“Pak gubernur berangkat ijin mendagri,”singkatnya melalui pesan aplikasi Whatsapp kepada Jambi Link, Rabu 31 Juli 2019.

Bahtiar menegaskan, ijin gubernur ke Amerika berlaku sejak tanggal 28 Juli sampai dengan 5 Agustus 2019. Menurutnya, ijin sudah diajukan Fachrori satu bulan sebelum keberangkatan.

“Diajukan tanggal 24 Juni untuk menghadiri kegiatan Summit Bethel Reserve di West Virginia AS,”katanya.

Ia mengatakan, ijin ke luar negeri pun sudah terbit pada 10 Juli 2019, lalu.

“Sudah turun ijinnya jauh-jauh hari sebelum berangkat,”ujarnya.

Karena atas izin dan persetujuan medagri, maka lawatan Fachrori ke Amerika merupakan tugas kedinasan sebagai gubernur. Artinya, biaya Fachrori semasa di Amerika, mulai dari keberangkatan hingga pulang ke tanah air menjadi tanggungan APBD.

Jambi Link mengecek ongkos Jakarta-Amerika untuk kelas ekonomi via aplikasi traveloka Rabu 31 Juli 2019. Biaya sekali terbang Jakarta-Amerika berkisar antara Rp 17 Juta sampai 25 Juta dengan dua kali transit. Ongkos untuk kelas bisnis, mulai dari Rp 35 Juta hingga Rp 75 Juta. Sedangkan ongkos untuk first class mulai dari Rp 48 juta hingga Rp 300 juta. Lalu untuk kelas premium dimulai dari Rp 25 juta hingga Rp 70 juta.

Kepala Biro Humas Pemprov Jambi, Johansyah mengimbuhkan, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka memberi kesempatan kepada gubernur se Indonesia, para KaKwarda se Indonesia, dan pengurus Gerakan Pramuka, untuk menjadi visitor pada Jambore Dunia ke-24 tersebut.

“Dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi juga mengirimkan 2 (dua) orang anggota Pramuka Penggalang Putra pada kegiatan dimaksud,”ujar Johansyah.

Dua orang itu adalah Ilham Harmawan F dari Kwartir Cabang Merangin dan Ginda Maula Dionanta dari Kwartir Cabang Batanghari. Keduanya merupakan anggota Pramuka Penggalang Garuda terbaik di Provinsi Jambi yang telah melewati seleksi super ketat di masing-masing Kwartir Cabang.

Dua tahun lalu, Gubernur Jambi Zumi Zola juga pernah melawat ke Amerika Serikat. Ia ditemani sang istri Sherrin Talia. Ke Amerika, Zumi Zola menghadiri undangan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hampir sepekan Zumi Zola dan istri disana.

Belakangan, KPK mengendus Zola menerima uang 30.000 dollar AS untuk biaya selama di Amerika itu. Gratifikasi Zola justru diungkap orang dekatnya, Asrul Pandapotan Sihotang ketika menjadi saksi pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 27 September 2018.

Asrul menyebut uang tersebut berasal dari Arfan–waktu itu sebagai Plt Kadis PUPR Jambi. Arfan dalam persidangan membenarkan saat September 2017 diminta Asrul menyiapkan uang untuk Zumi Zola ke Amerika. Arfan lantas meminta uang pada kontraktor rekanan Dinas PUPR, Joe Fandy alias Asiang. Asiang kemudian menyerahkan 30 ribu dollar AS atau sekitar Rp 400 juta ke Arfan.(*)

 

Penulis : Ardy Irawan

Editor : Awin

 

 

 

News Feed