by

Sempoyongan Koalisi Fachrori

Geram tingkah polah NasDem, Bakri bakal memboyong empat koalisi partai—PAN, PKB, PBB dan Hanura–, melabrak Gubernur Fachrori. Tetap ngotot wakil gubernur harus terisi, soal siapanya urusan belakangan.

—————————–

Jalan buntu drama pengisian wagub membuat Ketua DPW PAN Provinsi Jambi itu gusar. Seusai menggelar konferensi pers, Kamis sore, 25 Juli 2019, Bakri berinisiatif mengumpulkan koalisi parpol pengusung Zola-Fachrori.

Undangan langsung disebar via kontak telpon.

Malamnya, pertemuan privat berlangsung di restoran Lotus Hotel Abadi Suite, kawasan pasar Kota Jambi.

Bakri baru saja melahap makan malam ketika sesosok pria datang menghampiri. Mereka tampak akrab dan langsung duduk semeja.

Di kursi bagian lain, sejumlah orang mengenakan atribut PAN asyik mengobrol.

Rupanya, mereka pengurus PAN yang tengah beres-beres menyambut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang bakal sowan ke Jambi, Jumat 26 Juli 2019 siang ini.

Bang Zul—begitu dia disapa—rencananya bakal menjadi pemateri acara pembekalan caleg terpilih PAN di ruang Anggrek Hotel Abadi itu.

Lepas pukul sembilan malam, Bakri yang mengenakan kaos warna biru tosca berkerah itu berpindah ke sebuah bilik khusus di bagian depan sebelah kiri Lotus.

Ia diiringi beberapa orang.

Wartawan Jambi Link Ardy Irawan melihat pertemuan privat ini dihadiri Khoiri mewakili Partai Bulan Bintang.

Terlihat pula Budimansah mewakili Hanura dan Safrudin mewakili Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Perwakilan partai NasDem absen malam itu.

“Apo ini, partainya gubernur beberapo kali diundang dak datang,”sergah Bakri diwawancara Jambi Link, dua jam usai keluar dari ruang perjamuan, malam tadi.

Rapat koalisi yang digagas Bakri malam itu kembali menemui jalan buntu.

NasDem tak muncul hingga tengah malam, tanpa sedikitpun pemberitahuan.

Pekan lalu, Ketua DPW NAsDem Agus Roni mengklaim ogah ikutan meneken pengisian jabatan wagub. Alasannya, pilgub Jambi sudah dekat.

Tapi, PAN, PBB, PKB dan Hanura tetap ngotot jabatan wagub wajib terisi.

Pertemuan di lotus Abadi Suite malam tadi menguatkan lagi komitmen itu.

“Dari 5 undangan yang disebar, yang hadir cuma empat koalisi, kecuali NasDem. Alhamdulillah kita sudah ada kesepahaman,”ujar Bakri.

Kesepahaman yang dimaksud Bakri antaralain PAN,PKB, PBB dan Hanura tetap bersepakat mengusulkan nama wagub sesuai rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Secepatnya, Bakri bakal menemui Gubernur Fachrori untuk mengomunikasikan jalan buntu tersebut.

Bukan soal Fachrori adalah pengurus penting di partai NasDem. Tapi, kata Bakri, gubernur adalah Pembina seluruh partai politik di daerah.

“Kami minta gubernur menerima koalisi partai ini sekaligus menanyakan ihwal NasDem yang dak pernah datang rapat,”ujarnya.

Bakri mengklaim, antara DPRD dan gubernur pun sebenarnya belum klop.

Keduanya terkesan saling lempar bola. Seolah-olah bola panas kini berada ditangan koalisi parpol.

Sehingga, kalau pengisian wagub gagal, maka koalisi parpol yang bakal kena getah.

“Maka, koalisi 4 parpol ini juga akan bertemu biro hukum kantor gubernur dan pansel DPRD. Kita akan duduk bersama. Bukan bicara masing-masing. Biar klir, apa sih masalah sebenarnya,”jelas Bakri.

Bakri pun menyayangkan sikap setengah hati DPRD. Sebab, sampai saat ini ia belum menerima apalagi menengok tiga rekomendasi pansel tersebut.

“Baru sebatas omongan,”ujarnya.

Lalu, siapa yang disepakati 4 koalisi parpol? Masih Amin dan Rahman? Ataukah muncul usulan baru?

Bakri hanya tertawa lebar. Ia mengatakan,

“Itu belum biso kito jawab. Kalau masalah ini belum beres, dak tau siapo yang mau diusulkan. Kito bereskan dulu masalah ini,”katanya.(*)

II

Skenario solo karir ditengarai sengaja didesain untuk mengamankan Fachrori dan Partai NasDem. Demikian analisis Hadi Suprapto Rusli, Peneliti Indobarometer.

Putra asal Kerinci itu meyakini NasDem dalam posisi nyaman jika Fachrori solo karir. Menurutnya, ini strategi politik untuk memuluskan langkah NAsDem merebut kemenangan di Pilgub 2020 mendatang.

Muncul kekhawatiran, pengisian wagub justru blunder dan merugikan Fachrori. Karena, kata dia, boleh jadi wagub malah akan menjadi penghambat atau bahkan menjadi rivalnya di Pilgub nanti.

“Ini yang sedang dibaca NasDem,”katanya.

Mengulur waktu hanyalah bagian skenario yang disiapkan NAsDem untuk mengamankan posisi Fachrori.

“Dalam politik, hal seperti itu sah-sah saja. Tinggal, bagaimana mereka yang berkepentingan memiliki wakil, harus berupaya keras lagi,”katanya.(*)

 

Penulis : Ardy Irawan

Editor  : Awin

 

 

 

 

News Feed