by

SAH Diantara Rocky vs Faizal Reza, Kursi Pimpinan Dewan Siapa Punya

Rocky Chandra diklaim punya akses kuat ke Prabowo Subianto. Sementara Faizal Reza ditengarai sukses mencuri restu Sutan Adil Hendra. Kasak-kusuk perebutan kursi pimpinan dewan provinsi sengit.

——————————-

Rocky Chandra was-was. Langkahnya mengincar kursi pimpinan dewan provinsi itu tak berjalan mulus. Ada Faizal Reza, sang penantang kuat.

“Secara kedekatan, Faisal Reza lebih dekat dengan SAH. Komunikasinya bagus,”kata sumber Jambi Link di internal Gerindra.

Padahal, sejak awal Rocky Chandra paling getol membidik kursi pimpinan dewan itu.

Bahkan, Rocky—sapaan akrabnya—semasa kampanye dulu mematok target tinggi, akan mengincar kursi Ketua DPRD.

Sayangnya, ambisi itu pupus seiring Gerindra kalah suara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Rocky ekspektasinya tinggi. Berani gelontorkan modal besar saat kampanye, demi mengejar posisi Ketua DPRD,”ujar sumber itu.

Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Provinsi Jambi itu memang sukses menggulung banyak suara. Ia meraih suara terbanyak di internal Gerindra. Mestinya, ia memang berpeluang menempati kursi pimpinan DPRD itu.

Tapi, nama Rocky belakangan mulai terkikis dari bursa calon pimpinan DPRD itu. Justru, nama Faizal Reza terus menguat.

Di internal Gerindra, Faizal Reza disebut-sebut paling dijagokan Sutan Adil Hendra.

Faizal Reza diklaim paling berpengalaman. Menduduki pucuk pimpinan partai di Tanjab Barat dan berpengalaman menjadi Ketua DPRD.

Jambi Link berusaha mengonfirmasi Ketua DPD Partai Gerindra, Sutan Adil Hendra tapi tak direspon. Pesan yang dikirim via aplikasi Whatsapp juga tak dibalas.

Najamudin, Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, mengklaim untuk pengisian kursi pimpinan dewan itu belum mengerucut ke satu nama.

Menurutnya, itu ranahnya Dewan Pimpinan Pusat.

“DPD cuma mengusulkan saja,”ujarnya kepada Jambi Link lewat sambungan telepon, Minggu 21 Juli 2019.

Tapi, ia mengaku DPD memang tengah menggodok sejumlah nama sembari menanti penetapan resmi KPU. Terkait munculnya nama Rokcy dan Faizal Reza, Najamudian bilang begini.

“Biso bae Faizal Reza, biso yang lain,”katanya.

Lalu apa kata Rocky Chandra?

Melalui pesan WA, Rocky menyerahkan sepenuhnya kebijakan itu kepada partai. Kalaupun dia yang ditunjuk, Rocky mengaku siap.

“Akan jalankan amanah tersebut dengan penuh tanggungjawab,”katanya.

Tapi, kalaupun tidak?

“Saya juga siap menerimanya,”katanya.

Rocky meyakini, Gerindra akan menyerahkan kursi pimpinan DPRD kepada kader terbaiknya. Sebagai peraih suara terbanyak, Rocky maklum Gerindra punya mekanisme dan caranya sendiri.

Rocky mempertegas pengusulan nama merupakan wewenang Ketua DPD Gerindra Provinsi Jambi. karena itu, ia tak tahu persis apakah ikut diusulkan oleh SAH atau tidak nantinya.

“Kami para caleg terpilih hanya diwawancarai dan ditanyakan kesiapannya,”ujarnya.

Sedangkan Faizal Reza, menyebut semua kader berpeluang menempati kursi pimpinan itu. Bukan hanya dia dan Rocky saja.

“Bisa pak Bustami juga,”katanya.

Meski demikian, Faizal Reza mengklaim sudah melakukan pembicaraan dengan DPD.

“Kewenangan ada di DPP. Abang mengikuti prosesnya saja,”ujarnya.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Tanjung Jabung Barat periode 2015 – 2020 itu mengaku siap bila dipercaya menduduki kursi pimpinan DPRD.

Menurutnya, DPD dan DPP tentulah punya kriteria untuk menempatkan kadernya. Misalnya pengalaman sebagai pengurus partai, rekam jejak, loyalitas, kemampuan dan kapasitas, kata dia, pastilah menjadi pertimbangan.

“Suara terbanyak bisa menjadi faktor tapi bukan yang utama,”tegasnya.

 

Golkar Ivan Demokrat Cik Bur

Sukses merebut 9 kursi dengan memperoleh 264.032 suara,  PDIP dipastikan menempati kursi Ketua DPRD Provinsi Jambi.

Lalu kursi wakil ketua DPRD akan ditempati oleh Gerindra, Golkar dan Demokrat.

Berdasarkan UU nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pimpinan DPRD berasal dari Partai Politik dengan urutan perolehan kursi terbanyak di DPRD provinsi.

Karena ada 3 partai yang memperoleh jumlah kursi sama– 7 kursi– , maka partai yang bakal mengisi posisi wakil ketua 1, 2 dan 3 secara berturut turut adalah parpol dengan suara terbanyak.

Gerindra yang memperoleh 214.200 suara akan menempati posisi Wakil Ketua 1.

Lalu Golkar dengan 205.162 suara akan menempati posisi wakil ketua II dan Partai Demokrat dengan 190.629 suara bakal menempati posisi wakil ketua III.

Ihwal nama-nama yang mengisi posisi itu, tidak diatur secara rinci oleh UU. Mekanismenya diserahkan kepada parpol masing-masing.

Jika merujuk perolehan suara terbanyak, maka Gerindra memang akan diisi oleh Rocky Chandra. Sedangkan Golkar akan ditempati oleh Ivan Wirata dan lalu Demokrat oleh Ezzaty, putri kandung Walikota Sungai Penuh AJB.

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, untuk kursi Gerindra kini tengah diperebutkan oleh Rocky dan Faizal Reza. Sedangkan jatah Golkar diperkirakan bakal didapat Ivan Wirata. Walaupun sebenarnya, DPD Golkar Jambi tetap akan mengusulkan tiga nama ke DPP.

Tapi, mantan Kadis PU Provinsi Jambi itu paling getol lobi sana-lobi sini. Ivan terus memepet Cek Endra, Bupati Sarolangun yang punya akses kuat ke Airlangga Hartarto. Gejolak internal Golkar pun tak begitu kuat.

Ivan hampir dipastikan mulus merebut tahta itu.

“Saya memenuhi syarat sebagai peraih suara terbanyak. Saya juga pernah menjadi Kadis PU. Barangkali itu akan jadi pertimbangan,”ujarnya.

Ia mengaku, sesuai mekanisme, DPD Partai golkar tetap akan mengajukan tiga nama ke DPP. Ivan optmis dipilih Airlangga.

“Saya siap menerima amanah. Siap membangun jambi,”katanya.

Sedangkan jatah Demokrat diperkirakan bakal ditempati Burhanudin Mahir, Mantan Bupati Muaro Jambi. Meskipun ada Ezzaty yang memperoleh suara terbanyak di Demokrat, Cik Bur—sapannya– justru diperkirakan bakal menempati posisi itu.

Selain karena ia sebagai Ketua Demokrat Jambi, ia juga dianggap paling berpengalaman. Ezzaty pun legowo menyerahkan kursi tersebut ke Cik Bur.

Bagaimana dengan kursi Ketua DPRD?

Edi Purwanto relatif mulus menempati posisi itu. Bukan karena sebagai Ketua Partai saja, tapi Edi diklaim punya banyak prestasi memenangkan PDIP dan punya akses kuat ke DPP.

“Nanti DPP yang akan menetapkan,”kata mantan Presiden BEM UIN STS itu diplomatis.

Edi menyebut PDIP masih menunggu proses penetapan caleg terpilih dari KPU, barulah nanti mengajukan calon pimpinan dewan.(*)

 

Penulis : Ardy Irawan

Editor  : Awin

 

 

 

 

 

News Feed