by

AJB, TNKS dan Gagasan Kaum Terdidik

Terjepit diantara kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat, tak membuat Asafri Jaya Bakri (AJB) putus asa membangun kota. Sukses menggenjot kapasitas sumber daya manusia, kelas menengah bertumbuh.

————————

Setumpuk dokumen itu tersusun rapi di meja kerja walikota. Semuanya menunggu diteken. AJB membolak-balik dokumen yang terselip di bagian paling bawah.

“Ini harus segera jalan…,”kata AJB kepada ajudannya, Debi.

Tafyani Kasim sampai terkaget-kaget. Belum lama dokumen perizinan itu dikirim, eh tetiba sudah diteken.

“Ini sesuai visi saya, visi kita semua, visi Kota Sungai Penuh,”ucap AJB usai meresmikan komplek perkantoran, pergudangan dan training center PT Andalan Mitra Prestasi (AMP) milik konglomerat Tafyani Kasim itu, pada Sabtu 30 September 2017 lalu.

Perusahaan yang berlokasi di Desa Dusun Baru Debai Kecamatan Tanah Kampung itu, bergerak dibidang Perdagangan, Pengolahan dan Human Resources.

Konsen utamanya adalah meningkatkan daya saing dan menumbuhkan skil sumber daya manusia Kota Sungai Penuh dan Kerinci, bahkan Jambi.

Bak gayung bersambut, misi Tafyani Kasim rupanya sejalan dengan cita-cita besar AJB.

“Saya memilih lokasi di Kota Sungai Penuh karena pak Wako punya cita-cita sama. Bagaimana menjadikan SDM berdaya saing, berinovasi dan bisa berdaya guna sesuai dengan pasar tenaga kerja nasional bahkan internasional,”kata Tafyani Kasim.

Sejak pertama menjabat walikota, AJB memang berusaha keras mengerek ekonomi warga. Berbagai upaya dilakukan ditengah himpitan Taman Nasional Kerinci Sebelat itu.

Ya.

Coba tengok, lebih separuh wilayah Kota Sungai Penuh adalah kawasan hutan lindung TNKS. Jangankan bisa mengelola, menjamah sedikit saja diharamkan.

Data dari dinas Kehutanan Provinsi Jambi menyebutkan, 59,2 Persen wilayah Kota Sungai Penuh berisi TNKS (23 ribu hektar).

Barulah sekitar 40,8 Persen merupakan daerah efektif perkotaan (15,9 Hektar). Separuh daerah efektif ini pun sudah dipakai sebagai pemukiman.

Tak ada sama sekali sumber daya alam yang bisa diandalkan.

Berbeda dari daerah lain. Mereka punya pendapatan besar dari sektor tambang, minyak dan gas serta sumber-sumber jumbo lain dari pengelolaan SDA.

“Kita tak mungkin bisa andalkan sumber daya alam. Kekayaan kita yang paling hakiki adalah sumber daya manusia,”kata AJB.

Karena itu, sejak dulu, grand strategi pembangunan kota yang digulirkan AJB adalah berkonsentrasi pada peningkatan kapasitas manusia.

Dengan begitu, sang professor itu Haqqul yakin daerah ini bakal maju dan mampu mengejar ketertinggalan.

Wajar, AJB berusaha keras memboyong investor masuk ke Kota Sungai Penuh, utamanya mereka yang konsen meningkatkan daya saing ataupun menumbuhkan kapasitas manusia.

“Saya fokus pada penyiapan generasi kita,”katanya.

Nah, pelan tapi pasti.

Kerja keras itu berbuah manis.

Tren positif kinerja ekonomi sudah nyata terlihat. Pertumbuhan ekonomi menembus angka 6,24 persen. Jauh melampaui angka ekonomi nasional.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau kerap disebut nilai tambah barang dan jasa juga mengalami peningkatan signifikan. Dari awalnya hanya Rp 5,73 triliun menjadi Rp 6.38 triliun. Dan selalu mengalami kenaikan tiap tahun.

“Ini indikasi tumbuhnya klas menengah di Kota Sungai Penuh,” ujar AJB.

Angka kemiskinan pun turun. Hampir tiap tahun angka kemiskinan menurun mencapai 500-1000 jiwa.

Pencapaian ini cukup membanggakan ketika kota paling ujung barat Provinsi Jambi itu tak memiliki kekayaan alam yang memadai.

“Ini juga berkat tumbuhnya jiwa enterpreneurship dikalangan masyarakat,”kata AJB.

Semasa AJB memimpin, sektor Perdagangan dan Jasa memang terus tumbuh dan bergairah. Munculnya banyak investor, termasuk PT AMP milik Tafyani Kasim itu merupakan salah satu contoh.

AJB terus mendedikasikan diri meningkatkan kualitas dan skill SDM. Ia bekerja keras menciptakan skill terdidik dan terlatih serta bernilai jual tinggi, bukan hanya sebatas kota sungai penuh, tapi meluas di seantero Jambi.

Agar Sungai Penuh bangkit dan tidak terjepit.

Agar Jambi Berkeadilan.(adv)

 

Penulis : Awin

News Feed