by

Was-was Bupati Jambi Barat

Manuver Al Haris, Mashuri dan Adi Rozal pada acara halal bihalal Forum Jambi Barat ditengarai takut dengan isu pemekaran Provinsi Jambi Barat. Muncul desakan mengembalikan sumbangan para bupati itu.

———————–

“Bupati takut hadir. Ado isu supayo bupati neken pernyataan pemekaran Provinsi Jambi Barat,”ujar salah satu panitia halal bihalal Forum Jambi Barat yang tak ingin namanya disebut.

Ada bupati yang mengklaim absen karena tak diundang. Padahal, seluruh bupati dari wilayah barat tercatat sebagai penanggungjawab acara halal bihalal.

“Bukan hanya sekedar undangan,”katanya.

Selain Gubernur Fachrori, hanya Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri yang hadir. Sedangkan Bupati Kerinci hanya mengutus wakilnya, Ami Taher.

Sedangkan Bupati Sarolangun Cek Endra dan Bupati Tebo Sukandar telah menitip pesan tak hadir karena ada dinas luar kota.

Berbeda dengan tiga bupati lain—Al Haris, Mashuri dan Adi Rozal—yang justru asyik main Badminton dan Tenis Meja ketika Forum Jambi Barat menggelar halal bihalal.

Sempat muncul isu halal bihalal FJB ini di desain menjadi panggung politik Gubernur Fachrori. Spekulasi inilah yang ditengarai membuat sejumlah bupati enggan hadir.

Mereka lalu membuat acara tandingan di hari dan waktu yang sama.

Pantauan Jambi Link di lapangan, sejumlah meja dan kursi terlihat kosong di acara halal bihalal itu. Tak ada deklarasi politik atau pernyataan dukungan terhadap Fachrori atau pemekaran Jambi Barat.

Yang ada hanya pengukuhan Presidium Forum Jambi Barat oleh Gubernur Fachrori. Mereka yang dikukuhkan adalah perwakilan paguyuban se Jambi Barat.

Sebut saja masyarakat Kerinci yang terhimpun dalam HKK. Masyarakat Bungo dengan IKBJ. Masyarakat Merangin, IKM. Masyarakat Sarolangun, PERKASA. Dan masyarakat Tebo di PERMATO.

Internal FJB bergejolak.

Syamsu Rizal mengaku tak simpati lagi terhadap para Bupati yang ogah hadir itu.

Wakil Ketua DPRD Tebo ini sedih karena mereka terkesan tak menghargai masyarakat Jambi Barat.

“Kok sengaja membuat kegiatan tandingan. Ini seperti menantang elemen masyarakat Jambi Barat,”tegas Syamsu Rizal.

Bang Iday—begitu dia disapa—mengaku tak menyangka, para bupati itu tega menyakiti warga Jambi Barat.

Iday mempertanyakan kok tiga Bupati lebih menghargai satu bupati dari timur.

“Tega membuat kegiatan tandingan, padahal halal bihalal Forum Jambi Barat murni bertujuan menyatukan masyarakat Jambi Barat,”bebernya.

Iday mengingatkan, semestinya para bupati itu menghargai kerja keras anak-anak muda yang telah berminggu-minggu menyiapkan acara.

Apalagi, temu kangen Jambi Barat kali ini berhasil mencipta sejarah. Semasa Provinsi Jambi ini berdiri, kata Iday, baru sekarang bisa digeber halal bihalal warga Jambi Barat.

“Mereka sengaja mendesain acara tandingan dengan motif politik. Teganya mereka melukai perasaan elemen masyarakat Jambi Barat, terutama adik-adik generasi muda yang begitu bersemangat mensukseskan halal bihalal Jambi Barat itu,”jelasnya.

“Acara yang bersamaan di Bungo itu adalah By Desain,”imbuhnya.

Sejumlah inisiator Forum Jambi Barat kecewa, bukan karena hanya absen saja, tapi di waktu yang sama mereka malah membuat eksebisi olahraga antar daerah di Bungo.

Entah siapa yang menginisiasi. Yang jelas, acara itu seperti menampar muka Forum Jambi Barat.

“Kalau ndak mau datang sih kito maklum bae. Justru itu lebih elegan. Ini sudahlah tidak hadir, malah buat acara tandingan,” tegas Akmal Khatab, salah satu panitia Halal Bihalal Forum Jambi Barat.

Andi, salah satu inisiator halal bihalal Jambi Barat menyebut acara itu sudah direncanakan sejak lama. Semua bupati tahu. Mereka pun ikut menyumbang.

Menurutnya, temu kangen ini sebagai momentum bersatunya masyarakat dan para pemimpinnya di Jambi wilayah barat.

“Secara moral sangat disayangkan. Saya minta ada klarifikasi resmi dari para bupati,”tegasnya.

Mencuat pula wacana mengembalikan sumbangan para bupati.

“Mereka telah melempar telur busuk ke wajah wajah kito. Sebagai bentuk protes, tolong panitia kembalikan duit sumbangan dari 3 Bupati Wilayah Barat tuh. Buat secara resmi dan melalui konferensi pers, biar tidak ada dusta diantara kita, malu kita gara gara manuver mereka,”desak sejumlah panitia.

Menurut Sekretaris Jendral FJB, Saiful Roswandi, adanya tuduhan politis terhadap acara Halal bi Halal, memang tak bisa dihindari.

Soalnya, bakal kandidat Calon Gubernur Jambi yang akan bertarung 2020 turut hadir dalam acara itu.

“Nggak tepat juga, sebagai kaum terdidik, yang berpengetahuan, kemudian alergi dengan hal politik. Tapi kita maklum. Kan mereka (para bupati) cuma undangan biasa,”ujarnya.(*)

 

News Feed