by

Sang Profesor dan 100 Desa Terbaik

Desa kecil nan ciamik itu kini punya daya tarik tersendiri. Orang ramai-ramai bertandang kesana demi mengorek, belajar dan bahkan menimba ilmu tentang kiat sukses Asafri Jaya Bakri memboyong Desa Aur Duri meraih predikat 100 desa terbaik.

————————————

Asafri Jaya Bakri baru saja selesai melahap makan malam ketika Defi sang ajudan datang menghampiri.

“Senin besok Bapak jadi pembicara Rakor P3MD Provinsi Jambi,”ujar Defi, pada Sabtu malam 15 Desember 2018 lalu.

“Kalau begitu kita siap-siap berangkat,”imbuh pria yang akrab disapa AJB itu.

AJB didapuk menjadi pembicara inti dalam Forum rakor Program Pembangunan dan pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) yang digagas Pemerintah Provinsi Jambi.

Pesertanya semua Kepala Desa dan perangkat desa se Provinsi Jambi.

Mereka belajar bagaimana kecemerlangan AJB membangun dan memajukan desa-desa di Kota Sungai Penuh.

Lewat tangan dinginnya itulah, Pemerintah Kota Sungai Penuh tercatat disederet 10 besar nasional pencapaian Indeks Desa Membangun (IDM).

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi RI malah mengganjar sang professor sebagai tokoh yang sukses membangun desa.

Desa Aur Duri masuk jajaran 100 Desa terbaik se Nasional.

Sepanjang sejarah Jambi, baru Desa Aur Duri tercatat di dalam buku “100 Desa terbaik “ yang diterbitkan Kementerian Desa dan PDT pada 2018 lalu.

“Kuncinya adalah ketauladanan,”ujar AJB.

“Pemimpin wajib hadir ditengah masyarakat. Ia harus mendorong dan menggerakkan sumber daya manusia di desa,”beber AJB dihadapan para kades se Provinsi Jambi itu.

Semasa menjadi Walikota, AJB memang konsen membangun desa.

Sebagai arsitek kota, ia konsen menggenjot SDM desa supaya memiliki daya saing.

Ia pun terus mendorong tumbuhnya Wirausaha muda sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat di desa-desa. Itulah yang dilakukannya di Desa Aur Duri.

Keberhasilan sang professor tentu saja punya daya tarik tersendiri di level nasional.

Padahal, selama ini publik kerap mencibir, bahwa Walikota tak punya pengalaman membangun desa.

Maklum, pemerintah kota biasanya dianggap cuma mengelola warga di tingkat kelurahan dan Rukun Tetangga.

Tapi berbeda dengan AJB.

Walikota Sungai Penuh itu juga mengelola desa-desa. Ia konsen membangun kota lewat desa-desa itu.

Wajar saja, pemerintah pusat mengganjar banyak penghargaan atas prestasi AJB.

Penghargaan Desa Terbaik itu misalnya, diserahkan langsung Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Eko Putra Sandjojo pada acara Simposium Desa Menjemput Asa dan Deklarasi Program Literasi Desa, program Desa Bebas Narkoba dan peluncuran majalah Wanua di Hotel Sultan Jakarta Desember 2018 lalu.

Yang paling penting, kata AJB, pembangunan desa harus memperhatikan kearifan lokal yang dimiliki tiap desa.

Dengan strategi itu, indeks pembangunan manusia (IPM) kota Sungai Penuh bertumbuh dan melaju cepat. Indikatornya adalah baiknya kesehatan, pendidikan dan pendapatan masyarakat.

Demikian pula dengan angka kemiskinan di Kota Sungai Penuh, bahkan sukses digenjot menjadi terendah se Provinsi Jambi dengan angka 2,78%.

Menurut AJB, sederet prestasi itu bukan didapat dengan mudah. Butuh perjuangan keras nan panjang dan berliku.

Tentu saja, semuanya karena dukungan warga, utamanya para pemangku adat dan ulama.

Desa Aur Duri rupanya, sudah sejak lama memboyong prestasi. Desa yang berlokasi di Pondok Tinggi itu misalnya, pernah menjadi juara tingkat nasional lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada 2013 silam.

AJB pun berhak atas penghargaan Pakarti Utama I. Pemkot Sungai Penuh didapuk sebagai pelaksana terbaik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Kategori kota tahun 2013.

Trofi penghargaan Pakarti Utama I itu diserahkan langsung Ketua umum Tim Penggerak PKK Pusat (istri Menteri Dalam Negeri) kepada ketua Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh, Hj Emizola Asafri, S.Ag, M.Hum pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke XX tahun 2013 di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sukses Kota Sungai Penuh!(adv)

Editor : Awin

News Feed