by

Fachrori, FJB dan Operasi Bungo

Sejumlah bupati nekat absen dan justru asyik main Tenis Meja serta Badminton di Bungo ketika pagelaran silaturahmi warga Jambi Barat berlangsung di Kota Jambi. Ditengarai operasi penggembosan pengukuhan Forum Jambi Barat.

—————————————

Tarian khas asal Kerinci “Rantak Kudo” menutup pertemuan Forum Jambi Barat yang digelar di Ratu Convention Center, Sabtu 13 Juli 2019.

AJB, Presiden HKK Ramli Thaha, Asraf Staf Ahli Gubernur dan sederet panitia ikut menari-nari diatas panggung.

Teriakan “Hidup Wagub”menggema ketika nama AJB disebut. Hari itu, AJB benar-benar tampil bak bintang. Kehadirannya memikat dan membetot perhatian sahibul bait.

Galau Fachrori seketika sirna dan terobati begitu AJB datang. Syukurlah, dia satu-satunya kepala daerah yang mau memenuhi undangan FJB itu.

Padahal, di Bungo sana, sederet kepala daerah asal Jambi Barat malah asyik bermain Badminton dan Tenis Meja. Bupati Merangin Al Haris, Bupati Kerinci Adi Rozal dan Bupati Bungo Mashuri itu memilih ogah hadir di acara halal bihalal warga Jambi Barat itu.

Entah kenapa, kok mereka kompak kumpul di Bungo dengan dalih mengikuti eksebisi olahraga antar daerah.

Pertemuan sejumlah kepala daerah di Bungo

Sedangkan Bupati Sarolangun Cek Endra dan Bupati Tebo Sukandar sudah izin duluan ke panitia dengan alasan sedang tugas luar kota.

“Acara ini murni aspirasi dari warga Jambi Barat. Tidak ada motif politik,”tegas Asraf, Ketua Pelaksana Kegiatan ketika berpidato membuka acara.

Catatan Jambi Link, beberapa kepala daerah asal Jambi Barat diperkirakan bakal berlaga pada Pilgub Jambi 2020 mendatang.

Mereka seperti Walikota Sungai Penuh AJB, Bupati Sarolangun Cek Endra, Bupati Merangin Al Haris dan Gubernur Fachrori.

Para pesohor itu diperkirakan bakal menjadi seteru.

Sejak Forum Jambi Barat ini muncul, sejumlah spekulasi mulai mengemuka: FJB dituding menjadi panggung politik Gubernur Fachrori.

Nah, isu ini makin santer beredar ketika inisiator dan panitia acara halal bihalal FJB itu dipenuhi kelompok bungo dan para anak buahnya di Pemprov Jambi.

Asraf misalnya, adalah staf ahli Gubernur Jambi. Di acara ini, Asraf didapuk sebagai Ketua Panitia.

Begitupula Bastari Staf Ahli Gubernur itu, juga tokoh penting dibalik acara halal bihalal FJB.

Keterlibatan sejumlah anak buah Fachrori dan pentolan Ikatan Keluarga Bungo Jambi memang makin mengukuhkan spekulasi itu.

“Ini bukan panggung politik untuk kelompok tertentu,”bantah Asraf.

Asraf mengungkap kekesalannya karena melihat acara sepi pengunjung. Sejumlah bangku dan meja terlihat kosong.

“Padahal sudah kita sebar undangannya. 200 undangan per daerah,” ujarnya.

Meski menampik ada agenda politik, Asraf justru kelihatan menyanjung Gubernur Fachrori.

“Kita dukung program pemerintah mewujudkan Jambi Tuntas,”katanya.

Disaat itulah, Asraf menghentikan pidato demi menyambut kedatangan Walikota Sungai Penuh.

Gubernur Fachrori yang duduk dibarisan paling depan langsung berdiri dan tampak sumringah menyambut AJB.

Sebagai ahlul bait, Fachrori kelihatan bahagia karena AJB satu-satunya kepala daerah yang datang. Beberapa jenak Ami Taher ikut muncul mewakili Bupati Kerinci.

“Ado yang takut masuk. Padahal ini acara silaturahmi warga Jambi barat,”sindir Nurman Jalal, salah satu Presidium FJB.

Ia mempertegas kalaulah acara itu tak menyimpan agenda politik.

Yang menarik, justru sesaat menjelang Gubernur Fachrori berpidato, sejumlah pengunjung yang duduk dibarisan belakang memekik “Lanjut dua periode”.

Kalimat itu merujuk pada nama Fachrori yang didukung melanjutkan kepemimpinnnya hingga periode kedua.

“Sayo masih ado acara di Purwokerto. Sengajo pulang untuk menghadiri acara halal bihalal ini,”katanya.

Sementara, Walikota Sungai Penuh AJB diwawancarai wartawan usai acara, menegaskan sengaja jauh-jauh datang memenuhi undangan FJB demi mempererat tali silaturahmi.

AJB emoh menanggapi spekulasi sejumlah pihak. Ia justru membela FJB yang dinilainya berjasa besar menyemai tali persaudaraan antar warga Jambi Barat itu.

“Saya tak pernah berpandangan negatif. Saya haqqul yakin kalau halal bihalal FJB ini bukan pertemuan politik. Makanya saya datang,”katanya.

Kehadirannya, kata AJB, ingin memberi tauladan. Ia sangat mendukung persatuan warga Jambi Barat. Dan menurutnya, inilah momentum terbaik. Kalau tak sekarang kapan lagi.

Kehadiran AJB benar-benar telah menyelamatkan muka FJB. Apa jadinya jika AJB tak hadir?.

Boleh jadi spekulasi sejumlah pihak ihwal FJB dan perannya sebagai panggung politik Fachrori semakin menguat.

AJB berada digaris terdepan membantah jika forum ini bernuansa politis.

“Acara begini baik untuk menyatukan Jambi Barat. Saya dukung,”katanya.

Akmal Khatab, salah satu panitia Halal Bihalal FJB mengaku kecewa terhadap absennya sejumlah kepala daerah dari wilayah barat.

Aktivis yang terkenal vokal ini heran kenapa beberapa Bupati justru memilih main tenis meja dan badminton dari pada hadir memenuhi undangan silaturahmi warga Jambi Barat itu.

“Ini ajang silaturahmi kok, sudah lama di agendakan,”ujarnya.

Seperti diketahui, dihari dan waktu yang sama, sederet Bupati sengaja menggelar pertemuan di Bungo. Bupati Bungo Mashuri sebagai ahlul bait  mengatakan,

“Agenda ini sudah direncanakan sejak tiga bulan lalu,”katanya kepada wartawan di Gedung Seruni Muara Bungo.

Mashuri menolak kalaulah pertemuan itu ditafsirkan punya selubung politik.

Tapi, Bupati Tanjab Timur Romi Haryanto yang ikut meramaikan eksebisi di Bungo itu malah berkata lain.

“Kami semua orang politik. Pastilah ada ngomong politik. Kita berniat bagaimana Jambi kedepan lebih baik,”kata Romi.

Anehnya, Bupati Bungo lagi-lagi berdalih jika kompetisi olahraga itu bukan sengaja dibuat untuk menandingi acara halal bihalal FJB.(*)

 

Penulis : Refor Diansyah

Editor : Awin

 

 

News Feed