by

Menggoyang Kursi Disdik 1

Sekelompok massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat mendesak Gubernur Fachrori segera mencopot Agus Heriyanto dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Mengungkit borok lama terkait gratifikasi Zumi Zola.

——————————–

Ini kali kedua kelompok yang mengatasnamakan Jaringan Pemantau Kewenangan itu mendemo Gubernur Fachrori. Isunya sama; copot Kadis Pendidikan Agus Heriyanto.

Menurut Koordinator aksi, Abdullah, Agus Heriyanto tak layak dipertahankan selaku pejabat. Ia beralasan Dinas Pendidikan semasa Agus Heriyanto mendapat rapor merah dari Ombudsman.

“Ini bukti bahwa manajemen dan pelayanan pendidikan buruk,”tegas pria yang kerap disapa Acok itu.

Masalah lain, kata Acok, Agus terseret-seret kasus Gratifikasi Zumi Zola.

Menurutnya, nama Agus muncul dalam fakta persidangan dan dokumen dakwaan Zumi Zola ihwal kasus gratifikasi itu.

“Kami meminta aparat melakukan audit terhadap harta kekayaannya,”tegas Acok.

Sejam berorasi di depan pintu masuk Kantor Gubernur Jambi, Acok Cs ditemui Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Jambi, Apani Saharudin.

Mereka diminta masuk ke dalam untuk berdialog.

“Aspirasinya akan kami sampaikan ke pak Gubernur,”katanya diplomatis sambil menenangkan pendemo.

Ia mengatakan Gubernur bukannya ogah bertemu pendemo. Tapi, karena tengah berdinas ke Jakarta.

Merasa tak puas, para pendemo lantas mengancam bakal kembali aksi Kamis lusa.

“Kami akan bentangkan spanduk panjang di danau sipin ketika acara dayung nasional nanti,”ancamnya.

Menjelang resufle kabinet Fachrori, kursi Agus Heriyanto mulai massiv digoyang.

Sejak semalam, sejumlah akun jejaring pertemanan Facebook ramai menyorot Dinas Pendidikan Provinsi itu.

Entah apa musababnya.

Akun Taufan misalnya, menguak ihwal hubungan Dinas Pendidikan dan Hotel Cahaya Prima. Ia menengarai ada agenda terselubung dibalik kerjasama yang kerap digeber Disdik dan Hotel Cahaya Prima.

“Telah sejak lama Cahaya Prima berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi. Wajar saja seluruh kegiatan dapat dimiliki seolah gurita yang mencengkram Diknas. Inilah donator berwujud bisnismen,”tulis Taufan di wall FB nya, Senin 7 Juli 2019.

Sejak diupload pukul 22.39 itu, akun Taufan ramai like dan komentar.

Akun Rizal Jambi menanggapi,

“Pantaslah di Hotel CP itu sering mengadokan kegiatan dari Diknas Provinsi, ternyata…….,”tulisnya.

Akun Nasrul Yasir menimpali,

“Gek Sayo tegur KPK. Ngapo dak serius,”

Catatan Jambi Link, Agus Heriyanto pernah mengaku dimuka hakim ketika menjadi saksi untuk terdakwa Zumi Zola di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, pada Senin 8 Oktober 2018 lalu.

Agus mengaku menyetor uang Rp 1 Miliar melalui Amidy, Kepala Perwakilan Pemprov Jambi di Jakarta, sebanyak dua tahap, masing-masing Rp 500 Juta.

Tahap pertama, kata Agus, diberikan di Central Park, Jakarta. Penyerahan kedua dilakukan di Hotel Aston, Jambi.

Agus ditanya Jaksa asal muasal uang itu. Agus menyebutkan berasal dari sejumlah rekanan di Dinas Pendidikan.

Pengakuan Agus ini makin membuat terang keterlibatan Zola dalam kasus gratifikasi hingga ia divonis hukuman 4 tahun penjara. Namun, KPK hingga kini belum menyentuh Agus sebagai pemberi uang.(*)

News Feed