by

Saat Cek Endra Berkantor di Jalanan

Pernah lima kali tanpa absen memperoleh anugerah tertinggi dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup, kini Cek Endra bertekad memboyong kembali Piala Adipura untuk kali keenam. Berpeluh keringat mengontrol kerja dan tugas bawahan di jalanan.

————————–

Di bawah terik mentari pagi itu, Jumat 5 Juli 2019, Cek Endra berkantor di jalanan.

Menengok dan mengontrol langsung kebersihan lingkungan, Bupati Sarolangun itu ditemani Asisten II Dedi Hendri, Sugeng dari Dinas LH, Kabid CK Dinas PUPR Olie Suryono, Camat Sarolangun Huzairin Saman,Kabag Humas Syaruddin, dan para Lurah.

Kali ini, Cek Endra emoh gagal lagi.

Ia bertekad ingin mengulang kesuksesan beberapa tahun silam; lima kali berturut-turut memperoleh Adipura.

“Kok masih banyak got yang tersumbat?,”tunjuk Cek Endra ketika memergoki sampah teronggok di sejumlah drainase.

Bupati dua periode ini pun bergegas mencari sebilah tongkat.

Ia turun langsung membersihkan onggokan sampah yang menyumbat di lubang drainase itu. Bau busuk got dan percikan air tak dihiarukan.

Menggunakan sebilah tongkat itu, Cek Endra mengukur kedalam pasir dan tanah yang menumpuk di dalam drainase.

Selama berkantor diluaran sana, Cek Endra berpeluh keringat mengontrol kerja pejabatnya. Bukan cuma memberi arahan dan intruksi, tapi ia ikut terjun langsung. Berkotor-kotor dan berpeluh-peluh keringat.

Cek Endra menyoroti beberapa titik yang dikunjungi, masih ditemukan sampah tercecer.

Seperti di Simpang SMA itu, drainase terlihat menyumbat oleh tumpukan sampah.

“Ini harus segera ditangani,”kata Cek Endra dan dijawab anggukan kepala para pejabatnya.

Pagi itu, Cek Endra mengecek beberapa titik lokasi, seperti Pasar Bawah Sarolangun, Terminal Truck, Terminal Angkutan Umum, dan Kantor Dinas Perhubungan.

Cek Endra juga mampir ke rumah Saadah, pemilik Bank Sampah.

Selama disana, Cek Endra melihat perjuangan Ibu Saadah mengelola sampah sampai menjadi bahan berguna dan punya nilai jual.

Saadah adalah pejuang lingkungan.

Cek Endra ingin banyak muncul Saadah-Saadah lain. Mereka seperti pahlawan yang konsisten menjaga lingkungan agar tetap bersih.

Terakhir, Cek Endra mampir ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tembok Cino, di Desa Pelawan Jaya, Sarolangun.

Dari pagi hingga menjelang siang itu, Cek Endra betul-betul berkantor d jalanan. Ia mengevaluasi kerja para pejabatnya sembari berpeluh keringat.

Cek Endra sedih karena masih menemukan gulma dan rumput liar tumbuh di trotoar sepanjang jalan protokol.

Ia meminta masalah ini segera diselesaikan.

Termasuk sejumlah permasalahan keindahan yang harus segera dibenahi, misalnya keberadaan tempat sampah yang sudah mulai rusak, cat trotoar yang memudar dan fasilitas lainnya.

“Mudah-mudahan prestasi Adipura bisa kita kembalikan,”katanya.

Karena itu, ia mengharap sejak sekarang harus muncul gerakan masyarakat cinta kebersihan.

“Mari sama-sama jaga lingkungan kita,”ujar politisi Golkar ini.

Disamping itu, Cek Endra terus mengingatkan gerakan menjaga kebersihan lingkungan bukan karena ada iming-iming Piala Adipura saja.

Tapi, betapa lingkungan yang bersih dan sehat adalah bagian dari keimanan. Begitulah keyakinan Umat Islam seperti dalam hadis Nabi.

“Kebersihan lingkungan ini harus dijaga terus menerus dan harus datang dari hati paling dalam. Bukan saja karena mau penilaian,”selorohnya.

Kepala Dinas Perkim, Saipullah menyambut hangat seruan sang Bupati.

Ia berjanji sesegara mungkin bekerjasama lintas instansi, semisal Dinas LH, Diknas, Rumah Sakit, Camat dan Lurah.

“Tiap hari saya turun langsung. Kita bekerja, merencanakan, melaksanakan dan mengawasi,”katanya.

Ia mengharap dukungan masyarakat untuk ikut terlibat menjaga keberhasihan lingkungan itu.(*)

 

Penulis : Awin

Berikut Foto-fotonya :

Cek Endra saat berkunjung ke rumah Ibu Saadah
Berdialog bersama pedagang ikan di pasar
Cek Endra saat mengecek TPA
Cek Endra ketika mengecek salah satu titik pantau Adipura

News Feed