by

Cek Endra dan Perjuangan Membangun Industri Semen

Cek Endra sukses memboyong PT Semen Baturaja investasi ke Sarolangun. Investasi triliunan rupiah itu akan mengerek perekonomian warga, meningkatkan pendapatan daerah, menyerap ribuan tenaga kerja dan menunjang kebutuhan semen, bukan saja bagi skala kecil di Sarolangun, tapi menyuplai skala besar di Provinsi Jambi, bahkan hingga daerah-daerah tetangga. Menawarkan usaha masa depan warga Jambi.

————————————————-

Di bawah langit fajar yang mulai menyinsing, Jobi Triananda Hasjim, Direktur Utama Semen Baturaja (SMBR) itu tiba di Rumah Dinas Bupati Sarolangun, pada Senin 25 Februari 2019 lalu. Ia ditemani Dakoni Direktur Produksi dan Pengembangan serta Amrullah Direktur Umum dan SDM PT Baturaja.

Mengenakan batik coklat corak bunga dipadu bawahan hitam, Jobi—sapaannya–  langsung menyodorkan dokumen izin pembangunan pabrik semen yang sudah diteken Pemerintah Pusat.

Ahlul bait itu membalas menyerahkan izin prinsip yang menjadi kewenangan dan tanggungjawab Pemda Sarolangun.

Barulah semuanya terang.

Pertemuan Cek Endra dan Petinggi Baturaja ini menjadi momentum masuknya Investasi besar dan abadi ke Provinsi Jambi.

Jobi menyebut Baturaja bersiap investasi Rp 5 Triliun.

Cek Endra bahagianya bukan main.

Memboyong Baturaja investasi ke Sarolangun bukan perkara mudah. Butuh pengorbanan besar. Ia harus bolak balik Sarolangun-Jakarta, berpeluh-peluh keringat dan banyak hambatan.

“Kerja keras tak pernah menghianati hasil,”ujar Cek Endra mantap.

Gagasan ini, kata Cek Endra, rupanya sudah dimulai sejak era Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Begini ceritanya.

Berawal dari sebuah dokumen penelitian yang menyebut Sarolangun punya bahan baku semen skala jumbo.

Bak mendapat durian runtuh, Cek Endra bergegas menemui Menteri BUMN, Dahlan Iskan, di Kantornya, Jakarta.

Ia sodorkan data riset itu. Dahlan pun kaget.

Nun jauh di pedalaman desa kok ada harta karun. Semasa itu, Cek Endra terus berdiskusi bersama Dahlan. Membolak-balik data riset. Mereka membicangkan potensi besar ini , hampir setiap saat.

Muncullah ide; Membangun Pabrik Semen.

Tapi, siapa yang akan mengerjakan? Duitnya dari mana?

Dahlan lantas memboyong Cek Endra bertemu petinggi BUMN yang konsen mengelola industri Semen itu.

Syukurlah, mereka menyambut baik.

Tahap awal, Baturaja mengutus tim riset. Rupanya, di kawasan bukit bulan ini teridentifikasi menyimpan bahan baku Semen berkualitas nomor wahid.

Tanpa bertele-tele lagi, Dahlan, Cek Endra dan Baturaja akhirnya bersepakat; PT Semen Baturaja bangun Pabrik di Sarolangun.

Tapi, hambatan kembali muncul.

Bakda Pilpres 2015 lalu, Dahlan terdepak dari jajaran kabinet.

Setali tiga uang, Cek Endra juga tengah sibuk menyiapkan Pilkada periode kedua.

Rencana besar ini pun sempat mandeg. Malah, sempat muncul spekulasi, bila Cek Endra gagal jadi Bupati, cita-cita pembangunan industri semen ini bisa-bisa kandas.

Tak ada lagi Cek Endra, tak ada lagi Dahlan.

Tapi, keberuntungan masih berpihak pada politisi Golkar ini.

Begitu dilantik sebagai Bupati periode kedua, Cek Endra langsung tancap gas.

Program utama yang ia bidik, ya soal pembangunan pabrik Semen ini.

Cek Endra bolak-balik lagi ke Jakarta, bertemu Menteri BUMN dan petinggi Baturaja itu.

Ia terus meyakinkan, bahwa investasi semen di Sarolangun sangat menjanjikan.

Menurut Cek Endra, Industri ini akan turut meningkatkan iklim investasi tanah air.

Karena itu, harus segera dikelola. Sebagai Bupati, Cek Endra siap pasang badan.

Kabar baik itu pun tiba.

Manajemen PT Semen Baturaja bergegas. Sembari mengurus masalah perizinan, mereka mulai memetakan titik lokasi yang akan dibangun pabrik.

Pada 2017 lalu misalnya, mereka mulai melakukan proses pembebasan lahan. Lewat campur tangan Cek Endra, Baturaja sukses membebaskan 160 Hektar lahan di tahun pertama ini.

Berlanjut pada tahun 2018, Baturaja sukses membebaskan lahan tahap kedua seluas 600 Hektar.

Baturaja menargetkan di kuartal kedua tahun 2019 ini mulai dilakukan pembangunan konstruksi. Dan pada tahun 2022 diperkirakan konstruksi pabrik kelar dibangun.

Ikhtiar yang dimulai Cek Endra sejak tahun 2012 itu, benar-benar berbuah manis.

Alumni Harvard School of Government ini yakin, tegaknya industri semen pastilah berfaedah besar, tidak hanya dalam skala domestik Sarolangun. Tapi dampaknya akan meluas ke semua daerah di Provinsi Jambi.

”Ini investasi besar, pasti multiplier effect-nya pun besar. Bukan sebatas Kabupaten Sarolangun saja tetapi Provinsi Jambi,”kata Cek Endra.

Apa saja faedahnya?

Menurut Cek Endra, industri semen ini diperkirakan bakal menyerap ribuan tenaga kerja. Di tahap awal ini, Baturaja memperkirakan bakal merekrut 2.000 orang karyawan.

Industri semen ini bakal menggerakkan dan membangkitkan usaha lain yang berkaitan. Semen sebagai material hulu dari sebuah pembangunan fisik ini, pastilah akan membutuhkan banyak usaha lain.

Ia yakin, Industri semen ini bakal membuka peluang Provinsi Jambi masuk dalam peta pembangunan nasional.

Ya, Sarolangun diperkirakan akan menjadi mercusuar kemajuan Jambi di masa depan. Dan inilah cita-cita besar Cek Endra. Menciptakan investasi abadi yang berdampak luas bagi seluruh warga Jambi.

Jobi Triananda Hasjim, Direktur Utama Semen Baturaja (SMBR) membenarkan bahwa industri ini pastilah meningkatkan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Pabrik semen akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah. Karena adanya kontribusi dari sektor pajak dan retribusi. Ditambah dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja.

“Tentunya menunjang kebutuhan semen bagi proyek infrastruktur pemerintah dan swasta, tidak hanya di Provinsi Jambi tapi meluas ke beberapa daerah,”jelas Jobi.

Catatan Jambi Link, pembukaan areal tambang ini mencakup kawasan di lima desa: Napal Melintang, Mersip, Merbung, Berkun dan Renah Alai.

Pemkab Sarolangun dibawah kepemimpinan Cek Endra menyambut serius megaproyek industri semen ini. Cek Endra, bahkan tidak hanya membantu soal pengurusan izin.

Tapi juga menyiapkan sarana-prasarana penunjang, seperti jalan dan infrastruktur.

Tahun ini saja misalnya, Pemkab Sarolangun telah merancang pembangunan tiga jembatan menuju lokasi pabrik.

Bukan sebatas wacana kok, Pembangunan tiga jembatan itu bahkan telah dianggarkan Rp 38,5 M dari APBD Kabupaten Sarolangun tahun 2019.

Lokasinya di Sungai Paku, Sungai Kepayang dan Sungai Desa Suka Damai.

Selain tiga jembatan, Cek Endra bergegas pula menjemput bola ke pemerintah pusat.

Ia mengejar Menteri PU.

Cek Endra meminta bantuan ihwal pembangunan jalan sepanjang 37 kilometer dari simpang Singkut V menuju lokasi pabrik semen.

Sebab, akses jalan ini membutuhkan anggaran cukup besar sekitar Rp 600 miliar. Sedangkan APBD tak sanggup membiayainya.

“Do’akan semoga bisa terwujud,” Imbuh Kadis PU Sarolangun, Ibnu Ziyadi.

Sementara, untuk memenuhi pasokan listrik, Cek Endra juga tengah mempercepat pembangunan PLTU 2×300 MW di Pauh dan Mou PLTG di Kecamatan Limun.

Betapa keras perjuangan Cek Endra.

Semuanya dilakukan demi Jambi Maju.

Ia menawarkan masa depan.

Industri semen ini tak sebatas proyek strategis nasional, tapi adalah langkah nyata menjadikan Jambi lebih maju lagi dan bangkit dari ketertinggalan. Semoga!(*)

 

Penulis : Awin

News Feed