by

HBA Sang Penentu

Kehadiran Mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) pada Pilgub 2020 mendatang mulai ramai dibincangkan. Suara publik terbelah; antara setuju dan tidak setuju HBA ambil bagian.

—————————–

Ahad malam 9 Juni 2019, selepas Maghrib HBA kedatangan tamu Haji Cek Endra di kediaman pribadinya lorong Ibrahim, Kota Jambi. Bupati Sarolangun itu ditemani koleganya, Adri, aktivis yang dijuluki panglima Anjali.

Disana, sudah ada Mantan Sekda Provinsi Jambi Syahrasaddin.

Semasa lebaran ini, sederet tokoh penting terlihat ramai mengunjungi HBA. Sepekan yang lalu misalnya, HBA dikunjungi Ketua DPD PDIP Edi Purwanto, Kapolda Jambi Muchlis AS dan anak angkatnya, Bupati Merangin Al Haris.

Walikota Jambi Sy Fasha maupun Walikota Sungai Penuh dikabarkan juga sudah bertemu HBA.

Pertemuan HBA dan tokoh ternama itu ditengarai terkait Pilgub Jambi 2020.

Cek Endra di dampingi Syahrasaddinb di kediaman HBA ahad kemarin.

Jambi Link mengonfirmasi Adri yang turut hadir pertemuan malam itu. Menurutnya, pertemuan HBA-CE hanya silaturahmi biasa. Dimata CE, HBA adalah abang sekaligus mentor politiknya.

Sehingga wajar, kata Adri, keduanya kerap menjalin pertemuan. Tidak terkait persoalan pilgub saja. HBA-CE kerap diskusi banyak hal, utamanya menyangkut pembangunan daerah.

Menurut Adri, malam itu mereka tengah reuni. HBA-CE dulunya adalah pasangan Bupati-Wakil Bupati Sarolangun. Keduanya sukses menjalankan pemerintahan secara harmonis. Syahrasaddin yang ikut bertemu malam itu juga dulunya adalah bekas anak buah HBA dan CE.

Waktu itu, pria yang akrab disapa Sadin ini adalah Kepala Bappeda Kabupaten Sarolangun. Orang yang turut andil dalam merancang dan mendesain visi Sarolangun Emas.

“Kami reuni saja. Saya kebetulan waktu itu adalah salah satu direktur pemenangan HBA-CE di Sarolangun,”ujar Adri.

CE adalah satu-satunya Bupati yang sudah menyatakan kesiapan berlaga pada Pilgub mendatang. Belakangan ini, CE malah digadang-gadang bakal maju bersama HBA.

Duet HBA-CE dinilai seperti duet SBY-Budiono pada Pilpres 2009 lalu.

Kemunculan HBA pada laga Pilgub 2020 mendatang memang mulai hangat dibincangkan. Ada yang setuju, banyak pula yang tak setuju jika caleg jadi DPR RI dari Golkar itu ambil bagian.

Mereka yang setuju, menilai HBA diharap bisa mengembalikan kejayaan Jambi Emas yang sempat terpotong. Publik merindukan beasiswa gratis, bedah rumah gratis dan sertifikat gratis.

Disisi lain, mereka yang tak setuju, masih menaruh harap agar HBA konsen memperjuangkan Jambi di level nasional.

Koordinator Korps Alumi KNPI, Said Pariq misalnya, dalam sebuah tulisan menyatakan HBA memikul tanggungjawab besar untuk membangun Jambi dari Jakarta. Selama ini, Jambi minim tokoh di level nasional. Ia berharap HBA tak menyia-nyiakan momentum ini. HBA didoakan jadi Menteri.

Tapi, dorongan terus datang. Mantan Bupati Sarolangun itu dianggap masih kuat. Namanya masih harum dan kehadirannya dirindukan.

Riset terbaru Idea Institute Indonesia yang dirilis kemarin, menunjukkan bahwa elektabilitas HBA masih teratas (30,8%). HBA memperoleh dukungan tertinggi di Kabupaten Merangin (61,7%), disusul Sarolangun (41,7%), dan Kerinci (45,7%).

Popularitas HBA juga paling tinggi dari sederet nama yang di survei, seperti Sy Fasha, Cek Endra, Fachrori, AJB, Muchlis, Safrial, dan Sukandar.

Seluruh wilayah bahkan mengenal HBA, ditunjukkan dengan angka popularitas di atas 70%. Ada beberapa daerah malah mengenal HBA diatas 90 %, yaitu Kota Jambi (96,4%), Sarolangun (94,8%), Kota Sungai Penuh (93,8%), Batanghari (93,5 %), Tanjab Timur (91,5%), dan Merangin (91,4%). Keterkenalan HBA dibawah 80 persen hanya di dua daerah, yaitu Tebo (75,7%) dan Bungo (71,6 %).

Data ini menunjukkan HBA masih mendominasi jika berlaga di Pilgub 2020 mendatang.

Wajar saja, khalayak lantas terbelah. Mereka yang berhasrat besar ingin merebut posisi Gubernur, boleh jadi terlalu khawatir jika HBA ikut berlaga. Sebab, kemenangan belum tentu didapat, kalah sudah hampir pasti.

Begitupula sebaliknya, kelompok lain yang terus mendorong HBA maju karena melihat ia masih potensial untuk menang. Riset ini menguatkan argumentasi itu.

Terlepas dari beragam persepsi tersebut, yang pasti HBA adalah tokoh penentu dalam Pilgub 2020 mendatang.

Jika HBA benar-benar maju dan berpasangan dengan Cek Endra, maka rival politiknya harus berfikir dua kali untuk ikut bertanding. HBA-CE adalah paduan antara tokoh dan toke.

HBA adalah tokoh yang punya kuasa dan nama besar. Sementara CE dikenal sebagai Bupati dan Pengusaha.

Tapi, berdasarkan riset Idea Institute tersebut, jika HBA tak maju maka Sy Fasha, Walikota Jambi itu paling diuntungkan.

Absen atau tidaknya HBA pada Pilgub 2020 nanti, hanya HBA saja yang tahu. Yang jelas, Pilgub Jambi masih akan ditentukan oleh sosok Mantan Gubernur Jambi itu.

Kalaulah HBA absen, bukan berarti ia sama sekali tak ambil bagian.

Bagi satu kelompok, selain absen, HBA diharap netral dan tak ikut campur pada Pilgub nanti. Tapi, bagi kelompok lain, meski absen, HBA diharap tetap ambil bagian.

HBA boleh jadi akan turut andil menentukan siapa yang layak memimpin Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah itu. Jejaring politiknya akan diaktifkan dan digerakkan untuk memenangkan kandidat yang ia dukung.

Netralnya HBA, jelas akan menguntungkan satu kelompok dan merugikan kelompok lain.

Begitupula sebaliknya, turut campurnya HBA pastilah akan menguntungkan kelompok yang ia dukung. HBA masih menjadi penentu pada Pilgub 2020 mendatang.(*)

 

Penulis : Awin

News Feed