by

Insyallah Saya Maju

Haji Cek Endra akhirnya buka suara. Pria yang akrab disapa CE itu memastikan turut berlaga di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020 mendatang. Berikut wawancara Eksklusif Jambi Link bersama Bupati Sarolangun itu, awal pekan menjelang lebaran kemarin.

———————

“Sayo tunggu dirumah telanai jam satu siang yo,”ujar Cek Endra lewat pesan aplikasi WA.

Jambi Link tiba di kediaman pribadi Cek Endra tepatnya di komplek DPRD kawasan Telanaipura, Kota Jambi, lima belas menit diawal.

Sengaja kami datang lebih cepat karena Cek Endra terkenal disiplin dan tepat waktu. Dia ogah diwawancara kalau tak tepat waktu.

Siang itu, Sabtu 1 Juni 2019. Mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadu celana dan kopiah hitam, Cek Endra menyambut kedatangan Jambi Link dengan senyuman.

“Silahkan duduk. Tunggu bentar ya dindo. Masih ado tamu,”sapa Cek Endra.

Di bagian tengah ruang tamu itu, Cek Endra terlihat asyik masyuk berbincang dengan sejumlah orang. Sesekali mereka tergelak lebar.

Mereka yang terlihat antaralain pengacara senior, Adri SH MH. Disebelah Adri, terlihat sejumlah aktivis vokal misalnya Aidil Putra, Akmal Khatab, Taufan, dan Saiful Roswandi.

Duduk di depannya, sederet aktivis senior lain, seperti Deddy Fitriadi, Donny Pasaribu, Deswan Hardjo, dan Robert Samosir.

Dua jam berselang mereka bubar.

“Kami bersepakat mendukung bang Haji Cek Endra untuk Gubernur Jambi,”sapa mantan Direktur Advokasi Pemenangan duet HBA-Fachrori di Pilgub 2010 silam itu.

Adri dikenal tokoh yang lama malang melintang di jagat politik Jambi. Adri adalah sosok pengacara piawai yang jarang kalah dalam berlaga.

Ia dulu tercatat sebagai Direktur Center pemenangan Fasha-Sani di Pilwako Jambi periode pertama. Ia sukses menghantarkan Fasha-Sani meraih kemenangan.

Pria yang akrab disapa panglima Anjali itu kini kembali turun gunung. Ia akan terlibat aktif di Pilgub Jambi dalam barisan CE.

Menurutnya, ia akan berjuang dan bergerak secara total untuk memenangkan CE.

Bakda lebaran, kata Adri, mereka akan medeklarasikan Haji Cek Endra sebagai Gubernur Jambi.

Usai mengantar Adri cs dkk pulang, CE langsung menghampiri Jambi Link.

“Maaf agak lamo nunggu. Tadi itu teman-teman yang akan turut membangun daerah Jambi,”katanya.

Kepada Jambi Link, CE cerita banyak hal, utamanya menyangkut kontestasi Pilgub Jambi 2020 mendatang. Bagaimana posisinya? Benarkah ia akan menjadi salah satu kandidat?

Berikut penjelasannya.

“Insyallah saya maju……,”singkatnya.

Pernyataan CE itu sekaligus menjawab spekulasi dan keraguan banyak orang.

Keputusan CE terang dan sudah bulat.

Tapi, CE mengaku keputusannya itu lahir dari proses yang amat panjang. Melewati jalan terjal dan berliku. Tidak serta merta.

Bagi CE, berlaga di pilgub bukanlah perkara mudah. Tak semudah membalik telapak tangan.

Tantangannya berat. Menjelang Pilkada, misalnya, acapkali lawan politik menggunakan cara-cara kotor.

Mereka sengaja membongkar kesalahan kandidat dan mencari-cari keburukan. Seolah-olah kandidat tak ada baiknya.

CE sadar betul itu.

Padahal, sebenarnya CE ingin pensiun.

Ia merasa sudah capai. Karena itu, CE ogah disibukkan lagi hal ihwal Pilgub Jambi.

Toh, ia sudah cukup nyaman dengan kondisi seperti sekarang.

“Kalau difikir-fikir mau ngejar apalagi,?”katanya.

Dua setengah periode menjadi Bupati, baginya cukup melelahkan.

Tapi, panggilan untuk memajukan daerah jauh lebih besar dari lelah dan ancaman yang didera.

“Saya ingin melihat Provinsi Jambi lebih maju lagi,”kata CE.

Tokoh yang fasih berbahasa inggris itu ingin mengejar ketertinggalan. Paling tidak Jambi bisa setara kota-kota besar di Sumatera, laiknya Sumsel, Sumbar dan Medan.

CE bermimpi bagaimana Jambi kedepan terus melesat dan menjadi daerah yang setara Kota besar di Jawa, seperti Surabaya bahkan Jakarta.

Potensi yang dimiliki Jambi bisa mengejar ketertinggalan itu.

Sebab Jambi kaya sumber daya alam. Punya blok Migas, hasil perkebunan dan kehutanan yang melimpah.

Karena itu, CE ingin membawa perubahan besar bagi Jambi. Terutama perubahan dalam menyonsong era globalisasi.

CE yakin, pengalamannya di level lokal, nasional maupun internasional akan membawa perubahan untuk Jambi.

Catatan Jambi Link, sebelum terjun ke politik, CE merintis karir sebagai staf keuangan di PT Tugu Pratama Indonesia. Karirnya terus menanjak hingga menjadi direktur.

Ia sukses berkarir di perusahaan asing internasional mulai dari Hongkong, Thailand hingga Singapura.

Pengalaman lapangan itu membuat CE benar-benar fasih berbahasa inggris.

CE kemudian mengawali karir di pemerintahan sebagai Wakil Bupati Sarolangun mendampingi HBA pada 2006 silam.

Kemudian ia juga tercatat sebagai Bupati Sarolangun dua periode, hingga sampai sekarang.

“Kito ingin Jambi maju dindo,”tegasnya lagi.

 

Didukung HBA

Majunya CE juga karena support seseorang. Dialah Hasan Basri Agus (HBA), mantan Gubernur Jambi itu.

Menurut CE, ia kerap berdiskusi dan jumpa HBA.

Sebagai adik, CE tentulah mendorong dan mensupport tokoh yang sudah dianggap abangnya itu. Supaya HBA kembali menjadi Gubernur Jambi.

Agar HBA melanjutkan Jambi Emas yang sempat tertunda.

CE sadar diri.

Berkali-kali ia berusaha meyakinkan HBA.

CE bahkan berkomitmen siap totalitas membantu.

Tapi, kata CE, HBA tetap bersikukuh. Ia enggan terlibat lagi.

HBA justru malah terus mendorong CE.

Hingga digelar pertemuan khusus di rumah dinas Bupati Sarolangun Jumat 17 Mei 2019 itu.

Hari itu, HBA mempertegas dukungan agar CE ikut berlaga di Pilgub Jambi 2020 mendatang.

“HBA itu sudah seperti abang sendiri. Saya selalu minta restu untuk hal-hal strategis. Beliau sekaligus mentor politik saya,”ujar CE.

Bagaimana peran HBA dalam suksesi CE di Pilgub 2020 mendatang sudah diulas Jambi Link edisi 26 Mei 2019 dengan judul “HBA Juru Kunci Duet CE-Muchlis”.

Ala kulihal, dukungan HBA itu semakin mengukuhkan asa CE. Ia semakin mantap melangkah. Tak ada lagi keraguan.

Sejak itu, Ia menasbihkan diri, menyerahkan jiwa raganya untuk mensejahterakan masyarakat. Untuk memajukan bumi sepucuk Jambi Sembilan Lurah itu.

Kini, CE pun mulai gerilya. Ia sudah memasang billboard ukuran raksasa di sejumlah daerah.

Seperti apa peta kekuatan CE? Bagaimana peluangnya?

Pengamat Politik Dr Jafar Ahmad menilai, CE punya modal untuk meraih kemenangan.

Merujuk teori Bordiue, kata Jafar, setidaknya ada beberapa modal yang bisa di gunakan CE untuk memobilisasi suara.

Pertama modal ekonomi. Menurut Jafar, CE adalah seorang pengusaha.

Modal berikut adalah jaringan.

Jejaring kekuasaannya memungkinkan ia berinteraksi dan berelasi dengan konglomerat serta tokoh tersohor negeri ini.

Koneksinya di Golkar pun kian memperkokoh kedudukannya sebagai seorang politisi andal.

“Kekuatan ekonomi yang dipunyai CE berperan penting dalam kontestasi politik. Ia memiliki modal untuk menggerakkan tim dan bermanuver. Ia juga akan sangat mudah mengkapitalisasi diri untuk meraih kemenangan,”jelasnya.

Modal lain yang turut memproduksi kekuasaan adalah modal sosial dan modal simbolik.

Modal sosial, seperti yang sudah dijelaskan bahwa CE telah membentuk jaringan dan relasi yang kuat. Terutama di Sarolangun.

Apalagi, orang tua CE merupakan tokoh di Mandiangin.

Selain itu, untuk mengaktifkan simpul massa atau jejaring di daerah lain, CE terbilang mudah karena memiliki modal kapital yang cukup.

“Modal simbolik yang berwujud karisma telah terbentuk di diri CE. Karena dia adalah seorang Bupati dua periode. Bahkan, ia satu-satunya bupati yang menjabat lebih dari dua periode,”katanya.

Menurut Doktor ilmu Politik jebolan Universtias Indonesia itu, penguasaan modal itu memungkinan CE berhasil dalam arena pertempuran politik.

Utamanya dalam kontestasi yang membutuhkan biaya sangat besar seperti sekarang.

“CE punya sumber daya yang cukup untuk menang,”ujarnya.

Tapi, lanjut Jafar, bukan hanya CE yang punya modal.

Para kepala daerah lain juga patut diperhitungkan.

Menurut Jafar, para kepala daerah lain juga punya modal sama seperti CE.

Sehingga, kontestasi Pilgub nanti sangat menarik dan bakal sengit.

Meski demikian, CE akan diuntungkan dengan dukungan HBA.

“Dukungan HBA boleh jadi menambah kekuatan bagi CE,”katanya.

Menurut Jafar, CE nantinya akan berhadapan dengan kandidat kuat lain seperti Walikota Jambi Sy Fasha, Walikota Sungai Penuh AJB, Bupati Safrial, Bupati Sukandar dan kandidat petahana, Gubernur Fachrori Umar.

Mereka telah merancang beragam strategi, mengaktifkan simpul-simpul massa dan mulai memasang kuda-kuda.

Pilgub 2020 mendatang semakin menarik untuk disimak.(*)

 

Editor : Awin

 

 

 

 

 

News Feed