by

Fachrori Menuju Laga Berikutnya

Fachrori Umar mulai menyusun kekuatan untuk berlaga di Pilgub Jambi pada 2020 mendatang. Mulai mengaktifkan basis massa di Bungo, saving logistik besar dan jaringan yang kuat.

—————————————-

Suasana Rumah Dinas Gubernur Jambi Minggu sore 26 Mei 2019 terlihat ramai. Pentolan masyarakat Jambi wilayah barat (Sarolangun, Merangin, Bungo, Tebo, Sungai Penuh dan Kerinci) berkumpul disitu.

Ditengarai agenda Fachrori itu bagian dari konsolidasi kekuatan.

Kekuatan Jambi Barat lewat Forum Komunikasi Masyarakat Jambi wilayah Barat (FKMJWB) mulai ditarik-tarik keranah politik.

Boleh jadi, paguyuban ini akan menjadi motor penting bagi pemenangan Fachrori kedepan.

Beberapa inisiator FKMJWB misalnya, adalah para anak buahnya di Pemprov Jambi, seperti Bastari (Asisten Gubernur) dan Asraf (Staf Ahli Gubernur).

“Kalau ada urusan penting silahkan datang ke rumah dinas gubernur. Jangan segan-segan,”ujar Fachrori dihadapan para tokoh itu.

Pernyataan Fachrori seolah sinyal bahwa ia sangat terbuka kepada para tokoh masyarakat Jambi Barat.

Aminudin Nusa, Penasehat Keluarga Besar Jambi wilayah Barat secara terbuka mendukung langkah Fachrori melanjutkan Gubernur ke periode berikut.

“Jika Fachrori ingin melanjutkan, kami mendukung,”ujarnya dilansir dari kajanglako.com.

“Kalau masyarakat berkehendak beliau melanjutkan ke periode berikut, kenapa tidak,”imbuh Ramli Taha, Presiden HKKI.

Seperti apa peta kekuatan Fachrori Umar?

Menurut Pengamat Politik Dr Jafar Ahmad, Fachrori tak bisa dianggap remeh. Mantan Hakim Pengadilan Agama itu punya basis rill di Kabupaten Bungo.

Selain itu, ia ditopang oleh kekuatan finansial yang jumbo. Dengan modal kapital itu, Fachrori diyakini akan sangat mudah memobilisasi pemilih.

Fachrori misalnya, disokong para konglomerasi jaringan keluarga. Mayoritas keluarga besar Fachrori adalah pengusaha, baik di bidang infrastruktur, properti maupun tambang Batubara.

Kepemilikan modal kapital adalah prasyarat penting dalam arena Pilgub.

Dari catatan Jambi Link, untuk kelas Pilgub paling tidak harus menyiapkan modal Rp 75 Miliar hingga Rp 100 Miliar.

“Fachrori tak diragukan lagi kalau soal modal,”kata Jafar.

 Gubernur Fachrori Umar

Sejak terjun ke politik menjadi Wakil Gubernur dan kini menjadi Gubernur Jambi, Fachrori piawai memelihara jaringan. Terutama dari kelompok Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kekuasaannya saat ini memudahkan ia bermanuver mengaktifkan jaringan.

Kesuksesan Ria Mayang Sari, putri kandungnya mendulang suara terbanyak untuk kursi DPD RI itu misalnya, tak lepas dari peran Fachrori.

Padahal, figur Mayang bukanlah tokoh yang menonjol dan dikenal.

Kemenangan Mayang ini cukup membuktikan bahwa Fachrori sangat kuat dan mampu menggerakkan jaringan.

“Bayangkan anaknya bisa menang telak di Kerinci? Bagaimana kalau Fachrori langsung yang bertanding?,”katanya.

Sebentar lagi Mayang akan menjadi tokoh nasional dan semua itu didapat dari pengaruh Fachrori.

Jafar mengatakan, Fachrori nantinya akan berlaga dalam kondisi yang sangat fit. Dia petahana, punya mesin jaringan dan logistik yang kuat.

Fachrori juga punya adik ipar berpangkat jenderal bintang tiga di Mabes Polri. Karena itu, ia tentulah punya peluang menggalang massa dari keluarga besar Bayangkara. Apalagi, selama ini Fachrori dikenal cukup dekat dengan keluarga besar dan jejaring Polisi.

Menurut Jafar, kelebihan lainnya, Fachrori termasuk politisi andal. Ia pandai membaca medan dan peluang.

Dulu ketika menjadi Wakil Gubernur di periode pertama, Fachrori tercatat sebagai kader Golkar.

Di periode kedua, Fachrori memilih loncat ke Nasdem. Karena melihat posisi Golkar yang tak menguntungkan.

“Saat ini, baru Fachrori yang kelihatan sudah punya perahu. Paling tidak Nasdem,”ujarnya.

Fachrori memang belum secara terbuka menyatakan ikut berlaga di Pilgub 2020 mendatang. Namun, manuver tokoh yang pandai berpantun itu mengisyaratkan bahwa ia sedang memasang kuda-kuda.

Belakangan, Fachrori gencar bertemu masyarakat. Namanya mulai di gadang-gadang duet bersama Ratu Munawaroh, istri mendiang Zulkifli Nurdin.

Fachrori juga sempat dijodoh-jodohkan dengan sejumlah nama, seperti Kapolda Jambi Muchlis, Sukandar (Bupati Tebo) dan Romi Haryanto (Bupati Tanjab Timur).

Akankah Fachrori mampu melanggengkan kekuasaannya?.(*)

 

 

 

News Feed