by

Dua Ribu Warga Kerinci Perantauan Baloek Busamo

Baloek Busamo warga Kerinci perantauan menyambut hari raya Idul Fitri tahun ini diinisiasi oleh Himpunan Keluarga Kerinci Nasional (HKKN). Balek Basamo itu diperkirakan melibatkan 2000 orang. Rantak Kudo massal di lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh akan menjadi puncak acara.

—————————

Alven Stony, Ketua Bidang Pariwisata dan Budaya PB HKK Nasional mengatakan, balek basamo dan rantak kudo massal digeber untuk merekat dan menyatukan warga Kerinci dan para perantau.

Menurutnya, HKKN ingin mempererat ikatan tali persaudaraan antara warga perantauan maupun yang kini berdomisili di Kerinci. Program seperti ini baru kali pertama digelar.

“Hari Raya besok akan menjadi momentum besar. HKKN hadir memfasilitasi dan membuat acara untuk menyatukan warga Kerinci,”ujarnya.

Lewat Rantak Kudo massal itu, kata Alven, HKKN ingin mempromosikan budaya asli Kerinci. Kalaulah bukan warga Kerinci, siapa lagi yang akan mempromosikan budayanya.

Karena itu, HKKN mengajak warga Kerinci perantauan turut bergotong royong mempromosikan budaya Kerinci diluaran sana.

Kenapa Rantak Kudo?

“Karena tari ini yang paling mudah di praktikkan dan khas Kerinci,”ujarnya.

Semua orang sudah mahfum, bahwa Rantak Kudo identik dengan Kerinci.

Disebut Tari Rantak Kudo karena gerakannya menghentak-hentak kaki seperti kuda. Tarian ini dilakukan untuk merayakan hasil panen pertanian di daerah Kerinci dan dilangsungkan berhari-hari tanpa henti.

Tarian rantak kudo pada mulanya dipersembahkan untuk merayakan panen padi. Terkadang, di musim kemarau panjang pun masyarakat Kerinci juga mementaskan kesenian ini berharap agar hujan turun.

Alat musik yang mengiringi tari Rantak Kudo yaitu Gendang dan Gong. Biasanya tarian ini juga dipentaskan dengan pembakaran kemenyan sebagai ritual yang membuat penari semakin khidmat dalam geraknya. Bahkan kadang-kadang ada di antara penari yang mengalami kesurupan.

Selain berfungsi sebagai tarian yang mendidik, tari Rantak Kudo ini memang memiliki nilai keagamaan dan bersifat sakral.

“Ini juga bagian promosi budaya Kerinci kepada orang luar,”kata Alvens.

Selain Balek Busamo dan Rantak Kudo massal, HKKN juga menggelar even mendaki gunung Kerinci dan Gunung Tujuh. Menurutnya, HKKN memfasilitasi warga Kerinci perantauan yang berminat ikut berwisata sembari menyambut hari lebaran.

Alven mengatakan, rantak kudo massal sekaligus pelepasan pendakian gunung Kerinci dan gunung Tujuh itu berlangsung di lapangan Merdeka pada 3 Syawal atau hari ketiga lebaran.

Acara akan dihadiri sederet tokoh penting HKKN seperti Brigjen. Pol Drs SYafril Nursal, SH, MH. Ketua Umum PB HKK Nasional itu ikut pulang kampong dan meramaikan acara rantak kudo massal.

Turut hadir pula Dr. H. Basyarudin Thayib, Ketua Harian PB HKK Nasional. Pria yang kini menetap di Jakarta itu akan pulang kampong memboyong keluarga besarnya.

Kemudian H. Alven Stony, Ketua Bidang Pariwisata dan Budaya PB HKK Nasional juga turut pulang kampung.

Lalu Laksamana Dr. H. Nazali Lempo, Ketua HKK Nasional Jakarta dan Sekitar juga turut hadir dan akan pulang kampung.

Silaturahmi akbar ini juga akan dihadiri seluruh Ketua dan anggota HKK Nasional Jambi, Riau, Jabar, Yogya dan Jateng, Sumbar, Kepri, Sumsel dan sebagainya. Mereka akan pulang kampong basamo merayakan lebaran tahun ini.

Acara juga didukung oleh Walikota Sungai Penuh dan jajaran pejabat dan DPRD Kota. Kemudian didukung pula Pemerintah Kabupaten Kerinci dan DPRD Provinsi Jambi.

Panitia juga mengundang seluruh tokoh masyarakat se Kota Sungai Penuh dan Kab Kerinci. Masyarakat umum se kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh juga di undang hadir.

Ketua HKKN Brigjen Syafril Nursal berharap, baik Kota Sungai Penuh maupun Kabupaten Kerinci terus memperbanyak event budaya dan pariwisata. Dengan begitu, kata dia, Turis akan datang berbondong-bondong berkunjung ke Kerinci.(*)

 

 

News Feed